Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Jangan sentuh gadisku!


__ADS_3

Henry terlihat sudah menarik pelatuknya, dan tinggal melepasnya, membiarkan peluru melesat menembus tempurung kepala serta otak Liana, membuat gadis itu mati seketika.


DOOOR!!!!!


Sebuah suara tembakan yang berasal dari luar ruangan, membuat keempat orang itu terkejut dan menoleh bersamaan ke arah pintu.


Suara gaduh semakin terdengar dari arah bawah. Letupan senapan berkali-kali menggema memekakkan telinga, seolah tengah terjadi pertempuran di sana.


Liana yang melihat sebuah kesempatan, mencoba berdiri dengan kedua tangan dan kaki yang masih terikat di kursi dan mendorong Henry kuat-kuat dengan menggunakan kepalanya hingga terdorong dan terjengkang ke belakang.


DOOOR!!


Sebuah suara tembakan kembali terdengar, dan kali ini berasal dari dalam ruangan puncak menara. Peluru yamg tadi sempat diarahkan Henry kepada Liana, meletus dan mengenai langit-langit mercusuar.


Liana kembali terduduk dan mencoba melepas ikatannya. Namun, Henry kembali bangkit dan mengarahkan pistol lagi ke kepala gadis tersebut.


Tepat di saat itu, pintu didobrak dan seseorang muncul dari balik pintu, langsung melepaskan tembakan ke arah Henry.


Pria itu memekik kesakitan karena lengannya terkena peluru dan pistol yang dipegangnya terpelanting ke sudut ruangan.


Amber yang melihat hal itu pun panik. Baru kali ini dia berada di tengah pertempuran dua kelompok gengster, dan hal itu membuatnya mengangkat tangan seketika dan mundur ke belakang.


“Jangan coba-coba kau sentuh gadisku, b*jingan!” seru pria yang muncul itu.


“Alex,” panggil Liana.

__ADS_1


Falcon maju. Dia menyimpan senjatanya dan menyerang Henry dengan pukulan bertubi-tubi. Dia sangat marah karena pria itu sudah berani mengarahkan senjata kepada kekasihnya.


“Kalau kau laki-laki, hadapi aku langsung! Pengecut!” maki Falcon di sela pukulannya.


Kedua pria itu berkelahi di sana. Henry yang memiliki kekuatan fisik seimbang dengan Falcon pun mencoba melawan, meski tangannya saat ini sedang terluka.


“Jangan kira aku takut melawan mu, Lexi! Kau itu bukan apa-apa dibanding aku!” sahut Henry.


Dia pun berhasil membalas pukulan Falcon, dan tepat mengenai wajah lawannya.


Liana khawatir melihat hal itu. Akan tetapi, dia hanya diam karena tak mau merusak fokus kekasihnya yang akan menyebabkan Falcon lengah hingga bisa jadi membuat kesalahan fatal nantinya.


Dia memilih untuk mencoba melepaskan tali ikatannya, dan membawa pergi sang ayah dari sana secepatnya, sebelum sesuatu yang lebih buruk lagi terjadi.


Dia tak bisa menunggu sampai perkelahian dua pria itu selesai, karena Liana pun tak bisa memastikan siapa yang akan menang.


Begitupun juga Peter yang berada di depan Liana, dan menyadari sesuatu yang bahaya mengancam nyawa putrinya.


Liana melirik ke kanan dan tampak sebuah moncong senapan berada tepat di samping bola matanya.


“BERHENTI KALIAN, ATAU KU TEMBAK GADIS INI!” pekik suara seorang wanita.


Mendengar teriakan itu, Henry dan Falcon pun menoleh, dan melihat Liana yang kembali ditodong oleh senjata api di kepalanya.


Semuanya terkejut melihat Amber yang sudah memegang senjata, dan mengarahkannya langsung ke pelipis gadis itu.

__ADS_1


Rupanya, sejak awal Falcon tak begitu fokus pada Amber yang juga berada di dalam ruangan tersebut, dan hanya melihat Henry yang sedang menodongkan senjata saat dia baru saja tiba di sana.


Dia pun langsung menyerang pria itu membabi buta, dan tak lagi memperhatikan pergerakan sang ibu tiri.


Tak disangka, saat Amber menyingkir dan mundur ke belakang karena ketakutan, dia justru menemukan pistol Henry yang terpental ke sudut ruangan.


Wanita itu pun mengambilnya dan segera menargetkan Liana, menjadikan gadis itu sandera, untuk membebaskan dirinya sendiri dari situasi tak terkendali di sana.


Falcon diam dan hal itu membuat Henry kembali menyerang dengan brutal. Ketua gangster itu lengah hingga sang lawan menghajarnya habis-habisan.


“Lihat! Aku lebih hebat dari dirimu! Jangan coba-coba sombong di hadapan ku, Lex. Aku tak punya kelemahan, tapi kau... Kau langsung lengah saat gadis itu sedang diancam. Kau lemah, Lex. Kau sama sekali tak pantas menjadi ketua. Harusnya aku, brel*ngsek. Harusnya aku!” ucap Henry.


Dia kembali menghajar Falcon bertubi-tubi tanpa jeda, membuat lawannya sama sekali tak punya kesempatan untuk bangkit dan melawan balik. Darah keluar dari mulut ketua geng Jupiter itu hingga wajah tampannya tak terlihat lagi karena penuh luka lebam kebiruan.


Liana mulai terlihat panik, karena melihat kekasihnya babak belur dan tak berdaya di hadapan Henry.


.


.


.


.


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2