
Suatu akhir pekan, saat aku dan Moses sedang asyik melihat tubuh indah dengan balutan pakai seksi meliuk-liuk di atas lantai dansa, tiba-tiba saja kami dikejutkan dengan kehadiran seorang pemuda dengan pakaian formal serta wajah datar dan kaku.
“Apa aku boleh bergabung?” tanya pemuda itu yang tak lain adalah Jimmy, pengawal sang presdir.
Moses melihat pemuda itu dari atas hingga bawah bak mesin pemindai. Aku hanya bisa menahan tawa dengan sikap aneh dari temanku itu.
Dia kemudian menoleh ke arahku.
“Siapa dia?” tanyanya.
Aku meneguk minuman ku terlebih dulu sebelum menjawab pertanyaan dari Moses.
“Dia pengawal baru Tuan Wang. Aku mengajaknya bergabung, karena sepertinya kita seumuran. Bukankah lebih bagus kalau kita menjalin pertemanan dengan lebih banyak orang?” jawabku santai.
Aku mempersilakan Jimmy untuk duduk bergabung bersama kami, namun melihat ekspresi Moses, sepertinya dia sangat tidak suka dengan keberadaan pemuda tersebut.
Aku tak peduli karena yang ku tau, baik Moses atau pun Jimmy, keduanya layak menjadi temanku. Terlebih lagi di kota yang asing ini.
Hari-hari sili berganti, kami bertiga pun sering bersama menghabiskan akhir pekan. Di perusahaan, aku sering mengajak Jimmy untuk sekedar minum kopi di cafetaria, jika dia sedang tak sibuk mengikuti bos kami ke sana kemari.
Namun, satu hal yang pasti. Moses masih tak bisa dekat dengan si pengawal itu. Begitu pun Jimmy. Pemuda itu hanya menghargai ajakanku yang sejak awal memang mau berteman dengannya. Dia dan Moses pun sama sekali tak pernah terlibat perbincangan apapun.
__ADS_1
Suatu hari, di penghujung tahun ke dua ku bekerja di Golden City, aku mendapat kepercayaan dari Presdir Wang untuk membangunkannya sebuah rumah di kawasan timur negera bagian, yang diberinya nama Dream Hill.
Yah, rumah besar itu, aku lah yang merancang dan membangunnya. Dari sanalah, awal aku bertemu seorarang gadis cantik, yang saat itu masih berusia belasan tahun, dan selalu hidup terkurung di dalam rumah.
Dia adalah Lilian. Putri semata wayang Presdir Wang. Seorang gadis berusia delapan belas tahun, yang memiliki fisik lemah sejak lahir. Menurut sang ayah, penyakit ini menurun dari ibunya, yang juga meninggal di usia muda. Tepatnya satu tahun setelah melahirkan Lilian.
Hal ini lah yang membuat sang presdir begitu protektif terhadap sang putri, dan tak membiarkannya pergi kemana-mana. Bahkan untuk pendidikan pun, dia memilih home schooling untuk putrinya itu.
Semenjak aku sering datang ke kediaman lama Presdir Wang di Bronze District, aku pun semakin sering bertemu dengan Lilian dan kami menjadi semakin dekat.
Entah sejak kapan rasa ini tumbuh semakin dalam dan membuatku menjadi semakin ingin memilikinya.
Setelah setengah tahun berlalu, rumah besar Dream Hill pun selesai dibangun. Aku dan Moses adalah orang penting yang berada di balik terciptanya kediaman keluarga Wang itu.
Aku terkadang penasaran dengan sikapnya itu, dan ingin bertanya padanya. Namun, selalu ku urungkan karena aku tak mau pertemanan kami rusak hanya karena curiga yang tak berdasar.
Namun, diluar dugaan, reaksinya saat mendengar hubungan kami berdua, sungguh membuatku terkejut. Dia tiba-tiba mendekat dan memeluk Lilian.
Ada apa ini? Ku kira dia akan marah karena aku memberitahukan bahwa gadis ini adalah orang yang ku cintai. Tapi kenapa justru kebalikannya?
Dia kemudian mengurai pelukannya pada Lilian, sebelum aku tersadar dari pikiran ku sendiri.
__ADS_1
“Selamat atas hubungan kalian. Aku ikut senang,” ucapnya.
Luar biasa. Adapa dengannya? Ini aneh sekali. Tapi, aku tetap bersyukur karena rupanya dia mau menerima keputusanku.
Aku pun merangkul pundaknya.
“Jangan katakan apapun dulu pada Jimmy atau Presdir Wang, oke! Aku sedang berencana melamarnya secara resmi dan mengundang keluarga ku kemari,” ucapku.
Namun, sikapnya kembali berubah. Dia menoleh ke arahku dengan tatapan aneh, seolah tak suka dengan keputusanku itu.
Kemudian secara tiba-tiba, Moses undur diri dan pergi dari kediaman keluarga Wang tersebut.
.
.
.
.
Kira-kira si Moses kenapa ya???
__ADS_1
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘