Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Restoran pangsit


__ADS_3

Setelah mengunjungi Amber di penjara, Liana dan Falcon kembali masuk ke mobil hendak melanjutkan perjalanan. Akan tetapi, Liana nampak memijat pangkal hidungnya beberapa kali, sambil memejamkan mata dengan kening yang berkerut.


Falcon melirik jam di pergelangan tangannya, dan menyadari bahwa saat ini sudah lewat jam makan siang. Dia pun mematikan kembali mesin mobilnya dan melepas seatbelt.


Liana yang merasakan jika mobil kembali diam pun menoleh ke sekeliling, dan negakkan duduknya yang sedari tadi terus bersandar.


“Kenapa tidak jadi pergi?” tanya Liana.


“Ini sudah jam dua siang, dan kau belum makan apapun sejak kita pergi. Masih ada tempat yang ingin kau kunjungi lagi bukan?” ucap Falcon.


Pria itu keluar terlebih dahulu dan berjalan memutar membukakan pintu untuk gadisnya.


Liana pun turun dari mobil dan menggandeng lengan sang kekasih.


Mereka berdua masuk ke dalam restoran dan duduk di kursi yang berada di tengah ruangan. Tempat tersebut benar-benar ramai hingga mereka tak bisa memilih tempat duduk yang nyaman.


“Bibi! Kami pesan dua porsi!” teriak Falcon.


Liana yang mendengar cara pesan yang aneh itu pun seketika bertanya pada pria di depannya.


“Memang apa yang kau pesan? Kenapa hanya mengatakan jumlah porsinya saja?” tanya Liana.


“Ini adalah restoran yang hanya menyajikan menu pangsit saja. Tapi, pangsit di sini rasanya sangat lezat. Lihat saja pengunjungnya,” jawab Falcon.

__ADS_1


“Ohh... Kenapa aku belum pernah datang ke tempat ini sebelumnya? Apa kau sering datang kemari, Honey?” tanya Liana.


“Kau baru pertama kali datang ke penjara kan?” tanya Falcon balik.


Liana mengangguk cepat.


“Itulah alasannya kau tak pernah datang kemari. Lihatlah! Lokasinya masih berada di dalam komplek Golden Jail,” jawab Falcon.


Liana pun mengedarkan pandangan dan melihat bahwa pengunjung di sana kebanyakan adalah petugas lapas dan juga beberapa warga sipil yang sengaja mampir.


“Apa kau sering kemari?” tanya Liana lirih.


“Apa kau lupa pekerjaanku yang dulu?” tanya Falcon balik.


Gadis itu bahkan sampai menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan.


Falcon seketika memukul kepala gadis itu dengan menggunakan sebuah sumpit, hingga Liana memekik kesakitan dan mengusap kepalanya yang terasa nyeri.


“Sakit, Honey. Ini namanya kekerasan dalam percintaan,” ucap Liana.


Falcon pun terkekeh mendengar ucapan Liana yang asal-asalan itu.


“Kau ini lupa siapa aku? Aku bosnya. Catatan kriminal ku bersih. Aku kemari karena mengeluarkan anak buahku. Kebetulan aku dekat dengan salah satu petugas di sini. Dia yang memberitahukan ku bahwa ada restoran pangsit yang lezat di tempat seperti ini,” ungkap Falcon nyaris berbisik.

__ADS_1


“Ohhhhh...,” gumam Liana.


Seorang pelayan menyela dan menyajikan dua porsi pangsit kuah yang panas dan lezat. Sangat cocok untuk dimakan di tengah udara yang dingin seperti sekarang ini.


Karena di sana adalah kawasan hukum, sehingga restoran tersebut tak menyediakan minuman beralkohol. Hanya ada teh jahe saja yang juga bisa menghangatkan tubuh.


Falcon dan Liana sama-sama menikmati semangkuk pangsit yang lezat itu. Kuah pangsit dan teh yang mengandung jahe, membuat tubuh seketika menjadi hangat.


Seusai makan, mereka berdua pun kembali masuk ke mobil. Mereka akan menuju ke sebuah tempat yang masih dirahasiakan oleh Liana.


“Jadi, Nona cantik. Kemana tujuan kita selanjutnya?” tanya Falcon.


“Mengunjungi ibuku,” sahut Liana.


.


.


.


.


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2