
“Wanita itu sejak dulu sudah terobsesi denganku. Dia seorang putri bangsawan yang ikut keluarganya bersuaka di Empire State. Dia wanita yang cerdas dan berparas cantik, namun juga sangat ambisius seperti ayahku. Itulah yang membuatku tak mau menerima perasaannya."
"Berbeda dengan ibumu yang hanya seorang gadis biasa, lemah lembut, penuh kasih dan polos. Tak ada ambisi duniawi yang membuatnya bisa selalu fokus pada orang yang ada di sekitarnya, termasuk mencurahkan segala perhatiannya kepada orang-orang yang dicintainya, termasuk aku.”
“Setahuku saat itu dia sudah menikah, dan aku pikir dia tak akan mungkin lagi mengejarku. Namun siapa sangka jika obsesinya itu ternyata masih terus berlanjut, bahkan mungkin sampai sekarang.”
“Melihat interaksi antara wanita itu dan Moses, sepertinya mereka sudah sangat mengenal baik satu sama lain. Dan dari sana lah aku menyimpulkan bahwa Moses sejak awal memang sengaja mengikutiku karena perintahnya.”
“Jika benar, itu semua bisa dijadikan jawaban atas sikap Moses yang selalu berusaha untuk menjauhkan ku dari setiap gadis yang mencoba dekat denganku,” tutur Peter.
“Jadi maksudmu, sikap posesifnya itu bukan karena penyimpangan s*ksual, melainkan perintah dari wanita itu?” tanya Ella.
“Benar. Jika wanita itu yang memerintahkan, maka semuanya adalah mungkin,” sahut Peter.
“Lalu setelah tahu semua itu, kau hanya diam saja dan tak melakukan apapun? Sungguh mengecewakan,” sindir Liana tajam.
“Kau benar. Ayahmu ini sungguh mengecewakan. Tapi satu hal yang harus kau tahu, kota itu adalah sebuah kurungan untuk ku. Begitu aku pulang, tak ada lagi jalan keluar untuk ku,” sahut Peter.
“Bukankah kau masih bisa mengirimkan kabar pada orang di Golden City, bahwa ibu ku telah diracun? Apa tidak ada usaha sedikitpun yang bisa kau lakukan?” cecar Liana.
Peter menatap kedua mata Liana. Mata yang sama dengannya, ketika menuntut penjelasan pada sang ayah dulu. Dia mengulurkan tangannya menyentuh pipi sang gadis, akan tetapi langsung ditepis seketika oleh Liana.
“Aku berusaha. Aku sangat berusaha. Setelah mengetahui semuanya, aku kembali ke rumah dan hendak kembali ke Golden City. Namun apa kau tahu, rupanya ayahku telah memutuskan untuk menolak ibumu. Sejak awal, dia memang tak mau membahas masalah surat yang telah ku kirimkan sebelumnya.”
“Dia berkata, bahwa ibumu tidak pantas untuk ku. Derajat kami tidak sama. Lilian hanya seorang anak dari pengusaha kecil, sementara aku terlalu berharga untuknya. Dia bahkan mengurungku di rumah dan tak memperbolehkan ku kemana-mana lagi. Dia bahkan memperketat penjagaan di rumah kami, dengan menyewa jasa dari salah satu geng yang terkenal di Grey Town, geng Jupiter,” ungkap Peter.
Liana membelalak mendengar nama geng tempat sang kekasih bernanung selama ini.
__ADS_1
Siapa? Siapa ketua geng saat itu? Falcon? Tidak mungkin! Dua puluh tahun yang lalu, bahkan dia belum dibuang oleh kakeknya. Tapi, kenapa geng itu? Kenapa bisa kebetulan? Apa Falcon sudah tahu masalah ini sebelumnya? Batin Liana.
Saat gadis itu sibuk menerka-nerka, Ella kembali bersuara.
“Maaf, Tuan. Dari mana ayahmu tahu tentang Nona Lilian. Apa Anda mengatakannya juga di dalam surat?” tanya Ella.
“Apa kau bercanda? Aku tahu bagaimana ayahku. Dia tak akan mungkin setuju jika aku berkata sejujurnya. Itulah kenapa aku harus pulang, dan menjelaskannya secara perlahan demi membujuknya,” jawab Peter.
“Lalu, dari mana dia tahu? Apa dia mengutus mata-mata untuk menyelidiki Nona?” tanya Ella.
“Ini semua hasutan dari wanita yang bertemu dengan Moses itu. Dialah yang memberitahukan kepada ayahku siapa Lilian. Dengan sedikit kata-kata jahatnya di sana sini, hingga membuta ayahku sangat menentang hubungan kami,” jawab Peter.
Liana mengacak rambutnya hingga berantakan. Dia menatap nyalang ke arah sanga ayah dengan mata yang sudah sangat memerah karena emosi yang memuncak.
“Sebenarnya siapa mereka? Siapa wanita jahat itu? Dan...dan siapa ketua geng Jupiter saat itu?” pekik Liana geram.
“Wanita bangsawan itu bernama Amber Callester, dan ketua geng itu adalah Moses Jung. Pemiliki Yayasan Xing Ping yang saat ini sedang membangun Golden Hospital,” ungkap Peter.
Liana mengerutkan keningnya mendengar penuturan dari sang ayah.
"Hanya karena obsesi seorang wanita, ibu ku sampai harus meregang nyawa dalam kesepian? Ini benar-benar konyol! Konyol!" teriak Liana.
Gadis itu bangkit dari duduknya. Dia menarik paksa si kecil Paulo dan berjalan ke arah pantai.
Peter berusaha bangkit namun dia tak bisa karena lukanya yang masih membuat gerakannya terbatas.
Ella mengejar kedua orang itu hingga ke pantai, namun tak lama kemudian, dia kembali ke rumah dengan wajah tertunduk.
__ADS_1
"Di mana dia?" tanya Peter.
"Nona Liana pergi. Dia meminta Paulo membawanya ke daratan," ucap Ella.
Liana, apa yang akan kau lakukan, Nak? Semoga kau tidak melakukan hal yang gegabah dan membuatmu berada dalam bahaya, batin Peter.
.
.
.
.
Waw 😱😱😱 rupanya dalangnya si Ember lagi pemirsah 😈
itu potongan cerita dari Peter, setelah itu apa yang terjadi pada Lilian sampai harus pergi dari rumah kita belum tahu yah, melihat temperamen Liana, mungkin habis ini dia bakal ngamuk ama falcon, yayasan xing ping atau mungkin Jimmy 🤷♀️🤷♀️🤷♀️🤷♀️🤷♀️
siapa yang di datengin siap-siap aja dilabrak ama si eneng🤭😁
Hari ini cuma bisa kasih se gini, maaf ya bestie 🙏 semalam nggak bisa tidur gegara anak lagi sakit 🤧 disini lagi musim anak-anak pada sakit 🥵
besok lanjut lagi oke 😘
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘
__ADS_1