Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Berbelanja


__ADS_3

“Apa benar aku sebaik itu?” tanya Liana pada diri sendiri.


Falcon mengurai pelukannya. Dia memutar kursi yang di duduki Liana, dan menghadapkan gadis itu ke arahnya.


Ia meraih tangan Liana dan menggenggamnya erat.


“Apa kau ingat saat pertama kali kita bertemu? Saat pembukaan gedung hotel itu. Saat aku tertembak oleh orang yang mengincar nyawaku,” tanya Falcon.


Liana terus diam sambil menatap lekat kedua bola mata prianya.


“Aku tahu kalau saat itu kau ketakutan, apa lagi saat aku menodongkan pistol ke arahmu. Hanya saja, otak cerdasmu selalu mengambil alih dirimu dengan baik. Kau sama sekali tak terlihat terintimidasi sedikitpun, dan justru mengambil kesempatan itu untuk memberikan kesan yang tak terlupakan padaku. Apa kau tahu, aku mulai jatuh hati padamu saat hari itu,” ucap Falcon.


Liana tersenyum tipis mendengar kata-kata manis dari prianya.


Falcon mengangkat tangannya dan membelai lembut pipi gadisnya, dan menyelipkan rambut ke belakang telinga Liana.


“Kau adalah gadis yang cerdas. Sejak mengenalmu, aku sama sekali belum pernah melihatmu dibingungkan oleh keadaan. Justru kau yang selalu mengendalikan setiap momen di hidupmu. Kau selalu punya keputusan yang tepat dalam menyelesaikan setiap masalah yang muncul. Kau bukanlah seorang gadis yang lemah."


"Percayalah, saat esok kau bertemu dengan ayahmu, kau akan tahu dengan sendirinya, apa yang harus kau lakukan. Aku akan selalu mendukungmu, apapun keputusan yang kau ambil. Karena aku tahu kau akan mencari solusi terbaik untuk semua orang,” ucap Falcon panjang lebar.


Liana menelusupkan lengannya ke pinggang Falcon dan memeluk pria itu.


“Terimakasih, karena kau ada di saat-saat terlemah ku, Honey,” ucap Liana.


Falcon pun tersenyum, dan dengan lembut membelai rambut gadisnya yang masih terasa basah.


“Andalkan aku semaumu, Sweety,” sahut Falcon.

__ADS_1


Sebuah kecupan manis mendarat di puncak kepala Liana.


...👑👑👑👑👑...


Keesokan harinya, Liana dan Falcon pergi berbelanja ke supermarket, untuk membeli beberapa keperluan rumah.


Anak buah Falcon selalu mengikuti keduanya untuk berjaga-jaga, mengingat kondisi genting yang saat ini sedang terjadi.


Sesampainya di depan rak sabun, Liana mengambil sebuah botol yang berwarna pink dengan gambar bunga sakura.


“Oh iya, kenapa di apartemenmu ada sabun mandi pria?” tanya Falcon.


“Apa kau mau membahas ini di sini?” tanya Liana menoleh tak percaya.


“Aku hanya bertanya. Siapa yang pernah kau ajak ke tempat mu itu?” tanya Falcon.


“Apa kau mencurigai ku membawa pria lain ke sana?” tanya Liana kesal.


“Kenapa kau kesal? Bisa saja kan sebelum aku, kau pernah punya kekasih,” sahut Falcon.


“Ya ampun. Apa kau lupa bagaimana ciuman pertama kita? Apa kau tidak merasakan kalau aku sangat kaku? Bagaimana mungkin seseorang yang pernah punya kekasih, sangat tidak kompeten dalam hal seperti itu?” ucap Liana dengan suara tinggi.


Dia lupa jika dirinya saat ini sedang berada di tempat umum. Falcon pun sampai memijat keningnya, seraya menutupi wajahnya karena malu dengan tingkah gadisnya.


Sementara Liana, dia nampak tak acuh dan berjalan begitu saja melewati pengunjung yang menahan senyum saat melihatnya.


Falcon pun segera mengejar gadisnya yang sudah berjalan menjauh. Dia memanggil gadis itu, namun Liana terus berjalan menjauh, membuat Falcon harus setengah berlari baru bisa berhasil mengejarnya.

__ADS_1


Dia meraih tangan Liana dan memaksanya untuk berhenti. Nafasnya terengah-engah karena berlarian mengejar Liana.


Gadis itu terlihat cemberut dan membuang mukanya ke lain arah. Namun, Falcon justru semakin gemas melihat tingkah Liana yang sedang merajuk.


“jangan pasang wajah seperti itu, atau ku cium kau di sini sekarang juga,” ucap Falcon.


Sebuah pukulan pun mendarat di lengan pria itu dengan cukup keras.


“Menyebalkan!” keluh Liana.


Keduanya pun kembali melanjutkan berbelanja bahan makanan, yang akan mereka masak sebagai bekal ke tempat Kakek Joseph.


.


.


.


.


Udah dua aja ya untuk hari ini, othor mau jalan-jalan ma anak-anak dulu😁☺


Happy sunday bestie 🥰😘


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2