Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Menuju Sky Castle


__ADS_3

Sepasang pengantin baru nampak berjalan menuju ke gerbang kedatangan penumpang. Di sana, terlihat seorang pria yang mengenakan pakaian smart casual dengan kacamata tanpa frame, berdiri dengan membawa sebuah papan nama bertuliskan just married.


Pasangan tersebut pun tersenyum dan berjalan ke pria tersebut.


“Selamat datang, Bos, Kakak ipar,” sapanya.


“Terimakasih sambutannya, Nine. Apa semuanya sudah siap?” tanya Falcon.


“Akun telah meminta jasa desain interior untuk menatanya. semua sudah selesai dan siap untuk dihuni. Juga aku meminta anak buah kita untuk membawa barang-barang kalian ke apartemen baru,” tutur Nine.


“Bagus. Sekarang antar aku ke Sky Castle,” seru Falcon.


“Baik, Bos,” sahut Nine.


Falcon pun merangkul pundak istrinya dan berjalan di belakang Nine.


Mike sudah kembali tak terlihat. Tugasnya adalah menjadi bayangan yang selalu ada di sekitar Falcon. Dia hanya akan terlihat di negara bagian A, dan kembali menghilang saat berada di luar wilayah tersebut.


Berbeda dengan Nine, yang harus muncul di depan semua orang, dan berganti karakter dari yang selalu tampil seperti preman yang kejam dan dingin, kini menjadi seseorang yang terlihat pintar dan juga berwawasan.


Semua ini karena mereka telah hidup selama bertahun-tahun di dunia bawah. Di bisnis tersebut, semua harus bisa menjadi siapapun, untuk melancarkan operasi ilegal mereka.

__ADS_1


Setelah sampai di parkiran, Nine membukakan pintu belakang untuk Falcon dan Liana. Gadis itu masuk terlebih dahulu, dengan Falcon yang menghalangi kepala sang istri dengan telapak tangan, agar tak terbentur pintu.


Baru setelahnya, dia masuk dan duduk di samping Liana.


Pintu di tutup kembali dan Nine pun masuk ke dalam mobil. Dia sendiri yang akan mengemudikan mobil tersebut menuju ke kediaman Keluarga Harvey.


Dari pusat kota Empire State, diperlukan waktu sekitar kurang lebih satu jam dengan kecepatan tinggi. Falcon meminta Nine untuk sedikit pelan, mengingat hari sudah mulai gelap.


“Pelan saja. Kita akan tiba tepat saat mereka akan makan malam,” seru Falcon.


Nine pun melambatkan laju mobilnya dan  berjalan dengan kecepatan sedang, melewati jalur padang rumput yang terbentang begitu luas hingga ke balik bukit.


Liana sejak tadi terus saja melihat ke arah luar, dan membuat Falcon mendekatinya. Pria itu melingkarkan lengannya di pinggang, dan meletakkan dagunya di pundak sang istri.


Liana pun hanya menoleh sekilas dan tersenyum tipis. Tangannya menjangkau pipi sang suami dan menempelkan kepala pada suaminya.


“Ada apa? Apa kau mengkhawatirkan kakekku lagi?” tanya Falcon.


“Tidak. Hanya saja, aku tiba-tiba teringat Lusy. Bagaimana kondisi gadis itu sekarang?” tanya Liana.


Falcon melirik ke arah depan. Nine nampak melihat dari balik kaca spionnya. Kedua pria itu seolah tengah berkomunikasi dalam diam, dan hanya lewat pandangan mata tak langsung.

__ADS_1


“Ku dengar, persidangan akan segera dimulai. Kau juga pasti nanti akan dipanggil menjadi saksi. Aku rasa, Lusy akan datang juga di sana. Kalian bisa bertemu nanti,” ungkap Falcon.


“Apa dia akan balas dendam padaku, seperti yang sudah kulakukan pada kedua orang tuanya?” tanya Liana cemas.


“Sweety, ada Alice yang sangat setia pada Ketua Jung. Dia tahu bahwa penangkapan ketua adalah usahanya untuk menghentikan rantai kekejaman Amber. Jika dia cerdas, dia akan dengan besar hati menerima semua itu. Meski aku tau itu sulit untuk dilakukan, tapi setidaknya kita harus percaya padanya,” ucap Falcon.


“kau benar. Nyonya Debora pun aku rasa tidak akan menjerumuskan anak Moses ke dalam lingkaran tragedi itu,” sahut Liana.


Tanpa terasa, mobil telah memasuki kawasan Sky Castle. Falcon semakin mengeratkan pelukannya di pinggang sang istri.


“Ingatlah. Apapun yang terjadi, kau harus tetap memilihku,” ucap Falcon.


“Tentu, suamiku,” sahut Liana.


.


.


.


.

__ADS_1


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2