
Pemukiman nelayan di pesisir utara negara bagian A. Pagi itu, nampak warga ramai mengerumuni sebuah area di dekat pemukiman tersebut.
Liana yang baru saja sampai pun segera menuju ke sana. Dia ingin melihat apa yang sudah terjadi di tempat persembunyian ayahnya.
Hatinya masih tak tenang, terlebih karena Falcon tak mau memberitahunya, perihal nasib anak kecil yang selalu saja berdebat dengannya. Namun justru anak itulah yang sudah banyak menolongnya untuk merawat sang ayah.
Di sana, tim evakuasi nampak masih terus menyelam di sekitar perairan, yang berada di dekat pulau karang, untuk menemukan keberadaan si kecil Paulo.
Mereka menduga, jika anak kecil itu tenggelam di sekitar sana, setelah melihat rekaman CCTV yang memang sudah dipasang oleh Chip, baik di sekitar pulau tersebut maupun beberapa sudut pemukiman warga.
Penculik yang membawa Peter, pergi ke pulau dengan menggunakan sebuah perahu motor. Akan tetapi, perahu tersebut ditemukan di tepi pantai rumah pondok Q, dengan mesin yang sengaja dirusak. Kemungkinan pelakunya adalah anak kecil itu, karena hanya dia yang tahu soal mesin kapal.
Mereka kemudian pergi dari sana menggunakan kapal milik Paulo, dan ketika sampai di tengah laut, mereka nampak menjeburkan sesuatu. Sejak saat itulah, anak tersebut tak terlihat lagi, dan bahkan dia tak ikut bersama kawanan penculik itu.
Liana menunggu dengan cemas. Falcon terus menemani gadisnya yang terlihat pucat, dan wajah yang benar-benar berbeda dari biasanya. Gadis itu sedang ketakutan saat ini.
Setelah lebih dari enam jam tim penyelamat mencari, akhirnya sebuah speedboat mendekat ke daratan dari titik pencarian.
Semua orang mulai ramai. Liana pun semakin ingin mendekat dan melihat ada apa di sana. Kapal bermotor itu pun merapat. Dua orang petugas nampak berdiri. Mereka mengangkat sesuatu dari atas kapal, dan seketika Liana lemas dan jatuh pingsan.
__ADS_1
...๐๐๐๐๐...
Northern Hospital, rumah sakit yang terletak di pesisir utara negara bagian A. Rumah sakit tersebut kini sedang dijaga ketat oleh aparat kepolisian, terkait kasus kriminal yang terjadi di pantai pribadi milki seorang dokter.
Nampak tiga ruangan tengah dijaga oleh masing-masing dua orang petugas kepolisian, dan satu di antaranya adalah kamar mayat.
Liana saat ini sedang berada di salah satu kamar tersebut, dan mendapatkan perawatan intensif akibat jatuh pingsan di TKP.
Gadis itu mengalami guncangan berat saat melihat kantung jenazah yang dibawa turun oleh petugas penyelamat, dari lokasi di mana si kecil Paulo diperkirakan jatuh dari atas kapal.
Falcon terlihat terus berada di samping gadisnya, sambil menggenggam erat tangan gadis itu.
Tak berselang lama, Q datang bersama dengan Long. Mereka sejak pagi sibuk mencari jejak penculik Peter, namun seolah hilang tanpa jejak dan tak bisa dilacak.
โSistem keaman Chip pun tak berfungsi. Sepertinya mereka sangat mengenal perangkat milik hacker itu,โ sambung Q.
Falcon nampak diam, dan tak menanggapi laporan dari kedua orangnya tersebut. Baginya, inti dari laporan itu adalah belum ada perkembangan sama sekali tentang kasus ini.
Tiba-tiba, sebuah erangan lirih keluar dari mulut gadis yang masih terbaring tak sadarkan diri. Falcon pun segera bangun dari duduknya dan melihat gadis itu.
__ADS_1
โSweety, kau sudah sadar? Sweety?โ panggil Falcon.
Q maju dan melihat kondisi Liana. Dia memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan gadis itu, dan juga yang berada di leher.
Tak lupa juga dia melihat pupil mata Liana dan menyorotnya menggunakan senter dari ponsel.
โBiar ku panggilkan dokter. Sepertinya dia akan segera bangun,โ ucap Q.
Baru saja Q pergi, Liana tiba-tiba menjerit dan membuka matanya lebar-lebar, sambil berteriak histeris.
โKAKEK!โ
.
.
.
.
__ADS_1
Mohon dukungan untuk cerita ini๐๐
Jangan lupa like dan komentar yah๐