Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Ikut Aku!


__ADS_3

Di sebuah restoran cepat saji yang terdapat di stasiun bawah tanah kota Empire State, terlihat seorang gadis yang berjalan ke arah sebuah meja, di mana sudah ada seorang pemuda dengan menggunakan topi serta pelindung wajah menunggunya di sana.


“Kenapa lama sekali? Aku hampir pergi karena terlalu lama menunggumu. Bagaimana kalau kita tertangkap oleh orang-orang kakekku?” keluh pemuda itu.


“Aku ada urusan lain yang harus ku urus,” sahut gadis itu.


Dia pun duduk di seberang pemuda tadi, dengan menyandarkan punggungnya. Tas punggung kesayangannya ia letakkan di atas meja.


“Ah... Lelah sekali. Sepupu, cepat pesankan aku sesuatu. Aku sangat kelaparan,” pinta gadis tersebut.


Dia tak lain adalah Liana, yang baru saja datang untuk bertemu dengan sepupunya, Christopher, secara diam-diam agar tak diketahui oleh orang-orang Jerome Chen, sang diktator.


Christopher pun terlihat malas untuk bangun, namun dia akhirnya mau menuruti permintaan sepupunya itu.


Tak berselang lama, pemuda tersebut datang dengan seporsi burger dan segelas milk shake untuk Liana, karena dia sendiri telah memesan sesuatu sebelumnya.


Liana yang seperti orang kelaparan pun segera melahap makanannya, bahkan dia sama sekali tak peduli dengan pandangan Christopher, yang melongo melihat kelakuan makan Liana yang bar-bar.


Tak lebih dari lima belas menit, burger itu telah masuk sepenuhnya ke dalam perut gadis bertubuh kecil tersebut, lengkap dengan bunyi sendawa yang cukup membuat beberapa orang menoleh karena merasa terganggu dengan bunyi itu.


Christopher bahkan sampai memandang jijik ke arah gadis cantik di depannya.


“Kenapa aku dulu bisa suka padamu ya? Kelakuanmu luar biasa sekali,” sindir Christopher.

__ADS_1


Liana nampak menyedot habis milkshake nya hingga terdengat bunyi dari dalam gelas plastik tersebut.


“Aaahhhhh...aku seperti hidup kembali. Hei, sepupu. Sudah ku bilang, kita tidak ditakdirkan bersama sebagai pasangan. Sepertinya satu burger lagi masih muat di perutku,” sahut Liana.


Gadis itu bersandar sambil mengelus-elus perutnya yang telah terisi separuh.


“Tidak ada tambah. Cepat katakan apa rencanamu selanjutnya?” tanya Christopher.


Liana menegakkan tubuhnya dan mulai mencari sesuatu di dalam tasnya. Saat dia hendak membuka ponselnya, rupanya benda tersebut habis baterai.


“Yah, ponselku sudah mati,” gumam Liana.


Dia pun kembali meletakkan benda tersebut di atas meja. Gadis itu kemudian menautkan jemarinya ke depan, dan hendak berbicara.


Namun, belum juga dia membuka suara, seseorang datang dan menarik lengannya hingga membuat dia terkejut, begitu pun dengan Christopher.


“Ikut aku!” seru Falcon.


Pria itu menarik Liana hingga gadis itu terseret. Namun, langkah mereka berhenti, saat Christopher menarik lengan Liana yang satunya, hingga terjadilah tarik menarik antara sang sepupu dan kekasih gadis tersebut.


“Jangan bersikap kasar pada seorang gadis!” seru Christopher.


“Ini bukan urusanmu!” sanggah Falcon penuh penekanan.

__ADS_1


Dia kembali menarik Liana, namun lagi-lagi ditarik oleh Christopher.


“Apa kau lupa? Dia ini sepupuku!” balas Christopher tak kalah keras.


Liana yang merasa berada di tengah pun akhirnya mulai kesal dengan tingkah kedua pria tersebut. Gadis itu pun akhirnya menghempaskan kedua tangan pria di sampingnya dengan sekuat tenaga hingga terlepas.


“DIAM KALIAN BERDUA!” bentak Liana


Kedua pria itu pun diam dan saling membuang muka. Liana menghela nafas kesal, dan mengajak kedua pria itu untuk pergi dari sana.


“Sepupu, kau ingin tau apa rencanaku berikutnya, bukan? Dan kau, Honey, kau ingin tahu apa yang terjadi padaku hari ini bukan?” ucap Liana kepada keduanya.


Falcon dan Christopher pun menoleh dan menatap ke arah Liana. Gadis tersebut pun berjalan melewati keduanya, untuk keluar dari restoran cepat saji tersebut.


“Ikut aku!” seru Liana.


.


.


.


.

__ADS_1


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2