
“Aku hanya ingin seperti ibuku, yang merawatku tanpa adanya orang lain di sampingnya,” gumam Liana lirih.
Dia kecewa karena tak ada yang bisa mengerti kemauannya itu.
“Nak, apa kau lupa dengan ibu angkatmu?” tanya Peter.
Liana menoleh ke arah pria itu.
“Apa kau lupa dengan Vivian? Bukankah dia adalah pelayan setia ibumu, yang bahkan ikut melarikan diri bersamanya? Bukankah dia satu-satunya orang yang berada di samping ibumu, dan membantunya merawatmu hingga besar?” ucap Peter.
Liana tertegun. Dia benar-benar melupakan sosok Ibu Viviannya setelah menemukan keluarga aslinya kembali. Matanya berkaca-kaca, dan hal itu membuat Falcon panik.
“Sweety,” panggil Falcon.
“Aku tak apa. Aku hanya merasa jahat karna sudah melupakan Ibu Vivian. Aku baru ingat jika ada dia yang juga selalu merawat ku sepenuh hati,” ucap Liana.
Falcon mengusap pundak sang istri yang nampak berguncang. Dia menuntun kepala Liana agar bersandar di bahunya.
“Kita bisa mengunjunginya nanti bersama anak-anak kita. Dia pasti senang karena melihat dirimu sudah hidup dengan lebih baik dan bahagia sekarang,” seru Falcon.
“Ehm, kau benar. Dia selalu berdoa agar hidupku bahagia, entah dengan siapa nantinya aku bersama. Hanya itu yang dia inginkan,” sahut Liana.
Setelah itu, semalaman Liana berpikir tentang keputusan untuk mengambil babysitter. Akhirnya, setelah bergulat dengan otaknya sendiri, dini hari Liana menghubungi Jack, asisten Tuan Harvey, dan mengatakan keputusannya tentang hal tersebut.
Keesokan harinya, dua orang babysitter datang dan mulai membantu Liana untuk mengurus anaknya.
...👑👑👑👑👑...
Sejak memiliki anak, Liana sama sekali tak peduli dengan karirnya. Setiap hari, ia habiskan untuk menjaga kedua anak kembarnya yang semakin menggemaskan.
Benar-benar kedua malaikat kecil itu bisa merubah Liana, dari sosok wanita penuh ambisi dan keras kepala, kini menjadi wanita yang penuh kasih sayang dan toleransi.
Mengurus anak sekarang menjadi kesibukan menyenangkan bagi Liana. Falcon pun sangat senang melihat hal tersebut.
Tak terasa, kini sudah enam bulan usia bayi mereka, dan pesta pernikahan yang telah lama ditunggu pun akan segera selesai dipersiapkan. Aster sering bolak balik menanyakan mengenai gaun, dekorasi, undangan, catering, souvenir pernikahan, dan berbagai macam hal mengenai semua itu.
Seperti yang dikatakan Liana sebelumnya, bahwa dia mau pernikahan yang super mewah, dan semua orang pun menurutinya.
Persiapan sudah sampai sembilan puluh lima persen. Hari ini, Liana hanya perlu fitting baju terkahir dengan sang suami. Mereka akan mengajak kedua bayi lucu itu ikut fitting, karena keduanya pun telah dibuatkan pakaian khusus untuk acara nanti.
Falcon lebih dulu memakai setelahnya. Sebuah tuxedo putih dengan celana senada dan juga sepatu yang sewarna, yang telah dipilihkan oleh Liana. Wanita itu ingin pernikahannya didominasi warna putih yang melambangkan kesucian.
Dia ingat bagaimana sang suami menjaganya tetap suci, meski mereka selalu bersama, dan tak jarang tidur berdua. Dia ingin memberikan suatu penghargaan untuk pria luar biasanya itu.
Setelah Falcon keluar, dia duduk di sofa yang sudah disiapkan, menunggu Liana selesai memakai gaunnya. Tak berapa lama, Liana keluar dari balik tirai.
Dia terlihat cantik dengan gaun putih dengan ekor yang panjang. Kerah yang lebar dan memperlihatkan tulang selangkanya, serta bahu yang terbuka dengan lengan sesiku.
Manik-manik dari berlian dan mutiara bertebaran di seluruh permukaan gaun, dan membuat pakaian itu benar-benar menawan.
__ADS_1
Mahkota yang terbuat dari berlian asli, menghiasai kepala Liana, dan menambah kecantikan sang calon pengantin.
Falcon benar-benar terpesona untuk kesekian kalinya kepada istrinya sendiri. Kecantikan Liana benar-benar terpancar dan membuatnya terpana.
Pria itu seketika berdiri dan berjalan ke arah sang istri. Dia mengulurkan tangan ke arah wanita yang kini telah memberinya dua orang anak yang lucu.
“My wife, my angel, my queen, will you marry me?” ucap Falcon.
Liana menahan senyumnya mendengar perkataan dari sang suami.
“Apa ini lamaran keduamu?” tanya Liana.
“Rasanya, aku ingin melamarmu setiap hari, dan menikah dengan mu setiap hari juga. Kau benar-benar pengantin tercantik di dunia, Sweety,” ucap Falcon.
Liana mendekat dan melingkarkan lengan di leher Falcon. Dia memiringkan kepalanya ke kanan, menatap penuh cinta ke arah sang suami.
“Aku akan selalu menjadi pengantinmu, sekalipun tidak memakai gaun cantik seperti ini setiap saat. Kau hanya perlu pastikan, hanya aku ratumu satu-satunya, oke,” ucap Liana.
Falcon tersenyum tipis, dan meraih pinggang Liana. Dia mendekat dan mencium bibir sang istri. Keduanya saling memagut, mencurahkan perasaan cinta yang tumbuh semakin besar di antara keduanya.
Para pegawai butik yang sejak tadi membantu mereka melakukan fitting pun merasa iri melihat kemesraan pasangan tersebut. Mereka semua terpesona dengan Liana dan Falcon yang bak sepasang raja dan ratu, cantik dan tampan, dan saling menunjukkan kasih sayang di mana pun mereka berada.
...👑👑👑👑👑...
Pesta pernikahan pun berlangsung. Sesuai tema yang diinginkan Liana, semua dekorasi mulai dari bunga, dekorasi ruangan, pelaminan, sampai dresscode para tamu undangan pun bernuansa dominan putih.
Banyak wajah-wajah familiar yang turut merasakan kebahagiaan dari kedua orang yang sedang menjadi bintang di acara malam ini.
Falcon nampak berdiri di depan, menunggu ratunya datang.
Di ruang pengantin, nampak Peter masuk dan melihat sang putri yang telah selesai dirias. Dia begitu cantik. Pria itu teringat kembali kepada kisah cintanya dengan Lilian.
Dulu, aku berjanji menggandeng tanganmu di pelaminan. Tapi aku sudah mengingkarinya. Sekarang, apa aku pantas menuntun putri kita menuju ke tempat itu? Tempat yang tidak bisa kita tuju? batin Peter.
Liana melihat kedatangan sang ayah dari pantulan cermin. Dia pun kemudian bangun dan tersenyum begitu cantik ke arah ayahnya.
Peter pun menyudahi lamunannya, dan kembali melangkah mendekati Liana.
“Kau luar biasa sekali, Nak. Suamimu pasti sangat terpesona,” ucap Peter.
“Dia selalu terpesona oleh ku,” sahut Liana sombong.
Keduanya pun terkekeh. Namun, Liana kemudian meraih tangan Peter dan meremaasnya beberapa kali. Terlihat jelas jika wanita itu tengah gugup menghadapi acara itu.
“Bukankah kau sudah menikah lama dengan Alex? Kenapa masih gugup saja?” sindir Peter.
“Ish! Ini berbeda, Ayah. Waktu itu hanya ritual sederhana di kantor catatan sipil. Kalau sekarang, aku menjadi pengantin sungguhan. Ini benar-benar menegangkan,” jawab Liana.
“Kau tenang saja. Putri ayah ini pasti akan bisa menjadi bintang paling bersinar di malam ini,” ucap Peter.
__ADS_1
Liana mencoba mengambil nafas dalam dan menghembuskannya sekaligus. Ia lakukan lagi beberapa kali, hingga ia merasa lebih baik.
Peter menekuk lengannya, meminta Liana untuk merangkul lengan sang ayah. Liana pun meraih lengan ayahnya dan mulai melangkah keluar menuju tempat acara.
Sampai di depan pintu, Liana dan sang ayah kembali berhenti sejenak. Peter mengetuk pintu tiga kali, dan seketika pintu kembar itu terbuka dari dalam.
Nampak semua orang menoleh dan melihat kedatangan Liana dan juga Peter. Keduanya berjalan menyusuri karpet merah yang berada di tengah meja undangan.
Semua mata terpana, terlebih Falcon yang terus terpesona oleh kecantikan sang istri. Dia terus memandang takjub ciptaan tuhan yang begitu indah, yang kini telah menjadi miliknya.
Peter dan Liana sampai di pelaminan. Pria itu menyerahkan sang putri kepada Falcon, dan berpesan untuk selalu menjaga, mencintai dan mengerti anak perempuannya yang keras kepala itu.
Setelahnya, Falcon menuntun sang istri untuk menuju ke tengah pelaminan, dan Peter kembali bergabung dengan sang keponakan di meja depan.
Pesta pun berlangsung meriah. Banyak public figure turut datang menghadiri acara dari klan nomor satu di seluruh negeri tersebut.
Acara ini pun disiarkan secara langsung baik oleh media televisi maupun online. Seluruh dunia menyaksikan pesta pernikahan Liana, perempuan yang dulu sempat menjadi gadis buruk rupa dan terhina, yang sempat menjadi seorang arsitek jenius di Wang Construction, dan kini telah menyandang Nyonya Liana Alexander Harvey, istri pewaris Lunar Group.
Kisah hidupnya yang begitu berat, tak pernah sekalipun mematahkan semangat juangnya untuk bisa membalikkan keadaan.
Kini kebahagiaan benar-benar telah menjadi miliknya, bersama dengan keluarga yang sangat mencintainya, dan suami yang begitu pengertian padanya.
Tak lupa juga hadirnya putra dan putri kecil bak malaikat yang tuhan berikan untuk mengubah dirinya, dari sosok keras kepala menjadi seorang wanita yang keibuan dan begitu penyayang.
...TAMAT....
.
.
.
.
Akhirnya selesai juga novel ini🤧🤧🤧 yang nunggu undangan dari Falcon dan Liana, othor kasih di bab selanjutnya 😁
Terimakasih untuk bestie semua yang sudah mendukung dan setia menunggu updatenya setiap hari, love u all😘😘😘😘😘
hari ini juga, othor akan kasih pengumuman siapa yang memenangkan give away top fans novel SI GADIS BURUK RUPA, cek di bawah 👇
selamat untuk peringkat 2 sampai 6 telah berhasil mendapatkan pulsa masing-masing 25rb rupiah, othor tunggu nomornya untuk diisi pulsa ya☺
sampai jumpa di karya othor berikutnya 🥰🙏
dan karya author yang lainnya😁
__ADS_1