Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Bergantung


__ADS_3

Liana masih tertunduk. Sebulir bening tampak menetes di pipinya.


Helaan nafas terdengar dari mulut pria tampan tersebut. Dia mencoba menekan kembali emosinya, saat menyadari gadisnya tengah menangis. Ingin dia memeluk Liana dan menenangkan gadis itu, akan tetapi rasa kesalnya masih ada, dan membuatnya enggan untuk melunak.


Dia memilih untuk meninggalkan Liana, dan berjalan kembali ke arah mobilnya. Dia berhenti sejenak saat telah sampai di dekat pintu.


Falcon menghirup nafas dalam dan menghembuskannya sekaligus, untuk menenangkan hatinya yang masih bergejolak. Dia tak ingin mengatakan apapun lagi, karena hanya akan semakin melukai hati gadisnya.


Dia pun meraih gagang pintu dan membuka pintu mobil jeep tersebut. Namun, baru saja dia membukanya, sebuah pelukan dari belakang menghentikan gerakannya.


Liana tiba-tiba mengejar Falcon dan memeluk punggung pria tersebut. Goncangan kecil terasa di sana, pertanda bahwa gadis itu tengah menangis.


Falcon masih diam. Bahkan tangannya pun masih memegangi handle pintu. Hatinya kembali goyah dengan usaha gadisnya untuk meminta maaf, dan menyesali perbuatannya hari ini.


“Maafkan aku, Honey. Aku tau aku salah. Tolong jangan abaikan aku seperti ini. Aku takut harus sendiri lagi,” ucap Liana di tengah isaknya.


Hati Falcon begitu sakit mendengar perkataan gadis itu. Dia sekali lagi menghirup dalam-dalam udara di sekitarnya, dan menghembuskannya sekaligus.


Dia meraih tangan Liana yang melingkar di pinggangnya, dan mengurai pelukan gadis itu. Falcon berbalik. Dia melihat Liana masih tertunduk dengan bahu yang berguncang, serta suara isakan yang terdengar semakin jelas.


Dia menangkup pipi gadisnya, dan merasakan bahwa di sana telah basah sepenuhnya. Tanpa perlu ia lihat, dia yakin jika wajah cantik itu saat ini sudah terlihat kacau, dengan lelehan yang keluar dari mata dan hidungnya.


Falcon pun mendekatkan kepala Liana ke dadanya, dan mendekap erat tubuh gadis itu. Hatinya luluh lantak saat melihat Liana menangis demi dirinya.

__ADS_1


Liana pun membalas pelukan itu dengan sangat erat, seolah tak ingin lepas dari kekasihnya itu.


“Maafkan aku. Maafkan aku,” ucap Liana berulang-ulang.


Falcon pun mendekap erat gadisnya dan menciumi puncak kepala Liana, dengan mata yang berkaca-kaca.


“Apa kau tau kalau aku sangat khawatir padamu? Aku benar-benar akan mengurungmu selamanya, kalau kau melakukan hal seperti ini lagi,” ucap Falcon.


Dia berusaha menahan sesak di dadanya, agar tak menangis di depan gadis itu. Meski rasa kesal masih tersisa, akan tetapi cintanya pada Liana lebih besar dan akhirnya menang.


Liana mengangguk cepat dalam pelukan Falcon.


“Aku janji. Aku janji akan selalu melibatkan mu. Aku janji. Jangan tinggalkan aku. Jangan diamkan aku. Aku tak mau sendiri lagi seperti dulu. Aku takut,” ucap Liana.


Begitu pun Falcon, dari yang dulu adalah seorang pria bengis, kejam dan tanpa ampun kepada siapa pun, kini telah berubah menjadi seorang pria lembut dan penuh perhatian, serta peduli pada seorang gadis yang telah mencuri hatinya sejak pertama mereka bertemu.


Bahkan, berkat Liana, dia kini mulai berdamai dan menerima dirinya sebagai calon pengganti Bob Harvey, sang kakek yang dulu sangat ia benci.


“Sudah larut. Kita pulang yah,” bujuk Falcon.


Dia berusaha membuat Liana agar mau pulang dan beristirahat, karena sejak tadi gadis itu sama sekali tak mau mengendurkan pelukannya pada sang kekasih.


“Aku masih mau bersamamu,” tolak Liana.

__ADS_1


“Tapi ini sudah larut. Kau bisa sakit kalau terlalu lama di sini. Aku antar kau pulang yah,” bujuk Falcon lagi.


“Bagaimana kalau malam ini kau tidur di tempat ku saja?” ajak Liana.


Falcon mengangkat sebelah alisnya ke atas, karena mendengar perkataan Liana tadi.


“Sweety, apa kau serius?” tanyanya.


“Apa yang kau pikirkan? Aku hanya memintamu tidur dengan ku. Tidak melakukan hal lain lagi. Mesum!” keluh Liana dengan sedikit pukulan kecil di dada Falcon.


Pria itu pun terkekeh. Dia kembali mendekap gadisnya dan menciumi puncak rambut Liana.


Setelah itu, dia menuntun Liana untuk masuk ke dalam mobil, dan membawanya kembali ke asrama.


.


.


.


.


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2