Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Menyiksa diri


__ADS_3

Sejak pertemua terakhir kali, Liana sama sekali tak bertemu dengan Falcon dan tak ingin pergi mencarinya. Bahkan hari itu dia pun pulang bersama dengan rekan-rekannya yang lain, dengan menggunakan mobil antar jemput perusahaan.


Meski terlihat baik-baik saja, namun hati siapa tak sakit saat harus berpisah dengan orang yang dicintainya.


Begitupun Liana, yang baru pertama kali merasakan manisnya cinta, namun harus menerima kenyataan jika hubungan mereka akan terasa sulit kedepannya.


Malam itu, Liana memilih menyibukkan  diri dengan mengerjakan koreksi yang sudah diberikan oleh pihak rekanan. Dia menambahkan sesuatu yang berbeda, sesuai temuan yang dia dapatkan saat meninjau lahan.


Dia begadang hingga menjelang pagi, dan tidak beristirahat sedetikpun. Entah ini merupakan bentuk penyiksaan diri Liana atau apa, yang jelas gadis itu tak ingin berdiam diri dan kembali mengingat masalah yang sedang terjadi antara dirinya dan sang kekasih.


Saat mentari telah muncul, dia pun bersiap kembali ke kantor sementaranya di The Palace bersama rekan-rekan lainnya.


Hari ini, Liana terlihat begitu lelah dengan lingkar mata yang menghitam. Semuanya bahkan bisa melihat dengan jelas kerja keras Liana semalam.


Mereka belum tau masalah Liana dengan Falcon, mengingat gadis itu yang jarang mengutarakan masalahnya kepada orang lain.


“Nona Wang, sepertinya kau lembur sampai pagi. Apa tidak sebaiknya kau istirahat saja dulu di sini?” seru salah satu rekannya.


“Benar, Nona Wang. Kau terlihat kurang baik. Biar kami yang menggantikanmu menyampaikan perbaikannya,” timpal yang lain.


“Tidak perlu. Aku baik-baik saja. Ingat, The Palace tidak se ketat perusahaan lainnya. Aku bis mencuri istirahat saat di sana. Lagi pula, ada perubahan sedikit di beberapa bagian yang kutemukan di lahan,” sahut Liana.

__ADS_1


“Baiklah. Terserah kau saja. Tapi, kau jangan sungkan untuk memberitahu kami jika merasa kurang sehat,” seru yang lain.


“Tentu. Kalian memang  selalu bisa diandalkan,” ucap Liana.


Mereka pun pergi setelah jemputan datang. Hari ini, Falcon tak muncul dalam pertemuan, dan membuat Liana sedikit merasa kehilangan, meski ada kelegaan dalam hatinya karena tak harus berhadapan dengan pria itu.


Dia ragu, apa yang akan dilakukannya saat bertemu kembali dengan Falcon setelah pertengkaran mereka tempo hari.


Dia tak datang. Apa dia baik-baik saja? Tapi syukurlah. Aku jadi tidak perlu berpura-pura baik-baik saja di depannya. Tapi, bagaimana jika nanti aku bertemu dengannya lagi? Haruskah aku menyapanya? Atau diam saja? Kenapa rasanya lebih rumit dari rumus matematika dan fisika? batin Liana.


Gadis itu telah selesai mempresentasikan perubahan yang dibuatnya. Setelahnya, dia meminta ijin kepada rekannya untuk mengambil waktu beristirahat.


“Baiklah. Terimakasih,” sahut Liana.


Dia pun berjalan menuju ke lantai tiga gedung The Palace, di mana terdapat sebuah tempat berkumpul, yang dilengkapi dengan banyak kursi lantai dan juga buku-buku bacaan.


Tempat tersebut merupakan tempat istirahat sementara bagi para karyawan untuk melepas penat saat jam kerja masih berlangsung. Namun, seiring berjalannya waktu, tempat tersebut juga tak jarang dijadikan tempat diskusi, mengingat banyaknya karyawan yang suka dengan tempat tersebut karena sangat nyaman.


Liana pergi ke tempat tersebut dan berjalan ke arah sebuah rak buku. Tak lupa dia mengambil sebuah bantal yang tergeletak di lantai, dan membawanya menuju ke balik rak. Di sana, Liana membaringkan tubuhnya di atas karpet, dan mencoba beristirahat.


Hal ini biasa ia lakukan ketika dulu masih mengenyam pendidikan di Universitas Negeri Metropolis, dan selalu ditemani diam-diam oleh Christopher yang ternyata adalah sepupunya.

__ADS_1


Dikarenakan fisiknya yang sudah sangat kelelahan akibat terjaga lebih dari dua puluh empat jam, Liana pun begitu cepat tertidur.


Di saat gadis itu sudah terlelap, seseorang berjalan menuju ke arahnya, dan memperhatikan gadis yang tengah terbaring tanpa perlindungan itu.


Orang itu pun kemudian duduk di ujung rak, dan menghalau orang-orang yang akan melewati tempat itu, agar gadis tersebut tak terganggu.


Kenapa kau harus keras kepala seperti ini? Apa kau tidak tahu kalau hatiku sakit melihatmu begini?


.


.


.


.


Siapa tuh? 🤔🤔🤔


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2