
Liana menghela nafas dalam, dan menyandarkan punggungnya di dada Falcon. Perasaan nyaman benar-benar dirasakan oleh Liana saat berada di sisi pria itu, yang terus memberikannya perhatian lebih setiap harinya, membuat Liana merasa bergantung padanya.
“Kau benar. Aku penasaran dengan nama anak itu. Kenapa bisa sama dengan pria tua yang hampir membawaku pergi dari rumah bibiku,” ucap Liana.
“Yah, dan kau berakhir dengan pergi jauh dari Metropolis bersama dengan seorang pria tua lainnya. Hidupmu ini tak bisa jauh dari yang namanya pria-pria tua rupanya?” sahut Falcon mengejek.
Liana menyikut pelan perut kekasihnya hingga membuat Falcon terkekeh.
“Menyebalkan! Tapi, perkataanmu itu memang ada benarnya juga. Jika diingat lagi, ada beberapa pria tua yang sudah membuat hidupku berjalan seperti sekarang ini. Pertama, pria tua yang hampir menikahiku sebagai penebus hutang bibi. Jika mengingat hal itu, sungguh sangat mengerikan."
"Kedua, pria tua yang membawaku pergi dari Metropolis dan memberiku identitas baru serta sebuah keluarga baru. Ketiga, pria tua yang sudah memberikan cucu laki-laki satu-satunya untuk dijaga oleh ku. Dan pria tua keempat, dialah yang membuat hidupku menjadi se menyedihkan ini,” tutur Liana.
“Apa yang keempat adalah, kakek dari pihak ayahmu?” tanya Falcon.
“Apa aku harus memanggil orang itu dengan sebutan 'kakek' juga, sedangkan keberadaanku saja seperti sebuah aib untuknya? Apa aku harus mengakuinya sebagai kakekku, saat dia sendiri tak mau tau apakah aku ada atau tidak?” tanya Liana.
Hatinya kembali terasa sakit, saat mengingat bagaimana ayahnya bisa sampai seperti sekarang ini, hanya demi untuk bertemu dengan putri kandungnya, buah cinta darinya dan juga sang kekasih, Lilian.
“Bukankah, kau juga memintaku untuk berdamai dengan kakekku? Aku bisa berusaha demi dirimu. Lalu, aku pun yakin kau bisa berusaha demi ayahmu,” ucap Falcon.
“Itu beda cerita, Honey. Kau hanya belum mengenal bagaimana kakekmu sebenarnya. Dia melakukan semua kekejaman itu karena hasutan, sedangkan dia, orang tua itu...,” ucap Liana.
__ADS_1
“Mungkin saja dia juga di hasut,” sela Falcon.
Liana diam sejenak mendengar perkataan dari prianya. Helaan nafas yang berat terdengar dari mulut gadis itu. Dia semakin menyandarkan punggungnya pada Falcon, seolah meletakkan sejenak semua masalah yang sedang dihadapinya di sana.
“Jangan bicarakan dia dulu untuk saat ini. Aku sama sekali tak mau berharap terlalu banyak dari pria tua keempat ku itu,” ucap Liana.
Falcon pun diam. Dia hanya mengeratkan kembali pelukannya dan mengecup pelipis Liana dengan lembut.
Mereka membiarkan angin laut menerpa tubuh mereka, dan membuat pelukan keduanya semakin erat.
Malam semakin larut, rembulan pun merangkak semakin naik ke atas. Setelah beberapa waktu berdiri di luar, Liana dan Falcon pun memutuskan untuk kembali ke dalam rumah.
“Kau istriahtalah. Besok, kau sudah harus mulai mengurus ayahmu di sini,” ucap Falcon.
“Lalu kau?” tanya Liana pada Falcon.
“Aku akan di sini, setidaknya sampai Jimmy datang dan menggantikan ku untuk menjagamu. Aku harus pastikan kau selalu aman, agar aku tenang meniggalkan mu di sini. Bukankah kau bilang, dia akan datang hari ini?” tanya Falcon.
“Aku mengirimkan dia sebuah pesan, bahwa aku sudah menemui ayahku, dan dia mengatakan bahwa akan datang esok harinya saja,” sahut Liana.
“Tuan Jimmy tidak akan datang kemari. Dia selalu meminta bertemu di tempat lain, agar tak ada yang menemukan lokasi ini,” ungkap Kenny.
__ADS_1
“Benar. Aku meminta bantuan Chip untuk mengawasi pria itu, dan rupanya memang dia sedang diintai saat ini. Sehingga, setiap gerakannya tak bisa gegabah atau semua ini akan diketahui pihak musuh,” lanjut Q.
Liana terlihat mulai emosi. Tangannya mengepal kuat mendengar semua penuturan dari mereka semua.
Falcon meraih tangan gadis itu, mencoba mengurai kepalan tangannya yang kuat, hingga melukai dirinya sendiri.
“Tak apa. Semua pasti akan baik-baik saja,” ucap Falcon mencoba menenangkan hati gadisnya.
Liana hanya bisa diam menatap ke arah kamar, di mana sang ayah saat ini berada. Pria malang yang harus berkorban begitu banyak, hanya untuk bisa berkumpul dengan keluarga yang selama ini tak diketahuinya.
.
.
.
.
Bener juga ya 🤔Liana hidupnya kebanyakan gaul ama kakek-kakek 🤭
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar yah😘