Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Kedatangan Presdir Harvey


__ADS_3

Pagi ini, Liana terlihat begitu berbeda. Wajahnya terus terlihat tersenyum dengan ceria, membuat semua orang di timnya tak henti untuk menggodanya. Pasalnya, gadis itu semalam mengajak sang kekasih tidur di tempatnya, dan saat pagi hari, semua orang melihat Falcon keluar dari kamar Liana dengan pakaian yang sama seperti hari sebelumnya.


Namun, Liana sama sekali tak peduli dengan perkataan mereka semua. Memang benar dia senang karena semalam berhasil membujuk kekasihnya agar tak lagi marah padanya, akan tetapi sesuatu yang lain juga membuatnya tak kalah senang.


Berita tentang Amber dan Lusy di halaman surat kabar yang sama, tak lain adalah hasil perbuatan kelompok wartawan Christopher, serta opini netizen yang dimunculkan oleh para hacker yang juga berada di bawah perintah Christopher.


Semua itu adalah rencana kedua Liana untuk menyerang musuhnya. Hal ini dipicu karena Moses sudah berani membawanya pergi dan juga mengancamnya karena telah memprovokasi Amber pada acara makan malam di kediaman keluarga Harvey, sehingga Liana pun akhirnya melanjutkan rencana selanjutnya dengan bantuan sang sepupu, Christopher.


Hari itu, mentari tak bersinar dengan berani. Bahkan cenderung mendung. Semua bekerja dengan cepat, mengantisipasi bila mana hujan turun dan membuat pekerjaan mereka harus terhenti.


Beberapa unit rumah kelas menengah nampak telah selesai di bangun dan telah dipasangi atap. Tinggal proses finishing dan juga pemasangan dekorasi interior serta eksterior.


Gedung-gedung pun nampak semakin hari semakin menjulang tinggi, meski baru terlihat ranka betonnya dan belum dipasang dinding. Rumah mewah yang hanya dibangun beberapa unit pun kini telah selesai proses pengecoran, akan segera dimulai untuk pengerjaan lantai ke duanya.


Liana terlihat tengah membentangkan sebuah cetak biru di atas meja, yang berada di dalam pos pekerja, yang juga digunakan sebagai tempat rapat darurat di area proyek.


Gadis itu tampak serius memperhatikan kerangka yang dibuatnya, dengan kening yang sedikit berkerut.


“Apa ada masalah?” tanya salah satu rekan tim yang juga datang untuk beristirahat.


Dia ikut melihat cetak biru yang membentang di sana.


“Tidak ada. Hanya saja, bagian ini ku rasa terlalu kosong,” sahut Liana.

__ADS_1


Rekan itu pun memperhatikan area yang ditunjuk oleh Liana dengan seksama.


“Apa ini yang terbaru? Sepertinya berbeda dengan yang ada di maket,” ucap sang rekan.


“Ehm? Benarkah?” tanya Liana.


Gadis itu pun segera menuju ke spanduk besar yang bergambar landscape Paradise, yang terpasang di dalam tempat istirahat tersebut.


“Di sini juga kosong,” ucap Liana.


“Maaf, Nona Wang. Saat kau menghilang setelah kita datang ke sini untuk meninjau lokasi beberapa waktu lalu, kami mendapat email dari The Palace untuk menggunakan lahan kosong di sebelah sana. Kami belum mengganti landscape nya karena belum sempat memberitahumu, dan sepertinya kami lupa sampai sekarang,” jelas sang rekan.


“Jadi begitu? Baguslah. Rupanya aku benar-benar bisa mengandalkan kalian disaat aku tak ada. Terimakasih banyak ya. Hanya saja, harusnya kalian melapor lebih cepat. Aku tadi sedikit kebingungan,” sahut Liana.


Liana pun kembali mengggulung cetak biru dan memasukkannnya ke dalam tabung. Dia beralih melihat sebuah miniatur Paradise, atau yang sering disebut sebagai maket, yang bisa mewakili visualisasi bagaimana suatu bangunan atau tempat akan berwujud.


Saat dia sedang fokus pada maket itu, seseorang datang dan membuat Liana mengalihkan fokusnya.


“Selamat siang, Nona Wang,” sapa orang tersebut.


“Jack? Sedang apa kau di sini? Apa kau datang dengan Presdir? Atau ingin mencari Alex?” tanya Liana.


“Saya datang bersama Presdir. Beliau ingin bertemu dengan Anda,” jawab Jack, asisten Bob Harvey.

__ADS_1


Ah... Benar. Pasti karena berita pagi ini, batin Liana.


“Apa beliau di sini?” tanya Liana


“Mari ikut saya,” seru Jack.


Pria itu pun membawa Liana pergi untuk menemui bosnya. Kali ini, gadis itu mengirimkan sebuah pesan kepada Falcon dengan semacam gurauan, dan berharap agar kekasihnya itu tidak perlu khawatir.


Kakekmu ingin bertemu dengan ku. Apa dia ingin membicarakan tentang pernikahan kita? Wah... Aku deg-degan, pesan Liana.


.


.


.


.


Hai bestie, bersiaplah menuju ending☺


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2