Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Keraguan hati Liana


__ADS_3

Liana berjalan keluar rumah besar itu, dan menghampiri kekasihnya yang terlihat sedang bicara dengan anak buahnya di luar.


Mendengar langkah kaki dari arah pintu masuk, Falcon pun menoleh dan mendapati Liana tengah berjalan menghampirinya.


“Apa sudah selesai bicaranya?” tanya Falcon.


“Ayo kita pergi dari sini! Ayahku sedang kritis sekarang,” ucap Liana.


Gadis itu terlihat begitu terburu-buru masuk ke dalam mobil, dan membuat Falcon membubarkan anak buahnya.


Dia pun berjalan menuju ke mobil dan masuk ke dalamnya menyusul Liana.


“Apa kau yakin dengan ucapanmu? Di mana dia sekarang?” tanya Falcon.


Liana belum sempat menjawab, sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya. Gadis itu mengambil benda tersebut dari dalam tas dan melihat ada sebuah pesan masuk dari sang kakek.


Gadis itu pun segera membukanya dan memperlihatkan pesan tersebut kepada Falcon.


“Di sini alamatnya,” ucap Liana.


Falcon pun segera menyetel GPS dan melajukan mobil ke alamat yang tertera di dalam pesan tadi.


Iring-iringan mobil pun kembali meninggalkan kediaman Keluarga Wang di Dream Hill, menuju ke pinggiran kota Golden City.


Di dalam mobil, Liana nampak menghubungi seseorang lewat sambungan telepon.


“Halo,” sapa Liana.

__ADS_1


“Hai, Liana. Ada apa kau meneleponku?” tanya orang di seberang.


“Apa kau sudah dengar kabar terbaru dari Pamanmu?” tanya Liana.


“Yah, aku baru beberapa waktu lalu mendengarnya dari Kenny, bahwa pamanku telah mengalami sebuah insiden, dan sekarang masih kritis. Dia bilang, untuk saja ada sekelompok orang yang datang dan membantu paman,” ungkap Christopher.


“Apa kau bisa berikan aku nomor telepon Wartawan Liem?” tanya Liana.


“Apa kau ingin ke sana? Apa kau mau menjenguk ayahmu?” tanya Christopher.


“Berikan saja! Tidak perlu banyak bertanya bisa kan? Kau tidak sedang mewawancarai orang, Tuan muda Chen,” keluh Liana.


“Oh, baiklah. Maaf. Aku hanya senang ada orang yang akan mengurusnya. Karena untuk sementara ini, aku tidak bisa sembarangan menemuinya, atau kakekku akan melacak keberadaan ku nantinya,” ucap Christopher.


Liana menghela nafas panjang mendengar penuturan dari sepupu yang baru saja ia ketahui.


“Kirimi aku sekarang juga. Aku sedang di jalan. Ku tutup dulu,” ucap Liana.


Falcon melihat kekalutan di wajah gadisnya. Dia tahu jika saat ini, Liana pasti khawatir dengan kondisi sang ayah.


Dia pun terkejut saat mendengar bahwa Peter saat ini sedang kritis, namun tak berani bertanya apa yang sebenarnya sudah terjadi.


Falcon hanya bisa mengulirkan tangannya, dan meraih pundak Liana, kemudian mengusapnya perlahan.


Liana menoleh dan menatap nanar ke arah Falcon.


“Mereka hampir membunuhnya. Ayahku diserang oleh orang-orang suruhan ayahnya sendiri. Apa masuk akal, ada orang tua yang menginginkan anaknya sendiri celaka? Konyol! Ini benar-benar konyol!” tutur Liana.

__ADS_1


Buliran bening meluncur dari kelopak mata Liana, setelah sebelumnya dia berusah terlihat tegar dan percaya diri di hadapan sang kakek. Dia tak mampu lagi berpura-pura baik-baik saja, saat hatinya sedang tak menentu.


Hanya saat bersama Falcon lah, Liana bisa menunjukkan sisi lemahnya dan menangis di hadapan prianya itu.


“Apa kau sempat meragukan kakekmu dengan menghubungi Tuan muda Chen itu?” tanya Falcon.


Liana menunduk. Tak dipungkiri jika dia tidak yakin seratus persen bisa percaya pada kakeknya, meskipun dia memutuskan untuk percaya dari awal. Bahkan, dia sendiri yang memberi jawaban atas pertanyaan yang diajukan sang kakek sebelum ia pergi dari mansion Dream Hill.


Falcon mengerti dengan jelas perasaan dari gadisnya saat ini. Liana tak mungkin percaya jika sang kakek akan melepaskan begitu saja pria yang sudah menyakiti putri satu-satunya, dan Kakek Joseph pun pasti mengalami perang batin, saat harus memutuskan untuk menyelamatkan Peter dari serangan anak buah ayahnya sendiri.


“Tak apa. Semuanya pun pasti akan berpikir sama denganmu. Tapi, apa kau mengatakan hal itu pada kakekmu?” tanya Falcon.


Liana menggeleng pelan.


“Dari awal, aku memang sudah memutuskan untuk percaya padanya, apapun yang terjadi nantinya,” ucap Liana.


.


.


.


.


Hari ini sampai di sini dulu, bestie 🥰😘


besok sambung lagi ya☺

__ADS_1


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2