
Di sebuah ruangan bercahaya temaram, sinar mentari mencoba menerobos celah di balik tirai tebal yang menutupi jendela. Sepasang insan masih terlihat lelap saling berpelukan.
Nampak sang wanita mulai terusik oleh suara bisingnya kendaraan di luar sana, serta sinar mentari yang begitu terik mencoba menyinari seisi kamar yang temaram itu.
“Eehhmm,” erangnya saat mulai terbangun.
Dia menggeliat dan mulai merentangkan tangan untuk meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Matanya seketika terbuka, saat sebelah tangannya terasa menyentuh seseorang.
Dia pun menoleh ke samping dan bertapa terkejutnya dia, melihat seorang pria tengah tertidur di sampingnya, terlebih dalam kondisi bertelanjang dada.
Sejurus kemudian, dia pun memandangi dirinya.
Kenapa bisa begini? Apa semalam aku..., batin si wanita.
Dia kemudian perlahan mengintip ke dalam selimut, dan seketika itu juga dia menjerit, karena mendapati tubuh mereka berdua sama-sama polos, dan hanya terbalut selimut yang sama.
“Aaaarggghhhh!” pekiknya.
Hal itu sontak membuat si pria terbangun, dan ikut terkejut dengan teriakan wanita tadi.
“Ada apa? Kenapa berteriak?” tanyanya panik.
Pria itu bangun dan duduk di samping si wanita. Sedangkan wanita itu, dia menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya sampai ke bagian leher.
“Apa yang kau lakukan padaku semalam?” tanyanya pada si pria.
“Maafkan aku, Nona Yu. Semalam kau mabuk. Aku...,” ucap si pria.
“Apa yang kau lakukan?” pekiknya histeris.
“Jessica, aku bisa jelaskan. Aku akan bertanggung jawab. Tenanglah!” ucap si pria.
Dia meraih tangan wanita yang ternyata adalah Jessica, dan mencoba menjelaskan kejadian semalam.
“Kau mabuk, dan seorang pria hendak membawamu kemari untuk bersenang-senang, akan tetapi aku berhasil membuatnya pergi. Namun, kau sudah sangat mabuk dan menyerang ku terlebih dulu. Aku... Aku ikut hanyut, Jessy. Maafkan aku. Tidak seharusnya aku menurutimu,” ucap pria itu.
Jessica terlihat menangis. Si pria pun kemudian membawa Jessica ke dalam pelukannya, dan mencoba menenangkan wanita itu.
“Aku takut pulang, Damian. Aku takut kakek akan marah padaku,” ucap Jessica.
Semalam, ternyata dia telah bercinta dengan Damian Li, saat kondisinya dalam pengaruh alkohol.
“Tenanglah. Aku pasti akan bertanggung jawab atas kejadian semalam. Aku akan datang dan memintamu kepada Tuan Wang,” ucap Damian.
Jessica melonggarkan pelukannya, dan mendongak melihat wajah pria yang telah tidur dengannya itu.
“Benarkah?” tanya Jessica.
“Tentu saja. Aku bukan pria brengsek yang akan begitu saja meninggalkan wanita setelah berhubungan,” ucap Damian.
__ADS_1
Dia kembali membawa Jessica masuk ke dalam dekapannya, dan terus meyakinkan wanita itu.
“Terimakasih,” sahut Jessica.
Dia semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang pria tersebut.
Bagus. Setidaknya aku bisa mendapatkan pria kaya yang bisa membuat hidupku tidak akan kesulitan lagi, meski pak tua itu mengusir ku nanti, batin jessica.
Dia tak tau, jika dibalik punggungnya, Damian tengah menyeringai penuh kelicikan, saat memeluk dan mengusap-usap punggung polosnya.
Nasibku ternyata sangat mujur. Selain mendapatkan wanita cantik, aku juga akan dengan mudah masuk ke dalam perusahaan Wang tanpa harus bersusah payah. Tuang Wang tak mungkin akan membuang cucunya hanya karena kejadian ini bukan, batin Damian.
Setelah mereka sama-sama terbuai dengan rencana licik masing-masing, kini keduanya pun memutuskan untuk mulai berkencan. Pagi itu, baik Damian maupun Jessica, tak ada yang berencana untuk pergi secepatnya dari motel tersebut, melainkan kembali memadu kasih di dalam kamar remang-remang itu.
Setelah jam sembilan pagi, barulah keduanya bersiap pulang. Damian berencana untuk pergi bersama kekasih barunya itu, ke rumah besar kediaman keluarga Wang, untuk mengantar Jessica pulang, serta menjelaskan kejadian tadi malam antara dirinya dan juga wanita itu.
Damian kali ini bersikap selayaknya pria sejati, dan berusaha pasang badan melindungi wanitanya. Meski sebenarnya, dia memliki maksud terselubung.
Keduanya mengendarai mobil masing-masing, karena memang, baik Jessica dan Damian membawa mobil mereka saat tak sengaja menginap di motel bersama.
Setelah sampai di depan pagar mansion, Jessica terlebih dulu masuk, dan membiarkan pintu tetap terbuka sampai Damian ikut masuk.
Keduanya memarkirkan mobil di halaman, dan berjalan bersama menuju ke rumah besar itu.
Mata Damian dibuat silau oleh megahnya bangunan tersebut, ditambah deretan mobil mewah yang terpajang di tempat parkir.
Halaman luas serta pemandangan sekeliling yang membuat hunian itu terkesan misterius, membuat ketamakan Damian menjadi-jadi.
Dia menggandeng tangan Jessica dan tersenyum begitu hangat pada wanita itu. Jessica nampak cemas untuk masuk dan menghadapi Kakek Joseph. Sangat jelas terlihat di dalam sorot matanya.
“Tenanglah. Aku ada bersamamu,” ucap Damian.
Jessica mengangguk. Dia kemudian berjalan bersama ke arah pintu dan mengetuknya beberapa kali.
Seorang pelayanan membukakan pintunya dan mempersilakan masuk.
Baru saja berjarak satu langkah dari pintu, sebuah suara mengagetkan keduanya.
“Dari mana saja kamu, Jessica?” tanya suara berat yang terdengar penuh emosi itu.
Kedua orang yang baru datang pun menoleh dan melihat jika Kakek Joseph sedang duduk di sebuah kursi, bersama Caroline yang terlihat berlutut di hadapan pria tua itu, dengan wajah lebam dan penampilan yang tak beraturan.
Jessica seketika melepas genggaman tangan Damian, dan menghampiri ibunya di sana.
“Bibi. Kenapa Bibi duduk di sini? Apa yang sedang terjadi?” tanya Jessica.
“Kemana saja kau semalaman? Kenapa pulang-pulang malah membawa pria asing kemari?” tanya Joseph dengan suara beratnya.
Damian maju menghadap kakek Joseph, dan bertindak seperti seorang pria sejati. Dia berlutut dari tempatnya dan mengungkapkan apa yang terjadi antara dirinya dan Jessica semalam.
__ADS_1
Hal itu sontak membuat kakek Joseph naik pitam. Kakek tua itu marah, dan mengepalkan tangannya kuat-kuat.
“Jadi maksudmu kemari, kau ingin bertanggung jawab pada cucuku? Siapa kau berani-beraninya menyentuh dia? Orang tak jelas sepertimu sangat tidak layak untuknya. Pergilah. Jangan mimpi untuk diterima di sini!” usir Kakek Joseph.
“Tapi, Tuang Wang, saya ...,” ucap Damian.
“Jimmy!” sela Kakek Joseph.
Dia memnaggil sangat asisten untuk membawa keluar pria yang datang bersama Jessica itu dengan kasar.
Beberapa pria datang dan menyeret Damian pergi. Sementara itu, Jessica histeris, karena kakeknya tak membiarkan Damian bertanggung jawab atas dirinya.
“Kakek! Kami saling mencintai! Kenapa kakek tega membuatku seperti ini? Dia sudah mau kemari dan bertanggung jawab. Kenapa Kakek malah mengusirnya?” teriak Jessica.
PLAAAK!
Sebuah tamparan tepat mengenai pipi kiri wanita itu. Caroline yang berada di samping Jessica pun begitu terkejut, melihat Tuan Wang yang bahkan tega memukul cucu yang baru saja ditemukannya.
“Sudah cukup kau mempermalukan ku, Jessy. Jangan tambah dengan cinta bodohmu dengan pria licik itu!” ucap Joseph.
“Dia tidak licik, Kek. Dia pria baik yang sudah menolongku dari laki-laki hidung belang,” tepis Jessica.
“Pria baik mana yang memanfaatkan gadis mabuk dan menidurinya, hah?” sanggah Kakek Joseph.
Jessica tercengang mendengarkan pendapat dari kakek tua itu atas kejadian semalam. Dia bahkan tak berpikir ke sana, terlebih saat Damian dengan mudahnya langsung mau bertanggung jawab atas dirinya.
“Apa kamu tidak sadar yang diucapkan pria itu tadi? Dia seolah-olah melimpahkan semua kesalahan padamu sejak awal. Dia memang mengakui perbuatannya, tapi tidak kah kau tau, kalau dia terus menekankan kondisimu yang mabuk dan memaksanya melakukan perbuatan haram itu? Apa kau tidak bisa berpikir rasional sedikit pun?” cecar Kakek Joseph.
Tepat saat itu, Liana masuk dan berdiri di tengah-tengah kekacauan tersebut.
Dia yang tak tau apa-apa, tiba-tiba hendak diserang oleh Jessica, namun dengan cepat menghindar dan justru membuat wanita itu jatuh tersungkur.
“Ini semua karena dia, Kek! Ini semua salahnya!” tuding Jessica.
.
.
.
.
Maafkan othor guys🙏bukan agak malem tp malah malam sekali😅disini jam dua pagi dan aku baru selesaikan bab ini😄🙏maafkan daku ya🤧
rupanya othor masih jadi manusia biasa yang tak luput dari lelah, letih, lesu, lupa, laper😅semalem ketiduran gara-gara capek habis ikut jalan santai🤭baru ngetik beberapa kata hp udah jatuh ke kasur aja alias ketiduran😅
sekali lagi mohon maaf, semoga kalian mau baik hati kasih kembang setaman buat othor biar semangat😁
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar yah😘