Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Menanti pertemuan


__ADS_3

Kejadian demi kejadian telah dilewati, rahasia demi rahasia telah mulia terungkap. Liana yang sempat terpukul karena mendengar kenyataan, bahwa ibunya menjadi korban obsesi seseorang, kini bertekad untuk memberi pelajaran pada orang-orang yang telah membuat hidup ibunya menderita.


Setelah kepergian Falcon di pagi itu, Liana dan Q pun kemudian juga pergi dan kembali ke Golden City.


Dia akan kembali fokus pada pekerjaannya, di samping itu juga akan sering memantau kondisi sang ayah lewat Ella maupun Q. Karena bagaimana pun, keberadaan pria itu di sini memang untuk bisa bertemu dengan putrinya.


Meski Liana masih marah dengan apa yang diceritakan oleh Peter, namun gadis itu sadar jika bukan ayahnya yang menyebabkan semua itu terjadi.


Namun, dia masih belum bisa bertemu dengan pria itu, karena emosinya masih belum stabil dan khawatir akan meledak kembali jika melihat wajah sang ayah.


Oleh karenanya, sesuai saran dari Falcon yang disampaikan lewat Q, dia akan kembali fokus pada pekerjaannya.


Sesampainya di kota maju itu, Liana diantar oleh anak buah Falcon menuju ke apartemen. Sesampainya di sana, pria itu memberikan barang-barang Liana yang sempat tertinggal di rumah panggung Q.


Seperti biasa, Liana mendapat pengawalan ketat dari anak buah Falcon, mengingat situasi sekarang yang masih belum aman untuk gadisnya.


Liana mulai terbiasa hidup dengan bayang-bayang pengawal yang terus mengikuti kemana pun dia pergi. Di samping itu, Falcon memang sudah meminta ijin kepada Kakek Joseph untuk memberi Liana perlindungan, dengan alasan dia sekarang adalah cucu dari seorang presdir perusahaan konstruksi yang terkenal.


Setibanya di apartemen, dia membuka ponselnya dan mulai menghubungi satu persatu rekan se timnya di proyek Golden Hospital.


Dia ingin memastikan sudah sejauh mana proyek tersebut diselesaikan.


Sekitar satu jam lebih Liana melakuan  panggilan vidio dengan mereka, untuk membahas masalah tersebut.


Semuanya bertanya kemana Liana pergi setelah dari Empire State, karena sudah lebih dari satu minggu dia tak muncul di kantor, sejak Falcon memberi tahu mereka bahwa Liana akan menunda kepulangannya selama satu hari.


Liana hanya beralasan sakit, sambil menunjukkan perban bekas infus yang baru beberapa saat lalu dicabut oleh Q saat mereka masih di Sky Escape.

__ADS_1


Semuanya pun percaya meski ada yang terus menggoda dan menerka, bahwa Liana asik berduaan dengan pangerannya. Namun gadis itu hanya menanggapinya dengan senyum simpul, dan tak memperpanjang hal tersebut.


Setelah mendapatkan semua laporannya, Liana pun mulai menyusun agedan berikutnya.


Hari ini dia hanya akan bekerja dari rumah, sekaligus beristirahat, karena bagaimana pun juga Liana baru saja pulih dari sakitnya.


Keesokan harinya, dia mulai bersiap untuk melakukan aktifitas seperti biasa. Liana akan melihat jalannya proyek pembangunan Golden Hospital terlebih dahulu, sebelum nanti akan menuju ke kantornya.


Dengan mengendarai Chevrolet nya sendiri, Liana melaju di jalanan menuju ke tempat proyek berlangsung.


Di belakangnya, ada sebuah mobil sedan hitam yang berisikan dua orang anak buah geng Jupiter, yang selalu mengikuti kemana pun Liana pergi, sedangkan yang lain menjaga apartemen Liana dari semua hal yang mencurigakan.


Setibanya di lokasi, Liana segera disambut oleh sang penanggung jawab lapangan yang bertugas di proyek tersebut.


“Selamat pagi, Nona Wang. Bagaimana perjalanan Anda ke Empire State?” sapa sang mandor.


Mandor itu pun mempersilakan Liana untuk masuk ke dalam area proyek, sembari memperlihatkan hasil pekerjaan para pekerja bangunan selama ditinggalkan olehnya.


Liana nampak mendongak ke atas, melihat secara utuh dari luar bangunan rumah sakit tersebut. Semuanya sudah selesai dikerjakan. Kaca, dinding, tiang, atap dan semua bagian luar sudah selesai.


Bahkan alat kesukaannya, crane, sudah tak lagi terlihat karena memang sudah tak digunakan lagi.


Dia pun masuk ke dalam dan melihat kondisi di sana. Hampir semua partisi, lantai dan plafon telah terpasang.


“Apa semua sudah hampir selesai?” tanya Liana.


Gadis itu terus berjalan sambil melihat-lihat para pekerja yang sedang bekerja. Semuanya menyapa Liana yang baru terlihat setelah sekitar dua pekan pergi.

__ADS_1


Gadis itu benar-benar dekat dengan semua pekerjanya, karena sikapnya yang tak membedakan status dan mau membaur dengan mereka.


“Semuanya hampir selesai, Nona Wang. Bisa diperkirakan kurang dari sebulan, semuanya telah benar-benar selesai dikerjakan, bahkan proses pembersihan pun sudah bisa dimulai dari lantai paling atas sejak sekarang,” ucap sang mandor.


“Baiklah. Kerja bagus, Tuan. Kau memang selalu bisa ku andalkan. Ah benar, bagaimana kalau Anda dan anak buah Anda ini ikut denganku, untuk mengerjakan proyek di Empire State?” ajak Liana.


“Benarkah? Dengan senang hati kami akan ikut kemanapun Anda pergi,” jawab sang mandor.


“Bagus. Aku mengandalkan Anda, tuan,” ucap Liana.


Keduanya pun tertawa bersama. Mereka semua tak tahu jika dalam hari, gadis itu tengah menyusun rencana untuk acara pembukaan rumah sakit ini.


Aku menantikan pertemuan kita sebulan lagi. Ku pastikan, sambutannya akan sangat membuatmu terkesan, batin Liana.


.


.


.


.


Wah... mau ketemu sama siapa ya si eneng? 🤔


tunggu besok lagi ya😁hari ini sampe sini dulu😘


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2