Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Mengungsi


__ADS_3

Setelah perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Peter berhasil diungsikan ke tempat tersembunyi, berkat bantuan dari Kenny Liem, senior Christopher sejak di Universitas Negeri Metropolis.


Selama beberapa hari, pria itu terbaring tak sadarkan diri karena dehidrasi dan kekurangan nutrisi, yang disebabkan oleh aksi pembangkangannya terhadap sang ayah.


Kenny tak membawa pria malang itu ke rumah sakit, melainkan memanggil seorang dokter dari klinik kecil untuk merawat Peter dan memberinya cairan infus, agar bisa menggantikan cairan tubuhnya yang hilang.


Karena memang sebenarnya Peter tak perlu penanganan medis yang serius hingga membawanya ke rumah sakit besar, dan cukup mendapatkan perawatan dari rumah. Hanya saja, Christopher yang memang berencana menculik pamannya sendiri, yang membuat seisi istana Empire Group panik dan terpaksa membawa keluar sang pangeran pembangkang itu.


Setelah dua hari pingsan, Peter akhirnya sadarkan diri. Dia begitu terkejut saat dirinya telah berada di sebuah tempat yang asing. Dia berusaha bangun, meski rasa pening memaksanya untuk kembali merebahkan kepalanya di atas bantal yang tidak begitu empuk.


Dia mengingat kembali setiap kejadian yang dialaminya sebelum pingsan, namun tak ada petunjuk di mana dia sekarang berada. Satu hal yang pasti, dia percaya jika saat ini dia telah berhasil keluar dari sangkar emas ayahnya, yang selama puluhan tahun ini telah membelenggu kebebasannya.


Tak berselang lama, muncul seorang pemuda yang nampak sebaya dengan sang keponakan. Dia melihat bahwa Peter telah sadar dan menawarkan pria tersebut minum.


“Tuan, apa Anda merasa haus? Dokter bilang, Anda mengalami dehidrasi parah hingga pingsan. Beruntung, organ dalam Anda masih utuh dan bisa berfungsi normal, serta tak terjadi penyempitan pembuluh darah. Jadi, saya putuskan untuk merawat Anda di tempat seperti ini. Saya rasa, Anda tidak punya pilihan lain. Itu yang dikatakan Chris padaku,” ucap Kenny.


“Ehm... Jadi, kau teman ana nakal itu?” tanya Peter.

__ADS_1


Tangannya masih memegangi kening yang terasa berdenyut.


“Benar, Tuan. Chris berpesan agar selalu menjaga Anda dan jangan sampai siapa pun tahu keberadaan Anda di kota ini. Selanjutnya, sampai Chris datang, semua tanggung jawab Anda ada pada saya. Katakan saja apa yang Anda perlukan, maka akan saya coba carikan,” sahut Kenny.


Peter merasa lega karena sang keponakan benar-benar menepati janjinya, untuk mengeluarkan dirinya dari rumah besar bak kurungan itu.


“Apa ini rumahmu?" tanya Peter.


"Benar. Ini apartemen saya," sahut Kenny.


"Apa kau punya makanan? Beri aku sesuatu untuk dimakan. Aku ingin makan agar bisa cepat pulih,” seru Peter.


Peter tahu, jika setelah ini, dia harus menyiapkan diri agar bisa bertemu dengan putrinya. Oleh karenanya, pria itu tak mau berlama-lama menjadi seorang pasien yang lemah, dan memilih untuk segera pulih dari sakitnya.


Beberapa hari setelahnya, kondisi Peter semakin membaik. Dia juga sudah bisa lepas dari selang infus yang beberapa hari ini terus menancap di pergelangan tangannya.


Bahkan, kini dia telah pindah ke sebuah apartemen warga di daerah Bronze Distric, di mana banyak warga pendatang mendapatkan tempat tinggal selama berada di kota tersebut.

__ADS_1


Peter pun mencoba membaur dan tidak terlihat mencolok di antara semua penghuni. Bahkan, dia cenderung membatasi interaksinya dengan warga lainnya, sehingga tak banyak yang melihat rupa Peter dengan jelas.


Hari ini seperti biasa, Kenny akan datang di pagi  hari untuk mengantar bahan makanan. Peter pernah hidup mandiri saat masih bergabung dengan Wang Construction dulu, sehingga dia sedikit banyak bisa memasak masakan sederhana untuk dimakan sendiri.


Namun hari itu, Kenny tak datang seorang diri, melainkan dengan sang keponakan yang juga telah sampai dan berhasil kabur dari pengawalan anak buah Moses Jung.


“Hai, Paman. Bagaiman kondisimu?” sapa Christopher setelah pintu apartemen sang paman terbuka.


.


.


.


.


Met pagi bestie 🥰🥰🥰🥰maaf ya siangan, baru selesai sarapan ini🤭 biasalah emak-emak 😉 kerjaan nomer atu, urusan perut nomer sekian 😅

__ADS_1


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2