Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Pangeran berkuda putihku


__ADS_3

“Apa kau sudah berkomplot di belakangku lagi kali ini?” tanya Falcon.


Liana memicingkan kedua matanya dengan kening yang berkerut, dan alis yang hampir menyatu.


“Apa maksudmu berkomplot?” tanya Liana balik.


“Aku sangat mengenal Alice. Dia tak akan tiba-tiba datang menculik lalu kemudian menolongmu. Apa yang dia katakan saat membawamu pergi?” cecar Falcon.


“Dia tak mengatakan apapun padaku. Lebih tepatnya, dia membawaku saat aku masih dalam pengaruh obat penenang. Mungkin jika saat itu aku sadar, dia akan berunding denganku lebih dulu. Yang jelas, sejak membawaku dari sini sampai sebelum kau datang, Alice sama sekali tak muncul di hadapanku, apa lagi sampai menyakitiku,” tutur Liana.


“Apa kau yakin tidak berbohong padaku?” tanya Falcon menyelidik.


Liana tersenyum, dan mengulurkan tangannya. Dia meraih tangan sang pria dan menggenggamnya erat.


“Apa kau sudah tak percaya lagi padaku?” tanya Liana.


Terdengar helaan nafas berat dari mulut pria itu. Dia tak tahu apa bisa percaya dengan Liana atau tidak kali ini.


“Kau sudah sering bertindak sendiri di belakangku. Maaf jika kali ini aku tak bisa dengan mudah percaya padamu,” sahut Falcon.


Liana semakin memegang erat tangan sang kekasih. Sebelah tangannya pun ikut mengusap lembut punggung tangan pria di depannya.


“Harusnya aku yang minta maaf karena sudah sering tak jujur padamu, Honey. Tapi, aku berani sumpah, kali ini aku benar-benar tak tahu apapun,” ucap Liana.


Gadis itu tak mau berdebat dengan Falcon. Dia berusaha menurunkan egonya dan memilih berbicara dengan lembut pada prianya. Dia sangat tahu jika saat ini yang dibutuhkan Falcon adalah ketenangan. Dia tak mau membuat pria itu terus tegang, sekalipun perang telah selesai dan semua orang kembali dengan selamat.

__ADS_1


Falcon berdiri dan pindah duduk di sisi tempat tidur. Dia meraih tubuh gadisnya dan membawanya ke dalam pelukan.


“Apa kau tahu, aku kira akan benar-benar kehilanganmu kali ini. Aku hampir saja membuat kesalahan besar, dengan masuk ke dalam perangkap yang dibuat oleh Henry,” ucap Falcon.


Suaranya benar-benar lirih dan terasa ketakutan yang teramat di sana. Liana pun membalas pelukan Falcon dengan melingkarkan kedua lengannya di pinggang sang kekasih.


“Apa karena kau tak mau percaya dengan ucapan Q?” tanya Liana pelan.


Falcon diam. Dia tak mau mengungkit lagi penghianatan dokter itu padanya, yang membuat semua kekacauan ini terjadi.


“Apa kau tahu, Honey? Saat aku terikat di sana, Q lah yang sudah menemani dan membantuku. Dia bahkan berencana membebaskan ku jika sampai akhir kau tak juga datang. Aku rasa, dia benar-benar ingin menebus kesalahannya. Kenapa tak kau maafkan saja dia?” ucap Liana.


“Apa dia mengatakan semuanya padamu?” tanya Falcon.


Falcon semakin mengeratkan pelukannya pada Liana, sambil mengecup puncak rambut gadis itu dalam-dalam.


“Ehm... Gadisku memang pintar. Kau bahkan bisa memikirkan sebuah serangan balik di saat genting,” puji Falcon.


“Serangan balik apanya? Aku hanya meminta Q untuk melapor ke polisi saja,” kilah Liana.


“Wartawan di bawah, jangan kira aku tak tahu kalau itu ulahmu juga,” tepis Falcon.


“Aku hanya meminta Q mengatakan pada Wartawan Liem untuk menghubungi sepupu ku. Itu saja,” sahut Liana.


Gadis itu menahan senyumnya karena sudah ketahuan berbohong lagi.

__ADS_1


Falcon mengurai pelukannya dan mencolek hidung Liana gemas.


“Dasar gadis licik. Bukankah itu memang rencana B kalian,” ucapnya.


Liana terkekeh melihat sikap prianya yang menurutnya lucu. Meski kesal, Falcon tak bisa marah pada Liana sedikitpun. Rasa syukur karena gadisnya bisa selamat dari bahaya kali ini, membuatnya hanya bisa memaafkan setiap kelakuan Liana yang sering membuatnya kesal.


Gadis itu menyentuh pipi Falcon. Matanya menatap teduh wajah tampan di hadapannya.


“Terimakasih karena telah datang menyelamatkanku. Kau benar-benar pangeran berkuda putihku,” ucap Liana.


Sebuah senyum mengembang di bibir pria itu. Dia pun mengecup kening Liana, dan membawanya kembali ke dalam dekapannya yang hangat dan nyaman.


.


.


.


.


Hari ini sekian dulu ya bestie 🥰besok lanjut lagi😘 yang belum vote, ditunggu ya votenya😁


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2