
Di belakang kediaman Harvey, terdapat sebuah hanggar pesawat yang sangat besar. Di dalamnya terdapat tiga buah balon udara untuk rekreasi sekitar kediaman tersebut, sebuah helicopter untuk perjalan jarak dekat, serta sebuah pesawat jet pribadi dengan fasilitas super mewah milik Lunar Group.
Saat ini, nampak seorang kapten denan co-pilotnya sedang mempersiapkan perjalanan, yang akan dilakukan oleh sang calon pewaris dari klan pemegang setengah kekuasaan di Empire State.
Tak lupa juga dua orang awak kabin pun tengah mempersiapkan segala keperluan, yang dibutuhkan penumpang beserta awak selama perjalanan.
“Bagaimana, Cap? Apa sudah siap?” tanya Jack yang saat itu berada di dalam pesawat.
Asisten Tuan Harvey itu tengah mengecek ke dalam ruang kendali, dan memastikan jika semua sudah selesai dipersiapkan dengan baik.
“Anda bisa memanggil Tuan muda ke-lima untuk kemari, Tuan Jack. Sebentar lagi pesawat akan siap tinggal landas,” jawab sang pilot.
“Baiklah,” sahut Jack.
Jack pun kemudian turun dan menelepon seseorang yang saat ini berada di dalam istana Sky Castle.
Dia memberitahukan bahwa pesawat akan segera siap, dan meminta mereka membawa Falcon dan juga Liana ke hanggar.
...👑👑👑👑👑...
Terdengar sebuah ketukan di pintu kamar tamu Liana. Falcon pun beranjak dari duduknya dan membuat Liana bangun dan duduk bersandar di head board.
Pria itu berjalan ke arah pintu dan membukanya.
__ADS_1
“Ada apa? Apa semuanya sudah siap?” tanya Falcon
“Tuan Jack meminta Anda untuk datang ke hanggar sekarang juga. Pesawat sebentar lagi akan siap,” ucap sang pengawal.
“Baiklah,” sahut Falcon.
Dia berbalik dan kembali menghampiri gadisnya.
“Apa kau masih lelah? Pesawat akan segera siap. Kalau kau mau, kau bisa melanjutkan tidurmu di dalam pesawat,” ucap Falcon.
Liana tersenyum dan hanya menyahut dengan anggukan.
Gadis itu pun kemudian bangkit dan mengambil tas punggungnya yang berada di atas sofa. Falcon merangkul pundak gadisnya dan membawanya menuju ke taman belakang.
Dari sport center, mereka melewati kandang kuda, serta taman bunga yang luas lengkap dengan air terjun buatan yang indah. Dan di paling belakang dan ujung, terdapat sebuah bangunan yang besar, serta padang yang luas dan landasan panjang yang biasa digunakan untuk keluar masuk kendaraan udara milik kediaman itu.
Seorang pengawal mengendarai mobil mini tersebut dan mengantarkan pasangan itu menuju ke pesawat, yang tengah berada di tengah landasan.
“Silakan, Tuan muda. Semuanya sudah siap,” ucap Jack yang sudah menunggu di sana.
“Terimakasih, Jack. Aku bisa mengurusnya mulai dari sini,” seru Falcon.
Jack menyerahkan sesuatu kepada Falcon. Sebuah shopping bag kecil dengan isi yang berbentuk seperti box.
__ADS_1
“Ini pesanan Anda. Sudah saya siapkan dan mohon maaf, ada pelacak di dalamnya untuk berjaga-jaga dalam situasi darurat,” ucap Jack.
“Terserah kalian saja. Aku ambil ini,” sahut Falcon.
Pria itu kembali menoleh ke arah gadisnya.
“Ayo naik,” seru Falcon lembut.
Liana pun mengangguk. Mereka berjalan meninggalkan Jack yang masih berdiri di tempat, seraya membungkuk memberi hormat kepada kedua orang tersebut.
.
.
.
.
Hai bestie, sarapan datang🤭dikit aja ya, aku tau kok kalian lagi pada diet😅
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘
__ADS_1