Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Vasektomi


__ADS_3

Hampir empat bulan sejak kasus penculikan Liana muncul ke publik, dan menghebohkan seluruh lapisan masyarakat serta membuat nama beberapa orang menjadi buruan Warganet di situs pencarian populer.


Kini, babak akhir sidang kasus kejahatan Amber telah tiba. Pekan depan adalah sidang terakhir dengan agenda pembacaan putusan hakim mengenai hukuman yang akan diberikan kepada para terdakwa, baik Amber maupun Moses.


Akhir pekan ini, Liana kembali menginap di kediaman Dream Hill. Selain untuk mengunjungi sang kakek, sekaligus juga untuk menghadiri sidang putusan hakim di hari senin pekan depan.


Liana nampak duduk di balkon kamarnya, sambil memandang ke arah danau yang ada di belakang rumah.


Tiba-tiba, Falcon datang dan memakaikan selimut kepada sang istri. Liana menoleh dan tersenyum ke arah suaminya.


“Udara masih sangat dingin. Kau bisa sakit kalau keluar dengan pakaian tipis seperti ini,” ucap Falcon.


Pria itu mengambil sebuah kursi dan mendekatkannya pada Liana. Dia kemudian duduk dan memeluk istrinya dari samping.


“Aku tiba-tiba memikirkan ibuku. Kakek pernah bilang, jika beberapa waktu sebelum menghilang, ibu sangat senang duduk di balkon ini sambil melihat ke arah danau itu. Tapi saat ditanya alasannya, ibu tak pernah mengatakan apapun. Tapi sekarang sepertinya aku tau apa alasannya,” ucap Liana.


“Apa itu, Sweety?” tanya Falcon.


“Kau tau arah itu bukan? Itu adalah arah di mana Empire State berada. Ibu selalu duduk di sini sambil terus melihat ke tempat di mana ayah berada,” jawab Liana.

__ADS_1


Suara Liana terdengar begitu sendu. Falcon pun mengeratkan kembali pelukannya pada sang istri. Dia merasa saat ini, perasaan Liana sedang lebih sensitif dari biasanya.


Dia pun hanya bisa menemani sambil menjadi pendengar yang baik untuk sang istri.


“Sekarang, ayah selalu datang ke makam ibu setiap bulan, tepat di tanggal mereka saling mengucap cinta. Aku sempat bercanda dengannya, dan memintanya untuk mencari ibu tiri untuk ku. Coba tebak apa yang dia katakan?” ucap Liana.


“Dia pasti menolak,” sahut Falcon.


“Bukan hanya itu, Honey. Ayah berkata bahwa dia tak mau membuatku seperti putri dalam dongeng, yang selalu menderita oleh ibu tiri. Dan ternyata, dia telah lama melakukan vasektomi, tepatnya saat harapan untuk bertemu kembali dengan ibu sudah hilang."


"Dia tak mau mengingkari janjinya pada ibu. Dia tak mau sampai tergoda oleh wanita lain dan melupakan ibuku yang malang. Apa kau percaya akan adanya kehidupan lain setelah kita meninggal?” tanya Liana.


“Mungkin saja. Kita tak pernah tahu rahasia Tuhan,” ucap Falcon.


Falcon semakin mengeratkan pelukannya pada sang istri, dan mengecup pelipis Liana dengan lembut.


“Apa kau tidak mau berdoa pada Tuhan, agar kelak kita juga akan dipersatukan kembali?” tanya Falcon.


Liana menoleh, wanita itu tersenyum begitu manis kepada suaminya. Dia mendekat dan mengecup sekilas bibir Falcon yang tampak sedikit pucat.

__ADS_1


“Mungkin aku bisa meminta ayahku untuk mendoakan kita. Kau tau, akhir-akhir ini Tuhan selalu mendengarkan doanya. Tapi...,” ucap Liana.


Falcon mengerutkan kening saat perkataan Liana terhenti.


“Tapi apa, Sweety?” tanya Falcon.


“Tapi, beberapa hari yang lalu, ayah berkata bahwa dia berdoa pada Tuhan, agar dia segera diberi cucu yang lucu. Coba kita lihat, jika doanya kali ini benar-benar terwujud, maka aku akan belajar untuk taat pada Tuhan, dan merayuNYA agar DIA mau mengabulkan permintaanmu tadi, Honey,” ucap Liana.


Falcon terkekeh. Dia mengusap surai hitam Liana, dan berakhir mencubit pipinya dengan gemas.


“Dasar gadis keras kepala. Harus ada bukti baru mau taat, hah? Bagaimana kalau Tuhan lama mengabulkan permintaan ayahmu?” tanya Falcon.


.


.


.


.

__ADS_1


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2