Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Makan siang


__ADS_3

Seusai rapat, Liana memenuhi janji dengan Falcon, untuk menemui pria itu di restoran yang berada di seberang gedung The Palace.


Jalan di depan cukup lebar meski hanya ada jalur satu arah. Meski begitu, tetap ada lampu lalu lintas dan tempat penyeberangan untuk pejalan kaki yang hendak menyeberangi jalan.


Liana keluar dari gedung The Palace dan melihat ke arah seberang. Di sana, dia langsung bisa melihat keberadaan Falcon yang memang tengah duduk di teras sebuah restoran, tepat di bawah pohon rindang.


Pria itu sengaja mengambil meja yang ada di luar, sehingga bisa memberi tahu Liana tentang keberadaannya.


Falcon melambai ke arah gadisnya begitu ia melihat Liana keluar dari gedung. Gadis itu pun balas melambai dan bergegas menuju ke tempat penyeberangan.


Sesampainya di seberang, Falcon berdiri menyambut kekasihnya itu dan menarikkan sebuah kursi untuknya.


“Terimakasih,” ucap Liana.


“Nevermind,” sahut Falcon.


Pria itu pun kembali duduk di tempatnya.


“Kau mau pesan apa? Di sini ada pasta yang sangat enak. Apa kau mau coba?” tawar Falcon.


“Baiklah. Mari coba rekomendasi mu,” sahut Liana.


Falcon pun memanggil salah satu pelayan dan memesankan dua porsi pasta spesial andalan restoran tersebut, dan semangkuk salad buah serta red velvet sebagai dessert.

__ADS_1


Untuk minuman, Liana lebih memilih minuman dingin dengan sedikit soda, sedangkan Falcon dengan kopi hangat.


Setelah memesan, mereka nampak berbincang santai sambil menikmati suasana restoran, yang dinaungi sebuah pohon besar di bagian depannya, sehingga membuat restoran tersebut juga menyediakan meja di bagian depan, mengingat area tersebut yang cukup rindang.


“Kota ini cukup tertib dengan aturan dan hukum yang benar-benar dijalankan. Di Samping itu, perekonomian berkembang pesat setiap harinya. Sangat berbeda dengan di Grey Town. Tapi, kenapa menurut mu tempat ini lebih berbahaya dari pada di sana?” tanya Liana.


“Bagaiman kau bisa tau kalau aku berpikir tempat ini berbahaya?” tanya Falcon.


“Dari setiap sikapmu, sejak saat pertama kali aku hendak kemari, sampai kemarin. Semua yang kamu lakukan dan ucapkan seolah mengatakan bahwa tempat ini berbahaya, dan kau tidak rela aku berkeliaran di sini seorang diri.”


“Jika diingat, kau bahkan rela mengikuti ku kemari, dan berakhir tertangkap oleh kakekmu. Bukan begitu?” ucap Liana mengalisis.


“Setiap tempat memiliki sisi gelap masing-masing. Jika kau melihat Grey Town, tempat itu terlalu gelap, meski ada sisi terang di sana. Sama halnya di kota-kota lain. Ada aturan tak tertulis yang selalu berlaku di setiap tempat, begitu pun di tempat ini. Aku hanya tidak ingin kau mengalami sesuatu yang buruk karena kurangnya wawasan mu tentang tempat baru,” jelas Falcon.


Falcon menggeleng, “Bukan. Tapi lebih tepatnya kau masih sangat polos. Yang bisa kamu lihat hanyalah sisi yang jelas terlihat dari sebuah tempat. Sedangkan aku sudah sangat hapal dengan kedua sisi baik gelap maupun terang dari seluruh kota di negeri ini,” Jelas Falcon.


Pesanan keduanya pun datang, membuat Liana urung melanjutkan pertanyaannya. Dua piring pasta dan semangkuk salad buah serta red velvet telah dihidangkan lengkap dengan minuman pesanan masing-masing.


“Kita lanjutkan sambil makan. Aku yakin setelah ini kau akan sibuk dengan timmu,” seru Falcon.


Liana hanya mengangguk dan mulai mengambil sebuah serbet dan meletakkannya di atas paha. Dia pun mulai dengan meminum minuman segarnya, dan berlanjut mencicipi pasta rekomendasi dari Falcon.


“Ehm... Rasanya lumayan. Aku suka,” ucap Liana.

__ADS_1


“Baguslah kalau kau suka. Habiskan. Kalau mau, kau bisa pesan lagi nanti,” seru Falcon.


“Tidak. Terimakasih. Makanan penutup yang kau pesankan ini pun sudah pasti akan membuatku kekenyangan,” sahut Liana.


“Tidak usah malu. Aku tahu nafsu makanmu cukup besar,” goda Falcon.


“Hish! Kau ini. Oh iya, apa kau masih tinggal di Sky Castle bersama keluargamu?” tanya Liana.


Falcon terdiam. Gerakannya tiba-tiba terhenti saat Liana bertanya demikian.


.


.


.


.


Nah lho, napa tuh bang🤔


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2