
“Amber Callister! Carikan semua informasi tentang dia sekarang juga!” seru Liana yang membuat Chip bungkam seketika.
Sang hacker menghentikan gerakan jemarinya, yang sedari tadi terus menari di atas tombol keyboard yang ada di depannya.
Dia menoleh ke arah di mana Liana berdiri saat ini.
“Apa kau yakin mau mencari seseorang dari keluarga Callister? Apa kau tahu siapa mereka?” tanya Chip.
“Aku hanya tahu bahwa dia adalah seorang putri bangsawan. Kenapa? Apa kau tak mampu? Jadi, hacker andalah geng terhebat di Grey Town, tak bisa mencari tahu orang seperti ini? Benar-benar tidak berguna!” ucap Liana memprovokasi.
“Hei, Kakak ipar. Meskipun kau ini kekasih bos ku, tapi kau tak bisa seenaknya menghinaku seperti itu. Aku hanya bertanya saja, apa kau tau keluarga itu atau tidak. Asal kau tau, Callister itu adalah salah satu keluarga bangsawan di kerajaan Ratu Elisa. Kerajaan ini sangat ketat. Bisa saja orang yang kau cari itu informasinya telah dirahasiakan, kecuali jika dia memiliki profesi yang memang selalu berhubungan dengan publik,” jelas Chip panjang lebar.
“Jadi, kau bisa menemukannya atau tidak?” tanya Liana dengan tatapan merendahkan.
“Hah... Baiklah. Akan ku coba agar kau tak merendahkan ku seperti itu lagi,” sahut Chip.
Sang hacker itu terlihat mulai kesal dengan Liana, karena sikap gadis itu yang begitu arogan dan suka memprovokasi.
Chip pun kembali menggerakkan jemarinya di atas keyboard, dan mulai mencari orang yang dicari oleh Liana.
Sedangkan Liana, gadis itu masih berdiri di tempat. Dia mengedar mencari kursi untuk duduk, namun sayangnya tak ada. Sejak berada di dalam mobil, dia merasa sedikit pusing. Mungkin karena dia sempat menceburkan diri ke laut dan membuatnya basah untuk beberapa saat.
Akhirnya, dia memilih berjalan ke arah Chip, dan bersandar di salah satu sisi dinding yang kosong, tepat di belakang hacker itu.
Beberapa kali Liana menggeleng-gelengkan kepalanya, untuk menghilangkan pusing yang sedang dideritanya. Akan tetapi tak berhasil, dan justru semakin lama kepalanya semakin berat.
__ADS_1
Tenggorokannya pun mulai terasa kering. Begitu pula bibirnya.
Dia masih berdiri di posisinya, hingga tiba-tiba seseorang kembali mengetuk pintu dengan nada yang aneh.
Chip terdengar mencebik kesal dan menekan sebuah tombol yang membuat pintu terbuka.
Tiba-tiba, Long muncul dan masuk begitu saja ke dalam sana. Dia melihat Liana sedang berdiri bersandar pada dinding di belakang Chip, dengan wajah yang begitu pucat.
“Kakak ipar! Apa kau baik-baik saja?” tanya Long.
“Aku baik-baik saja. Kau diamlah! Jangan ganggu dia bekerja!” seru Liana.
Suaranya semakin terdengar lemah, seiring rasa pusing yang semakin lama semakin membuat pandangannya kabur.
“Apa yang sedang kau lakukan, Chip?” tanya Long.
Nampak sang hacker membuka perangkat lunak pencarian super canggihnya, untuk mengantisipasi kendala dalam pencarian tersebut, mengingat siapa yang akan di carinya kali ini.
Cukup memakan waktu hingga sekitar lima menit untuk mempersiapkan perangkat tersebut hingga siap pakai.
Namun, baru saja selesai mengetikkan nama yang dimaksud, seketika informasi muncul dengan sangat cepat.
“Waw!” gumam chip.
Liana dan Long penasaran dengan reaksi sang hacker, dan mendekat ke arahnya. Di sana, Chip kemudian keluar dari perangkat lunak tersebut, dan membuka situs pencarian biasa di internet yang sering dipakai oleh masyarakat umum.
__ADS_1
Dia kembali mengetikkan nama Amber Callister di sana, dan seketika semua informasi pribadi, artikel bahkan fotonya muncul di sana.
“Kau beruntung, Kakak ipar. Orang yang kau cari rupanya seseorang yang tidak eksklusif,” ucap Chip.
Dia menunjukkan semua artikel yang berhasil didapat melalui situs pencarian tersebut.
“Amber Callister Harvey... Harvey? Chip! Aku mencari Amber Callister, apa benar ini orangnya? Kenapa... Kenapa ada nama Harvey di belakang namanya?” cecar Liana.
Long yang juga tahu nama keluarga tersebut, kemudian mengambil alih mouse dari tangan Chip, dan membuka salah satu artikel yang memuat tentang data diri wanita itu.
Matanya melebar kala melihat siapa dia sebenarnya. Liana yang ikut melihat hal itu pun seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Ini... Ini... Tidak mungkin... Ini...,” ucap Liana terbata.
Dia tak mampu lagi menuntaskan kata-katanya, karena kondisinya semakin memburuk. Gadis itu jatuh pingsan di ruangan hacker andalan geng Jupiter, dan membuat panik semua orang yang ada di sana.
.
.
.
.
Yah pingsan... yah... siuman nya besok lagi ya🤭soalnya hari ini sampe sini dulu, bestie😁🙏
__ADS_1
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘