
Benerapa waktu yang lalu, malam hari sebelum keberangkatan, Falcon terus berada di sisi Liana yang nampak kelelahan dan tertidur pulas. Dia masih terjaga hingga dini hari menjelang.
Seperti ada sesuatu yang membuatnya tak tenang, Falcon sama sekali tak bisa memejamkan matanya barang sedetik pun.
Terakhir kali aku kemari, aku begitu nyaman dan bisa tertidur dengan nyenyak di tempat gadis ini, batin Falcon.
Dia terus menatap wajah damai Liana yang masih menyelami alam mimpi. Rencana kepergian gadis ini ke Empire State sangat lah membuatnya khawatir, terlebih setelah penyekapan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu atas perintah Ketua Jung.
Jam menunjukkan pukul tiga dini hari. Falcon bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah ruang tamu. Dia menutup rapat pintu kamar Liana, agar gadis itu tak terganggu dengan apa yang akan dilakukannya.
Dia terlihat mengambil ponsel dari sakunya, dan mencoba menghubungi seseorang.
“Nine, pesanan tiket pesawat ke Empire State untukku. Aku harus terus bersama Lilian. Di sana terlalu berbahaya untuknya pergi seorang diri,” ucap Falcon.
“Apa kau yakin, Bos? Di sana juga berbahaya untukmu. Apa kau lupa kalau di sana ada orang-orang dari Lunar Group yang selalu berusaha melenyapkanmu?” sahut Nine.
“Selama ada orang tua itu, mereka tak akan pernah bisa menyentuhku sampai kapan pun. Kau tenanglah. Aku bisa menangani masalah dengan mereka. Jadi, cepat pesankan aku tiket ke sana,” seru Falcon.
Telepon pun terputus. Falcon memilih tak mendengarkan ocehan anak buahnya tentang rencana menemani Liana pergi. Dia tahu betul resiko besar yang akan dihadapainya ketika berada di kota tersebut.
Lilian, biarkan aku menjadi bayangan yang selalu melindungi dimana pun kamu berada, batin Falcon.
Hingga akhrinya saat ini, Falcon ditemani oleh Nine menumpang pesawat yang sama dengan Liana dan Nona Shu. Butuh waktu sekitar empat jam penerbangan dari Golden Airport menuju ke Bandara Internasional Platina, salah satu bandara terbesar dan termegah yang masuk urutan lima besa di dunia, yang milik Lunar Grup. Sebuah grup pemegang setengah dari kekuasaan yang ada di Empire State.
Jika Empire Group adalah nomor tiga di kota ini, maka Lunar Group adalah nomor satu nya. Bob Harvey adalah presdir dari Lunar Group, yang gemar membangun hunian mewah, real estate yang tersebar hampir di seluruh penjuru negari, bahkan sudah mulai merambah ke luar negeri.
Terdapat berbagai macam jenis bidang usaha yang digeluti oleh grup tersebut, dan masing-masing perusahaaan dikendalikan oleh anak dan cucunya. Sedangkan posisi Presdir masih dipegang olehnya sendiri.
Pria ini memiliki seorang putra bernama David Harvey, yang memiliki tiga orang istri. Dari istri pertama, dia memiliki dua orang putri, sedangkan dari istri kedua pun dia memiliki dua orang putri. Karena Bob menginginkan cucu laki-laki sebagai penerusan Lunar Group, maka dia meminta sang putra untuk mencoba mencari istri ke tiga.
Dari istri ke tiga inilah, Steve Harvey memiliki seorang putra yang sangat tampan, namun tanpa disadari, kebencian dan rasa iri hati timbul di antara kedua istri terdahulunya. Mereka pun menggunakan berbagai macam cara untuk menyingkirkan ibu dan anak itu, salah satunya yang berhasil dilakukan adalah membuat sang ibu depresi dan mengirim sang putra pergi jauh dari peradaban manusia, ke tempat yang sangat jauh dan terpencil.
__ADS_1
Atas dasar hal itulah, Bob Harvey enggan untuk menyerahkan posisi Presdir Lunar Group kepada sang putra, karena dinilai tak bisa melindungi keluarganya sendiri, dan meragukan kemampuannya akan kepemimpinan di masa yang akan datang.
Anak perusahaan yang masih dikendalikan langsung boleh Bob Harvey adalah The Palace. Sebuah perusahaan pengembang yang bergerak di bidang jual beli properti, yang mana akan segera melakukan kerja sama dengan Wang Construction untuk proyek real estate terbarunya.
Sejak awal mengetahui Liana akan bekerja sama dengan Tuan Harvey, Falcon sengaja pergi ke Golden City, dan mengajak gadis itu keluar untuk makan malam bersama di sebuah restoran. Dia bahkan minta menginap di apartemen Liana pada malam itu.
Selain menghindari kejaran dari sebuah kelompok atas dirinya yang tiba-tiba muncul di Grey Town, Semuanya ia lakukan semata-mata karena khawatir jika sesuatu yang buruk akan terjadi pada gadis itu, setelah pertemuannya dengan sang pemilik Lunar Group.
Seandainya bisa, Falcon ingin mencegah kerja sama tersebut dan menjauhkan Liana dari orang-orang Tuan Harvey, mengingat seberapa seberapa buruk hubungannya dengan pria tua itu. Namun, dia sadar jika dia bukanlah siapa-siapa di sana, melainkan hanya seorang pimpinan gangster yang terkenal kejam dan sadis di seantero negeri.
Dia terus memantau pergerakan orang-orang Tuan Harvey, dan memastikan jika jejaknya tidak terendus, bahkan hubungannya dengan Liana pun harus tersembunyi dari mereka.
Falcon tidak ingin jika gadis itu terseret dalam masalahnya yang hingga kini belum juga selesai dengan grup nomor satu di seluruh negeri, dan penguasa terbesar Empire State.
Sekitar pukul empat sore, pesawat landing di Bandar Udara Internasional Platina. Liana dan Nona Shu nampak berjalan ke luar dari pesawat. Dia masih belum sadar jika Falcon dan Nine terus mengikutinya.
Sesampainya di gerbang depan, Liana memanggil sebuah taksi untuk mengantarkan mereka ke hotel yang dekat dengan kantor pusat The Palace, tempat yang akan mereka datangi esok hari dan membahas perihal kerja sama.
Sebelumnya, dia telah melihat catatan perjalanan Liana, dan sudah melakukan reservasi di hotel yang sama serta kamar yang bersebelahan dengan gadis tersebut.
Dia bahkan telah meminta Nine untuk menyiapkan mobil yang akan mereka gunakan selama berada di kota besar itu.
Sesampainya di hotel, Liana dan Nona Shu menghampiri resepsionis dan meminta kunci kamar mereka.
“Silakan. Kamar Anda di lantai sepuluh nomor 109A. Ini kuncinya,” ucap sang resepsionis.
Liana kemudian meraih kunci dan segera menuju ke kamarnya. Seorang bellboy nampak mengantarkan kedua gadis itu menuju ke kamar mereka.
Begitu pula Falcon dan Nine. Kedua pria itu pun segera meminta kunci kamar, namun Falcon meminta Nine yang naik ke atas seorang diri dan melihat kondisi sekitar kamar Liana.
Sementara dia memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat, dengan menggunakan mobil yang sudah lebih dulu disiapkan dan terparkir di hotel tersebut
__ADS_1
...👑👑👑👑👑...
Sementara itu, terdapat sebuah rumah mewah bak istana di pinggiran kota, tepatnya di sisi barat kota. Istana tersebut dihuni oleh keluarga nomer satu di kota Empire state, sekaligus pemilik Lunar Group.
Istana tersebut memiliki halaman depan, samping serta belakang yang begitu luas. Bahkan mereka memiliki lapangan golf sendiri dan juga sport center yang terdapat di bangunan lain yang terpisah dari rumah utama.
Bangunan paling depan digunakan untuk tempat tinggal para penghuni istana itu, di mana terdapat lima lantai dengan masing-masing lantai dihubungkan dengan lift, serta dapur yang ada di setiap lantainya.
Ruang tamu dan ruang keluarga yang begitu luas dan glamour, didominasi warna soft gold dan silver membuatnya semat terkesan mewah. Membuat siapa pun seketika menganga akan kemegahan tempat tersebut.
Di belakang rumah utama, terdapat satu bangun berlantai dua, dengan dinding luar didominasi kaca tebal tembus pandang, yang digunakan khusus sebagai sport center, dimana semua alat dan fasilitasnya sangat lengkap. Bahkan mereka pun memiliki instruktur pribadi yang khusus hanya bekerja di tempat tersebut.
Kemudian, di ujung paling belakang sebelum tanah lapang dengan hanggar pesawat, terdapat satu bangunan dengan dinding bata yang di disain klasik, dengan menonjolkan bentuk batu bata merah, yang sengaja di rancang untuk tempat tinggal para pekerja dan pelayan rumah tersebut yang jumlahnya ratusan.
Halaman depan dari mulai gerbang utama hingga ke pelataran rumah, terdapat sebuah taman berbentuk labirin yang rendah setinggi pusat orang dewasa, dengan di dominasi tanaman pagar, serta sebuah air mancur besar dengan tiga susun tepat berada di tengah labirin.
Kemudian di sisi kiri rumah, terdapat garasi mobil dan motor mewah yang lebih mirip sebuah show room pameran kendaraan mewah limited edition. Sedangkan di sisi kanan, terdapat sebuah kolam renang berundak tiga yang cukup besar dan di seberangnya terdapat area santai dengan di tumbuhan tanaman palem yang tinggi menjulang.
Dan bangunan itu di beri nama Sky Castle.
.
.
.
.
1 lagi, bacanya habis sahur aja wis lah ya😅✌
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar yah😘