Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Datanglah padaku


__ADS_3

“Itu urusanku. Kau tidak berhak ikut campur. Dan sekarang ku minta, jauhi keluarga ku, terutama Alex! Cukup sampai di sini kau mengusik menantuku itu. Kalau kau melakukannya lagi, maka...,” seru Tuan Harvey.


“Maka apa? Anda akan melenyapkan ku, begitu? Yah, Anda sangat mampu melakukan hal tersebut, tapi apa Anda tahu apa akibatnya?” sela Liana.


Gadis itu benar-benar tak mau kalah dan terintimidasi oleh orang lain. Dia akan terus menantang dan melakukan serangan psikologis, yang akan membuat lawan bimbang dan akhirnya menyerah.


Dia kini tak memandang sama sekali ke arah Bob Harvey. Fokusnya terus ke depan, meski pandangannya menerawang entah ke mana. Sedangkan pria tua itu tampak geram karena kata-katanya berani disela oleh gadis itu.


“Bukankah kita sudah memiliki kesepakatan sebelumnya? Kau akan membiarkan aku untuk terus bersama dengan Alex, dan sebagai gantinya, aku akan membuat dia mau bertahan di sini untuk menggantikan Anda. Secara tidak langsung, aku menjadi rantaimu yang mengikat Alex agar tetap di sini.


“Bayangkan jika tiba-tiba aku menghilang? Aku pastikan dia akan kembali kabur dari Anda, karena rantainya terlepas."


"Satu hal lagi, Anda tahu dengan jelas siapa yang akan memegang posisi Presdir jika Alex tak ada, dan hal itulah yang membuat Anda ingin agar dia mau kembali ke keluarga Harvey, sekaligus memastikan keamanan Anda sendiri di masa tuamu. Bukan begitu, Tuan Harvey? Anda takut menjadi orang tua renta yang tak berdaya setelah pensiun, bukan?” lanjut Liana.


“Kau...,” ucap Tuan Harvey geram.


Liana akhirnya menoleh dan melihat dengan tatapan tajam dan wajah yang dingin, sama seperti saat dia tengah menghadapi semua musuhnya.


“Aku tidak akan membiarkan siapa pun menghalangi rencana balas dendam ku. Jika Anda khawatir nama baik Lunar Gruop tercemar, aku pastikan itu hanya untuk sesaat dan Anda akan mendapatkan keuntungan lain dari hal ini. Perlu Anda ketahui, aku tak akan pernah melakukan sesuatu hal yang tak bisa ku tangani. Anda bisa pegang kata-kata ku,” pungkas Liana.

__ADS_1


Bob Harvey nampak diam. Wajahnya masih merah padam karena emosi pada gadis itu. Namun, logikanya masih berfungsi dan membiarkan pembicaraan ini dimenangkan oleh Liana.


“Menggelikan! Apa omongan gadis ingusan sepertimu bisa dipercaya?” ejek Bob Harvey.


“Tunggu dan lihatlah! Karena bagaimana pun, Anda tidak punya pilihan lain selain membiarkanku melakukan semua kekacauan ini,” sahut Liana penuh percaya diri.


Bob Harvey tak bisa lagi menyanggah perkataan Liana. Gadis itu terlalu pintar berdebat dan teliti sebelum bertindak, sehingga argumen dan kata-katanya tak akan pernah meleset dan kena tepat sasaran.


Jack yang mengemudi di depan pun tak luput dibuat menyerah dengan perkataan Liana yang penuh intimadasi, bahkan di depan seorang Bob Harvey sekalipun.


Setelah selesai berbicara, tak ada percakapan apapun lagi diantara mereka berdua. Bob Harvey meminta Jack untuk mengantarkan Liana kembali ke area proyek Paradise.


...👑👑👑👑👑...


“Kenapa kau mengajakku kemari? Apa kau sengaja membuat orang-orang melihat kita bersama, dan bergosip tetang kita?” ucap si wanita.


“Ayolah, Em. Aku mengajakmu kemari untuk bersantai sejenak. Aku yakin kau ini sedang stres, bukan?” ucap si pria.


Mereka berdua tak lain adalah Amber dan juga Moses. Wanita itu meminta bertemu dengan pria tersebut, setelah melihat berita di surat kabar dan media sosial internet pagi ini.

__ADS_1


Awalnya, Amber meminta bertemu di yayasan amal Xing Ping seperti biasa, akan tetapi Moses justru mengajaknya untuk bertemu di restoran tersebut.


“Apa yang sudah kau lakukan? Kenapa berita seperti itu bisa sampai muncul? Apa kau benar-benar sudah menghabisi gadis itu, hah?” cecar Amber.


Wanita itu benar-benar meradang karena ketidak becusan Moses, dalam menjalankan perintahnya. Terlebih lagi karena berita hari ini. Meskipun itu hanya opini publik, namun Amber tak ingin satu hal pun yang akan merusak citra baiknya dimata umum muncul ke permukaan.


Rahasia ini merupakan aib yang besar untuknya, hingga dia tak ingin ada orang lain yang tau atau bahkan mencari tahu kebenaran akan hal tersebut.


“Apa kau akan terus seperti ini, Em? Apa kau tidak lelah? Kau bisa meletakkan semua bebanmu itu dan pergi kepadaku. Kita bisa hidup bahagia bersama, bertiga dengan putri kita,” ucap Moses.


“CUKUP!”


.


.


.


.

__ADS_1


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2