
Di kediaman Dream Hill, sore itu sebuah mobil datang dan dengan terburu-buru, si pengemudi masuk begitu saja ke dalam rumah, bahkan tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
Dia berjalan ke arah kamar yang kini telah disulap sebagai kamar sang ibu, yang kini ditempati olehnya. Dengan kunci yang khusus di berikan oleh sang kepala pelayan rumah besar tersebut kepadanya, gadis itu pun masuk dan segera menghilang di balik pintu.
Semua orang dibuat terkejut dengan sikap Liana yang tak biasa itu. Semua pelayan termasuk Debora pun turut memperhatikan hal tersebut dan memberitahukannya kepada tuan besar, yang kini berada di ruang kerjanya bersama sang asisten.
βApa maksudmu Liana datang dan terlihat aneh? Coba jelaskan maksudmu, Debby!β tanya Kakek Joseph sambil berdiri dari duduknya.
βNona Liana terlihat begitu panik dan masuk begitu saja ke kamar ibunya. Dia nampak tergesa-gesa. Bahkan, Nona tak mengetuk pintu terlebih dulu seperti yang biasa ia lakukan dan langsung membuka pintu depan rumah, sampai-sampai semua pelayan yang berada di sana kebingungan dengan sikapnya itu,β tutur Deborah.
Wanita itu berjalan mengikuti sang majikan yang sudah lebih dulu berjalan ke arah tangga, begitu pun dengan Jimmy yang juga harus memastikan tuannya tak sampai terjatuh, mengingat jalannya yang kini dibantu dengan tongkat.
Kakek Joseph terlihat khawatir tentang kondisi Liana saat ini. Dia bahkan telah menaruh keresahan tersebut, saat Jimmy mengatakan bahwa Liana menelpon ponselnya dan menanyakan keberadaannya. Hal yang sangat jarang dilakukan oleh gadis keras kepala itu sejak dulu.
Jika Liana mau datang ke Dream Hill, tak pernah sekalipun dia mengabari terlebih dahulu baik Jimmy maupun kakeknya, namun hanya mengikuti jadwal yang sudah ada setiap akhir pekan di akhir bulan, atau jika kakeknya yang memintanya untuk datang. Namun kali ini memang berbeda, seperti ada sesuatu yang terjadi pada gadis pintar itu.
Ditambah dengan penuturan Debora yang mengatakan, bahwa Liana datang dengan cara yang tak biasa, dan buru-buru masuk ke dalam kamar ibunya. Hal itu semakin menambah kekhawatiran Kakek Joseph akan kondisi sang cucu.
...πππππ...
__ADS_1
Sementara itu, Liana yang baru saja sampai di rumah besar Dream Hill, bergegas masuk ke dalam kamar yang saat ini ditempati semua barang peninggalan milik sang ibu. Dia berjalan ke arah meja di dekat jendela, di mana sebuah foto berbingkai love berada di antara banyaknya foto-foto sang bunda.
Bingkai yang dulu pernah dijelaskan oleh Deborah, yang memperlihatkan kedua orang yang berharga di hidupnya, tengah tertawa ria bersama.
Dia meraih benda tersebut dan membawanya ke depan jendela. Dia berusaha melihat sosok pria yang berdiri di belakang seorang gadis yang tak lain adalah Lilian, tengah tersenyum penuh cinta ke arah gadis pujaan hatinya itu.
Hatinya bergemuruh kala menyadari kemiripan senyum sosok tersebut dengan pria yang baru saja ditemuinya di Golden Park. Sebulir bening menetes begitu saja dan jatuh ke atas figura tersebut.
Seketika itu juga, dia membawa foto tersebut ke dalam pelukannya dan mendekap erat benda tersebut dengan terus luruhnya air mata dari netra hitam Liana.
Aku menemukannya, Bu. Aku menemukan ayah. Akhirnya dia datang, batin Liana.
Hal itu membuat Liana segera menyeka air matanya, dan berjalan menuju ke arah pintu kamar. Saat pintu dibuka, sang kakek beserta kedua orang yang berada di belakangnya, segera masuk dan membuat Liana terdorong ke belakang.
Kakek menatap tajam ke arah sang cucu, dan mendapati jika wajah Liana merah dan matanya terlihat sembab. Dia pun merengkuh kedua pundak gadis itu. Namun, belum sempat ia berucap, Liana serta merta memeluk sang kakek dan menyandarkan kepalanya di dada lemah pria tua itu.
βAku menemukannya, Kek. Dia muncul. Ayah.... Aku bertemu dengan ayah,β ucap Liana lirih.
Perkataan Liana, sontak membuat kedua orang yang berdiri di belakang Kakek Joseph nampak saling bertukar pandangan. Sementara pria tua itu, terlihat datar, sambil tangannya terus mengusap lembut surai cucu satu-satunya.
__ADS_1
Akhirnya kau muncul juga, B*jingan. Sudah ku duga kau akan datang dengan sendirinya, saat ku umumkan siapa gadis ini sebenarnya. Baiklah, aku menunggu penjelasanmu atas semua yang sudah terjadi, batin Kakek Joseph.
.
.
.
.
Selamat hari senin, besties π udah kasih vote untuk liana belum nihπ
hari ini othor mau kasih pengumuman event minggu kedua lebaran kemarin ya. cek it out π
Selamat untuk tiga peringkat teratasπ₯³π₯³π₯³π₯³π₯³π₯³ ditunggu nomer HP nya yaπ
Mohon dukungan untuk cerita iniππ
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar yahπ