Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Pria cengeng


__ADS_3

Falcon akhirnya menurut dengan bujukan Liana. Dia masuk ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar gadis itu, sedangkan Liana memilih menumpang mandi di kamar temannya yang ada di sebelah.


Dari sana, dia mendengar bahwa sempat terjadi kegaduhan yang dibuat Falcon saat pria itu datang mencari dirinya, dan bahkan berlari begitu saja saat pria itu sudah mengetahui bahwa dia sedang berada di bandara.


“Apa dia mengira aku yang akan pergi?” gumam Liana.


“Mungkin saja. Dilihat dari betapa paniknya dia, sepertinya memang begitu. Sepertinya kalian sedang ada masalah sampai dia sepanik itu? Apa kau yang ngambek?” sahut teman Liana yang terpaksa kembali bangun, karena gadis itu mengetuk pintu kamarnya.


“Hanya salah paham saja. Lalu, kenapa kau tidak beritahu dia yang sebenarnya” tanya Liana.


“Sudah ku coba. Tapi dia lari begitu saja bahkan sebelum aku selesai dengan kalimatku. Sudahlah. Cepat kau selesai kan urusanmu. Aku masih mau tidur lagi,” ucap sang teman.


“Baiklah. Terimakasih kamar mandinya,” sahut Liana.


Seusai membersihkan diri, gadis itu pun kembali berjalan ke kamarnya. Namun, baru saja keluar dari kamar temannya itu, dia melihat Falcon yang sudah berdiri di depan pintu kamar, sambil melipat kedua lengan di depan dada.


“Kau sudah selesai?” tanya Liana.


Gadis itu berjalan ke arah prianya. Di sana sudah ada troli makanan yang telah dipesan Liana sebelumnya. Gadis itu pun mendorong benda tersebut dan meminta Falcon untuk menyingkir dari pintu.


Setelah keduanya masuk, Liana membereskan pakaian kotor dan memasukkan semuanya ke dalam keranjang cuci. Kemudian, dia meletakkan keranjang tersebut di depan pintu kamar agar petugas kebersihan bisa mengambilnya untuk dicuci kemudian.

__ADS_1


Saat dia sedang mengeringkan rambutnya, Falcon tiba-tiba mendekat dan mengambil handuk dari tangannya.


Pria itu mencoba membantu Liana untuk melakukan hal tersebut. Seutas senyum terbit di bibir gadis itu.


Sejak dari bandara, pria itu terus diam dengan ekspresi wajah datar. Liana paham betul jika saat ini, Falcon tengah menahan emosinya dan mencoba sabar menunggu sampai dia mau memberi tahukan apa yang sebenarnya terjadi.


Meski begitu, Liana tak ingin terburu-buru mengatakan kebenarannya, agar setidaknya Falcon bisa sedikit menenangkan hati dan pikirannya yang sudah pasti sangat kacau seharian ini.


Dia bahkan memintanya mandi, dan makan malam terlebih dulu. Dia khawatir dengan kondisi Falcon yang sangat menyedihkan, saat pertama kali ditemuinya di bandara.


Dia bahkan menyuapi Falcon saat pria itu hanya diam dan terus menatap ke arahnya. Sampai akhirnya, mereka pun selesai makan malam, dan Liana mengajak pria itu untuk duduk bersama di atas tempat tidur.


Falcon terus menatap Liana, meski gadis itu membuang pandangannya lurus ke depan.


“Apa sejak awal kau memang tak mau mengatakannya?” tanya Falcon balik.


Sepertinya, kesabarannya sudah semakin menipis. Liana menoleh dan balas menatap Falcon. Sebuah senyum manis tergambar di bibir Liana.


“Apa kau benar-benar berpikir bahwa aku akan pergi tadi?” tanya Liana.


“Apa perlu ku jelaskan? Beberapa hari yang lalu kau meributkan soal pendapat kakekku tentang hubungan kita. Setelah itu kita saling diam dan tiba-tiba orang tua itu memanggilmu yang berakhir dengan kepergianmu ke bandara. Apa semua rentetan kejadian itu tidak menuntunku untuk mengambil kesimpulan bahwa kau akan pergi darimu?” ungkap Falcon.

__ADS_1


Matanya kembali berair, namun dengan cepat dia menyekanya dan membuang pandangan ke depan menghindari tatapan mata Liana.


“Apa aku boleh tersentuh karena ini?” ucap Liana.


Falcon tak menimpali. Dia terus menyeka lelehan yang kembali keluar dari sudut matanya.


“Aku tak tau kalau cinta bisa membuat seorang pria yang terkenal bengis dan kejam, bisa menjadi secengeng ini,” ejek Liana.


Falcon kesal mendengar ejekan tersebut dan kembali menatap tajam ke arah gadis yang saat ini sedang duduk di sampingnya.


.


.


.


.


Malah dikomporin😱aduh eneng, kagak tau apa si abang udah mau meledak🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2