Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Malu


__ADS_3

Keesokan paginya, seperti yang dikatakan oleh Falcon bahwa pria itu akan datang menjemput gadis pujaan hatinya.


Liana yang saat itu sedang bersama rekannya yang lain, duduk di lobi penginapan sambil menunggu mobil jemputan mereka yang disediakan oleh pihak rekanan, Tiba-tiba dikejutkan dengan kemunculan Jeep Rubicon yang mengundang perhatian semua orang.


“Apa kita akan memakai mobil ini?”


“Wah, mobil yang keren. Pasti yang naik juga keren,”


“Apa mobil itu muat membawa kita berenam?”


Begitulah respon dari beberapa rekan Liana yang melihat kedatang Falcon. Sedangkan Liana sendiri hanya diam dan menutupi wajah dengan sebelah tangannya, karena dia baru menyadari jika belum ada yang tau tentang hubungannya dengan tuan muda kelima dari keluarga Harvey itu.


Mobil berhenti tepat di depan mereka semua, dan semakin membuat decak kagum orang yang sedang berada di sana.


Falcon turun dan berjalan memutar. Dia membukakan pintu penumpang depan dan memanggil Liana.


“Hei, Sayangku. Ayo masuk,” seru Falcon.


Liana yang merasa dipanggil pun menoleh. Semua orang melihatnya dengan tatapan penuh tanya.


Gadis itu hanya bisa tersenyum canggung saat harus menghadapi tatapan mereka. Liana pun segera berjalan ke arah mobil tersebut.


“Maaf, aku pergi dulu,” ucap Liana.


Gadis itu pun naik dan duduk tenang di sana. Sementara Falcon, pria itu kembali memengenakan kacamata hitamnya dan berjalan menuju ke kursi kemudi.

__ADS_1


Mobil melaju meninggalkan penginapan tersebut, dan tak berselang lama jemputan datang dan membawa semua rombongan dari Wang Construction.


Di dalam mobil, Liana terus diam dan cemberut, membuat Falcon menoleh dan mengelus puncak rambut gadisnya.


“Kau kenapa? Apa tidurmu tidak nyenyak?” tanya Falcon.


“Nyenyak. Sangat nyenyak. Tapi, aku sedang kesal denganmu,” sahut Liana.


“Kenapa? Apa aku melakukan kesalahan?” tanya Falcon.


“Aku lupa kalau hubungan kita ini masih belum dipublikasikan. Aku malu pada teman-temanku karena kau datang menjemputku, dan lagi, kenapa kau panggil aku 'Sayangku'?. Pasti sekarang mereka sedang membicarakanku,” keluh Liana.


“Apa aku sememalukan itu sampai kau tidak percaya diri saat bersamaku?” tanya Falcon.


“Bukan begitu. Justru karena kau terlalu tampan jadi aku tak tau harus bilang apa pada mereka. Apalagi kalau mereka tahu siapa kau sebenarnya,” jelas Liana.


“Bilang saja kau sedang dapat jackpot. Bukankah aku ini jackpot mu?” ucap Falcon.


Liana menoleh ke arah Falcon. Pria itu melihat kalung yang diberikannya masih melingkar di leher gadis itu. Hatinya begitu berbunga, karena Liana memilih untuk tak melepasnya.


Tangannya meraih tangan Liana dan menggenggamnya erat.


“Jangan terlalu pikirkan perkataan orang. Jadilah dirimu seperti biasa, yang selalu melakukan apapun sesuka hatimu,” ucap Falcon.


Mobil melaju membelah jalanan kota Empire State yang selalu padat di pagi hari, mengingat sibuknya masyarakat di kota tersebut.

__ADS_1


Sekitar tiga puluh menit dari penginapan, kini mereka telah sampai di gedung The Palace. Seperti biasa, suasana di gedung tersebut begitu santai, hingga Liana mengatakan kepada rekannya untuk mengenakan out fit smart casual, dan tidak terlalu formal.


Liana berjalan berdampingan dengan Falcon dan menuju ke ruang rapat.


“Wah, bahkan ruang rapatnya pun sesantai ini,” gumam Liana.


Di sana terdapat sebuah panggung, lengkap dengan podium serta layar untuk presentasi. Sedangkan tempat untuk peserta rapat berbentuk setengah lingkaran yang semakin tinggi ke belakang.


Terdapat banyak rak buku di sekitar sana seperti layaknya perpusatakaan, dan ruangan tersebut dikelilingi oleh dinding kaca yang langsung menampilkan pemandangan kolam di sisi luar dan beberapa tanaman sulur yang merambat di sekitar sana.


Meski terkesan terbuka, namun tempat tersebut jauh dari jangkauan orang luar dan cukup rahasia.


Semua orang telah sampai di tempat tersebut dan rapat pun segera dimulai.


.


.


.


.


Hari ini udah dulu ya, maaf nggak ada bonus buat ntar malem🙏 masih ada tugas real life yang menanti😁 yang penting udah up banyak-banyak kan🤭😘😘🥰


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2