Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Gangguan


__ADS_3

Sesampainya di atas,  mereka terkesima dengan apa yang ada di depan mata. Pemandangan dari ketinggian memang selalu bisa membuat siapa pun terpana. Di saat itu, Liana sengaja berjalan ke arah sisi gedung, Di sana juga ada setumpuk besi yang sedang diikatkan oleh seorang pekerja pada tali yang akan di bawa turun dengan menggunakan crane.


Liana naik ke atas tumpukan besi itu, dan berpegang pada tali.


“Nikmati pemandangan indah ini, Tuan dan Nona. Karena ini adalah akhir dari tur kita, maka saya undur diri. Semoga kalian bisa turun dengan selamat. Selamat tinggal,” ucap Liana.


Saat tamunya itu menoleh, Liana telah jauh menggantung dengan besi yang dibawa mesin crane. Bahkan pekerja yang mengikatkan besi tadi pun ikut turun dengan cara Liana.


Lusy dan pria sok tau itu nampak kebingungan karena tak tau cara untuk turun ke bawah. Mereka berteriak meminta agar Liana kembali, namun gadis itu justru tertawa terbahak-bahak melihat tamu tak diundangnya kalang kabut.


Sementara di bawah sana, pengawal Lusy tak satu pun yang tau jika Nona manja mereka hampir menangis karena takut. Di ketinggian puncak gedung yang belum jadi, tak ada pagar pembatas dan apapun bisa saja terjadi di sana.


Sekeras apapun Lusy berteriak, tak ada yang bisa mendengar mengingat jarak mereka yang cukup jauh.


Sedangkan Liana, gadis itu turun dengan selamat di tempat yang sedikit jauh dari gedung terakhir tadi.


“Rupanya cara mu mengerjai orang masih saja sama,” ucap seseorang.


Liana menoleh karena merasa tak masing dengan suaranya. Benar saja, senyumnya seketika terbit saat melihat kehadiran orang tersebut.


“Chris?! Kapan kau datang?” tanya Liana.


“Bagaimana kalau kita minum kopi sambil mengobrol?” ajak Christopher.


“Baiklah. Kebetulan aku baru selesai bertugas jadi seorang pemandu wisata dadakan. Cukup melelahkan dan aku butuh gula,” sahut Liana.


Keduanya pun pergi dari area pembangunan. Liana menyerahkan semua masalah di sana kepada mandor atau penanggung jawab lapangan.


Mereka berdua kemudian pergi keluar dari area proyek, tanpa mempedulikan Lusy yang masih berteriak minta tolong dari atas gedung.


“Apa dia akan baik-baik saja?” tanya Christopher.


“Jika kau khawatir, tolong saja gadis sombong itu,” sahut Liana.


Gadis itu menekan tombol kunci jarak jauh, dan bergegas masuk ke dalam mobilnya. Namun, baru saja dia membuka pintu, pemuda itu sudah lebih dulu mausk dan duduk di kursi kemudi.


“Jadi, apa kau urung membantu gadis sombong itu?” tanya Liana.


“Sepertinya, gadis sombong memang pantas mendapat pelajaran seperti itu. Biar aku yang menyetir,” seru Christopher.


Liana melempar kunci pada pemuda tersebut, sedangkan dia berjalan memutar dan duduk di kursi penumpang depan.


Mobil pun melaju membawa mereka menjauh dari tempat berdebu itu.


“Kemana saja kau selama ini? Kudengar kau pulang ke rumah,” tanya Liana.


“Dari mana kau tau?” tanya Christopher.


“Wartawan Liem yang memberitahuku,” sahut Liana.


“Bagaimana kau bisa bertemu dengan seniorku?” tanya Christopher.


“Kebetulan kami tak sengaja bertemu di Golden Daily. Waktu itu aku mencarimu untuk menanyakan soal lahan Golden Hospital lagi. Aku khawatir ada hal yang terlewat yang belum ku ketahui,” jawab Liana.

__ADS_1


“Semua barang-barangku disimpan oleh senior. Jika kau mau, aku akan coba mencari setiap artikel terkait lahan tersebut,” sahut Christopher.


“Benarkah? Tapi, pasti tidak gratis bukan,” terka Liana.


“Gadis pintar,” puji Christopher.


“Katakan apa mau mu?” tanya Liana.


“Seperti biasa. Hanya ingin makan malam bersama saja. Terakhir kali, ada penggangu yang datang. Kau ingat?” tanya Christopher.


Liana nampak berpikir, mencoba mengingat kejadiannya. Tiba-tiba, dia tersenyum menahan tawanya, kala mengingat Falcon yang tiba-tiba muncul dan mengacaukan makan malamnya dengan Christopher.


“Melihat kau tersenyum seperti itu, aku yakin kau sudah ingat,” terka Christopher.


“Baiklah. Baiklah. Mari kita makan malam bersama. Tapi kuharap, saat itu kau juga membawakan apa yang ku minta. Karena ku yakin, kau juga harus segera kembali bukan,” ucap Liana.


“Oke. Kapan kau ada waktu?” tanya Christopher.


“Bagaimana kalau besok malam?” tawar Liana.


“Oke. Deal,” sahut Christopher.


...👑👑👑👑👑...


Keesokan harinya, Liana yang telah membuat janji dengan Christopher, kini dalam perjalanan untuk menemui pemuda itu di sebuah restoran bergaya Garden resto.


Lampu-lampu taman yang menghiasi tempat tersebut, benar-benar membuat suasana terasa romantis.


Gadis itu telah tiba di tujuan. Meski di tempat yang begitu indah dan romantis, namun Liana tak lantas mengenakan gaun yang girly, melainkan out fit andalannya yaitu kemeja dengan inner putih polos, serta celan jeans. Tak lupa rambut yang dikuncir serta make up tipis.


Liana berjalan masuk dan bertanya pada seorang pelayan.


“Meja atas nama Christopher Chen sebelah mana ya?” tanya Liana.


Pelayan tersebut mencoba melihat ke papan buletin, di mana meja yang telah dipesan tertera di sana.


“Atas nama Christopher Chen ada di sebelah sana. Meja nomer empat belas,” jawab pelayan tadi.


“Terimakasih,” sahut Liana.


Gadis itu pun berjalan semakin masuk. Rupanya, Christopher telah lebih dulu sampai dan sudah duduk di tempatnya. Dia melambaikan tangan ke arah Liana, saat melihat gadis itu telah sampai.


“Kapan kau datang?” tanya Liana.


“Dari tadi,” sahut Christopher.


Pemuda itu hendak bangun dan menarikkan kursi untuk Liana, namun gadis itu langsung duduk begitu saja, membuat Christopher urung dan kembali duduk.


“Jadi, mana artikelnya?” tanya Liana.


“Kita makan dulu saja. Kebetulan aku sudah sangat lapar,” seru Christopher.


“Baiklah. Apa kau sudah pesan?” tanya Liana.

__ADS_1


Christopher mengangkat tangannya dan memanggil pelayan. Seorang pelayan datang dan memberikan dua buah buku menu kepada dua orang tersebut.


Setelah selesai memesan, keduanya nampak saling bercengkerama dan bertukar cerita. Namun, lebih banyak Liana yang menanyakan soal Christopher, dan membatasi pemuda itu untuk menyakan soal dirinya.


Tak berselang lama, makanan datang. Keduanya pun mulai menyantap hidangan yang sudah tersaji. Di tengah makan malam itu, tiba-tiba saja seseorang datang dan mengganggu acara tersebut.


“Chris. Rupanya kau di sini? Kenapa kau selalu menghindari ku?” keluh seorang gadis.


Christopher nampak risi dengan kehadiran gadis itu di tengah makan malamnya dengan Liana. Sedangkan sang penerus Wang Construction, tak sedikitpun peduli dengan adegan di depannya.


“Lusy, Sudah ku bilang aku punya urusanku sendiri, dan kau tidak berhak mencampurinya,” seru Christopher.


Gadis bernama Lusy itu pun melihat depan. Di sana dia melihat seorang gadis yang tengah makan dengan tenang bersama pemuda pujaannya.


“Hei, j*lang! Berani kau makan malam dengan pria ku! Tidak tau malu. Apa kau tidak bisa berkaca. Lihat dirimu, sangat tidak pantas makan malam dengan seorang pewaris perusahaan besar,” ucap Lusy dengan pongahnya.


Namun, Liana tak terganggu sama sekali. Dia justru semakin lahap memakan makanannya.


Lusy kesal. Dia pun akhirnya menggebrak meja hingga membuat Liana mengangkat wajahnya. Saat itu, Lusy sadar jika gadis di hadapannya adalah, gadis yang sama yang sudah mengerjainya tempo hari.


“Kau!” seru Lusy geram.


Tangannya meraih gelas di depan Christopher, namun gerakannya kurang cepat dan tiba-tiba.


BYUUUUR!


Liana lebih dulu menyiramkan air minum miliknya pada gadis sombong itu.


“Kau!” pekik Lusy.


Liana nampak mengelap bibirnya, dan melempar lap tersebut ke atas meja.


“Terimakasih atas makanannya. Sebaiknya kalian urus masalah kalian dulu. Aku tidak mau ikut campur,” ucap Liana.


Gadis itu pun berlalu pergi, membuat Christopher tak enak hati. Pemuda itu bangkit namun lengannya ditahan oleh Lusy.


Dengan kasar, Christopher menghempaskan pegangan Lusy dan berlari mengejar Liana, serta meninggalkan Lusy yang terlihat sangat kesal.


.


.


.


.


Eh, udah hari jumat aja nih bestie😁 semoga besok othor bisa up ya, soalnya rencana mau balik lagi, kali aja capek perjalanan 🙏


Kalo nggak up, mohon maaf ya, penginnya sih up terus😅lebaran juga tetep up🙈lihat besok aja deh ya😊kalau sempet aku up, kalo nggak kemungkinan baru up hari senin sekalian pengumuman even minggu kedua atau terakhir🙏


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2