
“Awalnya aku berpikir mungkin saja saat ini sedang terjadi lagi masalah perebutan kekuasaan dari salah satu perusahaan milik Empire Group antara kedua kakak laki-laki ku, sehingga aku pun memilih menyingkir terlebih dahulu, dari pada harus masuk di tengah dan terlibat dalam semua kerumitan itu. Bukannya mempermudah ku meminta restu, tapi yang ada akan membuat ayahku semakin mengamuk.”
“Suatu hari, aku berjalan-jalan di sekitar pusat kota. Selama seminggu menunggu di dalam rumah, sudah pasti rasanya sungguh penat, bukan. Aku pun memutuskan untuk keluar melihat-lihat sejauh mana kota ini telah berkembang selama lebih dari dua tahun terakhir ini.”
“Namun, siapa sangka, aku justru melihat sesuatu yang tak terduga. Saat berjalan-jalan di sekitar taman Royal Park, di sebuah restoran yang terletak di seberang jalan tempat ku berada saat itu, aku melihat orang yang mirip dengan Moses sedang duduk seorang diri di salah satu meja di dalam sana.”
“Aku sampai harus memicingkan mataku untuk memastikan bahwa itu adalah teman yang ku temui di kapal dua tahun lalu, saat aku memutuskan untuk berpetualang meninggalkan rumah. Tapi kenapa dia bisa berada di Empire State, itu lah yang membuatku penasaran. Karena setahuku, dia bukan berasal dari kota itu dan tak ada kaitan sama sekali dengan orang-orang yang ada di sini.”
“Kemudian, aku berpikir jika mungkin ini saat yang tepat untuk kami berdua berbicara, terlebih rasa penasaran ku dengan sikapnya terkahir kali yang sangat tak acuh padaku seperti dua orang yang tidak saling kenal sebelumnya. Aku benar-benar butuh penjelasan untuk hal itu.”
“Aku pun menyeberangi jalan dan menuju ke restoran tersebut, berniat untuk menemui Moses. Namun, saat aku baru saja masuk, aku melihat seorang wanita yang sangat ku kenal, keluar dari arah toilet dan berjalan ke meja di mana Moses saat itu berada,” lanjut Peter.
__ADS_1
“Wanita? Siapa lagi? Kenapa banyak sekali wanita dalam ceritamu ini?” tanya Liana kesal.
“Dialah yang meminta Moses untuk meracuni ibumu,” ungkap Peter.
Seketika Liana membola dengan mulut yang terbuka. Ia mundur ke belakang saat mendengar perkataan pria di depannya tadi.
Peter melihat keterkejutan di wajah putrinya. Namun, dia putuskan untuk terus menceritakan semuanya kepada Liana, karena bagaimana pun, gadis itu berhak tahu apa yang telah terjadi dulu yang menyebabkan semua nasib buruk ini terjadi.
"Aku segera duduk di sebuah meja yang berada tak jauh dari meja mereka. Dari sanalah aku mendengar, jika wanita itu yang memerintahkan Moses untuk membunuh Lilian secara perlahan, agar tak seorang pun sadar bahwa dia sudah diracun selama ini. Dan semua itu dimulai, sejak saat aku memberitahukan kedekatan ku dengan Lilian pada Moses,” jawab Peter.
Tangan Liana mengepal dengan matanya yang telah berkaca-kaca, saat membayangkan nasib ibunya dulu yang harus melewati semua kesulitan tersebut seorang diri.
__ADS_1
“Ini semua salahku. Tidak seharusnya aku mendekati Lilian sejak awal!” ucap Peter.
“Stop bicara seperti itu, seolah kau menyesal telah memilih ibuku! Katakan saja kenapa mereka harus mencelakai ibuku sampai meninggal?” pekik Liana emosi.
.
.
.
.
__ADS_1
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘