
Di tempat lain, Falcon yang kala itu tengah memimpin sebuah rapat penting dengan timnya, mengenai proyek selanjutnya yang diberikan oleh sang kakek, terpaksa mengganti pengaturan ponselnya ke mode senyap.
Mengingat pentingnya rapat, dia tak ingin mendapat gangguan apapun. Namun, gangguan yang dimaksud bukanlah dari Liana, melainkan dari sang kakek yang akan terus meminta sang asisten, Jack, mengingatkan Falcon mengenai jadwal yang harus ia kerjakan.
Sudah hampir dua bulan ini, sejak pria itu memutuskan untuk menerima syarat dari sang kakek, dia mendapatkan jatah separuh pekerjaan Presdir, selain tugasnya sebagai pimpinan tim Paradise.
Sehingga, Jack pun secara tak langsung menjadi asistennya, dan akan selalu menghubungi Falcon maupun Nine setiap saat jika jadwal sudah mendekati waktunya.
Nine pun bahkan tak diperbolehkan mengganggu, jika Falcon sedang dalam kondisi serius. Dia belum bisa membagi pikirannya dengan beberapa hal sekaligus, karena baru beberapa waktu yang lalu dia terjun ke bidang ini.
Setelah sekitar satu jam berselang dari waktu kerja perusahaan berakhir, Falcon baru selesai dengan rapatnya, dan meraih ponsel dari saku jaket denim yang ia sampirkan ke sandaran kursi. Falcon memang tak betah jika harus berlama-lama memakai setelan formal, terlebih perusahaan sang kakek yang tak mewajibkan karyawannya memakai pakaian sejenis itu.
Di sana, dia melihat banyaknya panggilan masuk. Seketika itu juga, Nine masuk ke dalam ruang rapat dan segera menghampiri bosnya.
“Ada apa? Kenapa banyak sekali panggilan tak terjawab ke ponselku?” tanya Falcon.
“Maaf, Bos. Sesuatu terjadi pada Nona Wang. Pengawal yang mengikutinya kehilangan jejak saat dia dalam perjalan menuju ke pabrik,” tutur Nine.
“Apa? Sudah berapa lama? Kenapa kau tak memberitahu ku?” teriak Falcon.
Pria itu panik, karena tiba-tiba saja kekasihnya dikabarkan menghilang dari pantauannya.
“Sekali lagi maaf, Bos. Aku tidak berani mengganggumu saat berada di tengah rapat. Jadi, aku meminta Mike untuk segera bergerak. Dia saat ini sedang mencarinya bersama anak buah kita di sekitar sana,” ucap Nine.
__ADS_1
“Bagus. Rupanya aku masih bisa mengandalkan mu. Sekarang, cepat kita susul mereka!” seru Falcon.
Nine pun membiarkan Falcon berjalan di depannya. Mereka menuju ke arah parkiran dan segera pergi ke titik di mana rekan mereka berada.
Di dalam mobil, Falcon terus mencoba menelpon ponsel Liana. Namun, gadis itu sama sekali tak menjawabnya.
“Apa ponselnya sudah dilacak?” tanya Falcon.
“Sepertinya ada pengacau sinyal di sekitarnya, Bos. Kami kesulitan menemukan lokasi GPS Nona Wang,” ungkap Nine.
“Jadi, dia belum ketemu juga?” tanya Falcon semakin cemas.
“Kami sedang mencari di sekitar sana, Bos. Menurut informasi, ada sebuah rumah pemburu di dekat danau. Mungkin saja Nona Wang berada di sana,” ucap Nine.
“Cepatlah temukan dia!” seru Falcon.
“Di mana kamu, Sweety?” gumam Falcon.
Tiba-tiba, sebuah panggilan masuk ke ponsel nine. Pria itu pun segera mengangkatnya karena itu dari mike.
“Halo, Mike! Bagaimana perkembangannya?” tanya Nine.
“Kami sudah menemukan pondok pemburu itu. Tapi, sebaiknya kau datang dan lihat sendiri kemari,” ucap Mike.
__ADS_1
“Baik! Sebentar lagi kami tiba di lokasi yang kau berikan,” ucap Nine.
Sambungan pun dimatikan.
“Bagaimana?” tanya Falcon.
“Mike bilang sebaiknya kita lihat sendiri saja, Bos,” sahut Nine.
Falcon kembali melihat ke arah luar kaca mobil. Hatinya masih terus berharap tidak terjadi apapun pada gadisnya.
Tak perlu waktu lama, kini mobil yang dikendarai oleh Nine telah sampai di tepi danau. Tampak beberapa mobil telah berada di depan sebuah pondok kayu, yang berdiri di tepi danau tersebut.
Tanpa menunggu Nine membukakan pintu untuknya, pria itu segera keluar dari mobil dan berlari ke arah pondok tersebut.
Matanya seketika membelalak, saat matanya melihat genangan merah seperti darah yang berada di tengah pondok. Kakinya tiba-tiba lemas hingga dia terhuyung ke belakang, dan berpegangan pada dinding. perasaannya semakin tak tenang akan nasib sang kekasih.
.
.
.
.
__ADS_1
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘