Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Kau cemburu


__ADS_3

Liana mencoba bangun meski terus memegangi kepalanya yang masih pusing. Dengan masih mengenakan gaun semalam, dan rambut yang sudah sangat berantakan lebih mirip surai singa, Liana berjalan keluar dan mencari minum.


Tenggorokannya sangat kering karena terlalu banyak minum alkohol. Dia berjalan begitu saja ke arah dapur, bahkan tanpa menggunakan alas kaki. Matanya masih belum fokus melihat seratus persen, dan tangannya terus menggaruk kepala.


Mulutnya bahkan beberapa kali nampak menguap lebar, dan membiarkannya terbuka begitu saja. Dia berjalan santai ke arah lemari pendingin di dapur, dan mengambil sebotol air mineral lalu meneguknya langsung di depan benda dingin itu.


“Kau sudah bangun?” tanya seseorang yang ternyata sudah ada di dalam apartemen tersebut.


PPPFFTTTT!!!!


Air yang baru saja masuk ke mulut, seketika menyembur kembali, saat Liana menyadari kehadiran seseorang di sampingnya. Terlebih karena dia sangat mengenal suara tersebut.


“Kau?!”


Betapa terkejutnya Liana saat melihat siapa yang ada di sana, dan melihat betapa kacaunya dia saat ini.


Liana sampai harus kembali berlari masuk ke dalam kamar, untuk bersembunyi dari orang tersebut.


“CEPAT MANDI DAN GANTI BAJUMU! AKU SUDAH MENYIAPKAN SARAPAN,,” teriak Falcon dari arah dapur.


Dia berusaha menahan tawanya, saat melihat reaksi Liana yang malu karena tertangkap basah baru bangun tidur dengan begitu berantakan.


Sekitar tiga puluh menit kemudian, Liana telah selesai mandi dan berganti pakaian. Gadis itu kemudian keluar kamar dengan rambut yang tergerai dan masih setengah basah.


“Cepat cuci tangan dan kita makan,” seru Falcon.

__ADS_1


Pria itu terlihat mengambilkan semangkuk nasi untuk gadis tersebut, dan meletakkannya di depan tempat duduk Liana.


Gadis itu masih terlihat memijat keningnya karena rasa pening yang tersisa. Falcon kemudian mengambil sebuah gelas berisi air rebusan jahe dan madu, yang sengaja ia siapkan untuk Liana.


“Minum ini dulu. Air jahe bisa mengurangi pengar akibat mabukmu semalam,” ucap Falcon datar.


Liana pun segera meraihnya dan meminum dengan perlahan, karena air tersebut masih cukup panas.


“Sekarang makanlah selagi panas,” seru Falcon setelah Liana meletakkan gelas ke atas meja.


Pria itu mengambilkan beberapa potong daging yang ada dalam masaknya ke atas nasi Liana.


“Ku kira kau akan tinggal di hotel itu,” sindir Liana.


“Makan dulu. Kita bisa bicara nanti setelah makan,” seru Falcon datar.


Setelah selesai, seperti biasa, Liana akan mengambil tugas mencuci piring karena Falcon yang telah memasak hidangannya.


Pria itu terlihat masuk ke kamar mandi setelah selesai makan, dan belum juga keluar. Ketika Liana sedang fokus mencuci piring, sebuah tangan melingkar di pinggangnya dari belang, membuat Liana hampir menjatuhkan gelas yang dipegangnya.


“Apa yang kau lakukan? Lepas! Aku sedang sibuk,” seru Liana ketus.


“Semalam aku tidur di sofa sendirian. Apa kau tahu kalau aku kedinginan?” rengek Falcon.


“Mana ku tahu? Kenapa tak kembali ke hotel saja dan minta ditemani gadis menyebalkan itu?” sindir Liana.

__ADS_1


“Aku mana berani seperti itu. Aku tidak mau kekasihku cemburu,” ucap Falcon.


Dia semakin mengeratkan pelukannya dan meletakkan dagunya di ceruk leher sang gadis.


“Aku? Cemburu? Hahahaha... Mimpi saja sana,” seru Liana.


“Benarkah? Tapi semalam kau bilang sendiri kalau kau cemburu,” sahut Falcon.


“Kapan? Aku tidak ingat,” elak Liana.


“Tentu saja kau tak ingat. Kau sedang mabuk saat itu, dan mengatakannya ketika kita di dalam mobil saat menuju ke mari,” jawab Falcon.


Perkataan itu sontak membuat Liana kaku. Sejenak dia percaya dengan perkataan Falcon, namun sesaat kemudian dia sadar jika kekasihnya bisa saja sedang menipunya.


.


.


.


.


Nggak ada sarapan, adanya makan siang ya bestie 🤭maaf telat, ngurus tugas negara dulu🙏😁


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2