Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Berhadapan


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh Nine telah tiba di depan istana milik Lunar Group. Pria itu turun dan membuka pintu untuk bosnya.


Setelah Falcon turun, pria tersebut mengulurkan tangannya ke arah Liana dan meminta sang istri untuk ikut keluar.


Mereka nampak menarik nafas dalam-dalam, sebelum akhirnya melangkah menuju ke rumah besar tersebut.


Falcon mengetuk pintu beberapa kali, dan seorang pelayan terlihat membukakan pintu dari dalam.


“Selamat datang, Tuan muda,” sapanya.


“Di mana Tuan besar?” tanya Falcon.


“Semuanya sudah menunggu di ruang tengah,” jawabnya.


Falcon menoleh ke arah Liana. Gadis itu mengangguk seolah memberi dukungan pada suaminya.


Mereka pun berjalan masuk dan menuju ke ruang tengah. Rupanya benar, di sana telah berkumpul semua orang. Nyonya kedua dan kedua anaknya, David Harvey serta kedua anak Amber, dan tak ketinggalan Bob Harvey.


“Kalian sudah sampai?” sapa Nyonya kedua.


Semua duduk dengan raut wajah yang berbeda-beda. Nyonya kedua nampak tersenyum menyambut kedatangan pengantin baru itu, begitu juga dengan kedua putrinya. Namun, berbeda dengan kedua putri Amber yang melihat dengan tatapan permusuhan ke arah Falcon dan juga LIANA.


Sedangkan David dan Bob Harvey terlihat tak menunjukkan ekspresi apapun.


“Duduklah!” seru Tuan Harvey.


Falcon pun menuntun istrinya untuk duduk di kursi yang berada dekat dengan yang diduduki oleh Bob Harvey.

__ADS_1


“Apa benar kalian telah menikah? Kenapa harus di catatan sipil? Harusnya kalian mengadakan pesta yang meriah. Apa karena gadis ini sudah hamil?” ucap Nyonya kedua yang selalu suka bergosip.


“Aster,” panggil Bob Harvey kepada menantunya.


Nyonya kedua pun seketika diam. Dia sadar karena sudah terlalu lancang mendahului tuan besar itu bicara.


“Jadi, kalian benar-benar sudah menikah?” tanya Bob Harvey dengan suara yang berat.


“Tentu saja. Sejak awal, saya memang ingin menikahinya. Apa ada masalah?” timpal Falcon.


“Dasar anak haram! Kau berani menikahi gadis yang sudah membuat nama keluarga kita tercoreng? Benar-benar tidak tahu diuntung!” sindir Nona pertama, anak sulung Amber.


“Benar yang dikatakan kakak. Kita bahkan hampir bangkrut karena hal itu. Saham tiba-tiba anjlok hingga membuat semua orang kebingungan. Untung saja kakak pertama dan aku berusaha keras untuk meyakinkan semua orang, agar tak meninggalkan kami,” timpal Nona kedua.


“Tapi, bukankah semuanya reda karena berita mengenai Nyonya ketiga?” sanggah Nyonya kedua.


Suasana semakin memanas. Kedua putri nyonya kedua maju dan melawan kedua putri Amber.


Liana dan Falcon sudah menduga bahwa akan terjadi drama keluarga di pertemuan ini.


Keduanya pun saling pandang. Liana terlihat begitu malas, dan membuat Falcon mengusap punggung sang istri dengan lembut.


“Maaf semuanya. Kedatanganku kali ini kemari bukan untuk meminta persetujuan dari siapapun. Aku hanya mengajak istriku untuk memberi salam kepada yang katanya adalah keluargaku. Tapi sepertinya, kedatangan kami kurang tepat. Jadi sebaiknya kami pergi saja,” ucap Falcon.


Pria itu berdiri dan menarik lengan sang istri untuk mengikutinya. Namun, belum juga mereka melangkah pergi, Tuan Harvey yang sejak tadi diam mendengar perdebatan cucu-cucunya, kini membuka suara.


“Dimana kalian akan tinggal sekarang?” tanyanya.

__ADS_1


Falcon baru akan menjawab, namun Liana menarik tangannya dan maju terlebih dahulu.


“Kami tingal di apartemen dekat asrama,” jawab Liana.


Falcon seketika menoleh ke arah istrinya dengan pandangan penuh tanya. Alisnya bahkan hampir menyatu karena ucapan sang istri yang terang-terangan memberitahukan tempat tinggal mereka yang baru.


“Silakan datang kapanpun Anda berkenan. Kami akan menyambut Anda dengan baik di sana,” lanjut Liana.


Gadis itu membungkuk sekilas dan kemudian berjalan menarik lengan suaminya hendak keluar dari rumah besar tersebut. Namun, saat baru saja beberapa langkah, liana kembali berhenti dan berbalik.


“Ah... Aku hampir lupa. Untuk Nona pertama dan Nona kedua, asal kalian tau, yang mencoreng nama baik keluarga ini dan membuat bisnis kalian hampir bangkrut bukanlah suamiku tercinta, melainkan ibu kalian yang seorang kriminal dan tukang selingkuh,” ucap Liana dengan tatapan sinisnya.


Gadis itu kembali berbalik dan merangkul lengan prianya keluar dari rumah tersebut. Dari kejauhan, sayup terdengar teriakan nona-nona besar itu yang marah dengan ucapan gadis tersebut, disusul dengan bentakan yang cukup keras dari Bob Harvey, yang marah akan kelakuan  kedua putri Amber tersebut.


Sedangkan di luar, Liana nampak menyunggingkan senyumnya, dengan sebelah sudut bibir yang terangkat ke atas, melihat kekacauan yang terjadi di dalam sana.


.


.


.


.


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2