
Beberapa hari yang lalu, saat kunjungan Liana ke rumah Tuan Harvey, terjadi sebuah kejadian yang membuat suasana hati gadis tersebut menjadi tak karuan.
Hal tersebut tak lain karena kehadiran Falcon yang tiba-tiba dan sikapnya yang sama sekali tak mempedulikan Liana.
Awalnya, kedatangan Falcon ke kota tersebut hanya karena ingin memastikan keselamatan sang gadis, mengingat kejadian terakhir kali yang melibatkan orang-orang Ketua Jung yang dikenalnya berbahaya dan kejam.
Falcon pun ditemani oleh Nine, untuk mengintai segala aktifitas Liana, dan memastikan jika gadis itu baik-baik saja. Namun, sebuah situasi tak terduga terjadi.
Dia yang datang secara diam-diam dan mengantisipasi ditemukan oleh keluarganya, justru dengan mudah dikepung dan diminta untuk ikut pulang bersama anak buah Lunar Grup.
Meski Falcon bisa dengan mudah untuk kembali kabur, namun kali ini dia tak bisa melakukannya. Karena mereka mengaku memiliki Liana sebagai sandar, dan mengancam pria itu dengan keselamatan sang gadis. .
Mau tak mau, Falcon pun terpaksa ikut ke istana Sky Castle, dan memastikan tak ada yang terjadi dengan gadis pujaan hatinya.
Sesampainya di kediaman Lunar Grup, Sky Castle, Falcon digiring ke lantai atas dimana kamarnya yang dulu pernah ia tempati berada. Beberapa pengawal ditempatkan untuk berjaga di luar kamar, dan memastikan jika pria itu tak bisa melarikan diri lagi.
Tak berselang lama, pintu kamar di buka. Saat itu, Falcon tengah duduk di sofa, dengan kedua tangannya tertangkup di depan wajah.
Masuklah seorang pria tua, sekaligus pemilik Lunar Grup, Bob Harvey. Dia melangkah menghampiri jendela, yang ada di dekat pintu balkon dan memandang ke luar jauh.
“Apa mau Anda, Presdir?” tanya Falcon seketika.
Dia tak ingin terlalu banyak basa basi dengan laki-laki yang memiliki andil besar dalam kehancuran hidupnya, dan nasib buruk yang menimpanya sejak kecil.
“Panggil aku Kakek. Dasar anak nakal!” seru Tuan Harvey.
“Apa aku tidak salah dengar? Apa aku masih dianggap sebagai bagian dari keluarga ini, setelah apa yang sudah kalian lakukan padaku? Kenapa Anda masih mempersulitku? Apa tidak cukup penderitaan yang kalian semua berikan pada ku dan ibuku?” tanya Falcon.
“Aku tidak pernah mempersulitmu. Ingat! Kau sendiri yang datang ke kota ini setelah sekian lama, bukan? Aku hanya memintamu pulang ke rumah. Apa itu salah?” sanggah Tuan Harvey.
“Lalu, kenapa Anda memakai gadis itu sebagai umpan? Dia sama sekali tak ada hubungannya dengan ku,” seru Falcon.
“Benarkah? Kalau memang dia tak ada hubungannya dengan mu, lalu kenapa kau menyerah dengan begitu mudah dan mau dibawa pulang oleh anak buah ku?” cecar Tuan Harvey.
“Aku hanya bertanggung jawab saja dengan keselamatannya,” sahut Falcon.
“Sungguh? Wah... Kau sangat bertanggung jawab sekali rupanya, sampai-sampai rela mempertaruhkan kebebasanmu demi gadis itu,” ejek Tuan Harvey.
Falcon tak mampu lagi mendebat sang presdir. Karena bagaimana pun, dia sudah gegabah membuat Liana terseret dalam masalah pribadinya.
__ADS_1
Harusnya, sejak awal aku tak pernah dekat dengannya. Kalau tau akhirnya seperti ini, aku menolak untuk menaruh hati padanya, dari pada membuat dia ikut menderita, batin Falcon.
“Mereka adalah tamuku. Tentang bagaimana aku memperlakukan mereka, itu semua tergantung bagaimana keputusanmu,” ucap Tuan Harvey.
“Apa yang Anda mau dari ku?” tanya Falcon.
“Cukup bermain-main di luar sana. Kembali ke rumah, dan jadilah bagian dari Lunar Grup. Jika kau menolak, jangan harap gadis itu bisa pulang dengan selamat,” ancam Tuan Harvey.
Falcon sangat paham jika setiap perkataan Presdir Lunar Grup begitu berbisa. Pria itu adalah sosok berdarah dingin yang bisa melakukan apapun demi ambisinya.
Setelah mengatakan hal tersebut, Tuan Harvey pun keluar dari kamar Falcon. Pria itu merasa tak berguna sama sekali saat kembali berhadapan dengan pri tua itu.
Meski dari luar nampak seperti pria yang ramah dan baik hati, namun hanya sedikit orang yang tau bagaimana sosok Tuan Harvey yang sebenarnya.
Harusnya dari awal aku tak membiarkan Lilian bekerja sama denga pak tua itu. Dia tak tau jika sosok ramah dan baik hati itu, ternyata pria yang kejam dan berhati dingin, batin Falcon.
Udara di dalam kamarnya terasa sesak, dan membuatnya memilih untuk keluar ke arah balkon.
Di bawah sana, dia melihat taman bunga yang ditumbuhi oleh berbagai macam bunga liar, yang dirawat dengan begitu cermat. Meski hanya bunga yang tumbuh sembarangan, namun dengan sentuhan gardener handal, membuat taman kecil itu tampak begitu indah.
Ternyata, mereka masih mempertahankan tempat itu. Ku kira sudah dibuang dan diganti dengan yang lain, batin Falcon.
Dia kembali teringat akan sosok yang kini tengah terkubur di bumi Sky Escape. Sang bunda yang gemar memetik dan mengagumi bunga-bunga liar.
Saat itu, hampir setiap hari, sang ibu selalu menyibukkan diri mengurus taman kecil tersebut. Alex kecil pun sering diajak untuk ikut mengagumi bunga-bunga di sana.
“Mom, kenapa bukan rose, tulip, atau yang lainnya? Kenapa justru dandelion? Bunga ini menyebalkan sekali. Dia selalu menempel di mana pun, dan membuatnya kotor,” keluh Alex kecil.
Sang ibu hanya tersenyum mendengar celotehan putranya yang masih berusia sekitar enam tahun.
Bukan hanya dandelion saja, namun juga tumbuh bunga-bunga lain seperti snowdrop, yarrow, poppy liar, cornflower, dan banyak lagi lainnya.
...snowdrop...
...Yarrow...
__ADS_1
...Poppy Liar...
...Corn flower...
Sang bunda memetik beberapa diantaranya, dan menyatukannya di genggaman.
“Kau tahu, Nak? Meski bunga-bunga ini tampak tak berharga, tapi tak satupun hal di dunia ini, yang tercipta dengan kesia-siaan. Contohnya bunga snowdrop, ini melambangkan sebuah keberuntungan. Yarrow, bunga ini melambangkan kesehatan. Jika kau memetik dan memberikannya kepada orang yang sedang sakit, maka kau sudah mendoakan orang tersebut untuk segera sembuh. Begitu pun dengan bunga-bunga yang lainnya,” tutur sang bunda.
Wanita itu mengulurkan tangannya dan mengusap wajah tampan sang putra.
“Jadi, jangan sekali-kali menganggap sesuatu itu tak bernilai, hanya karena dia tak dipuja, dan tumbuh di tempat yang kotor dan nampak murahan,” sambungnya.
Pada saat itu, Alex kecil hanya bisa mendengarkan, akan tetapi belum bisa mencerna maksud dari perkataan sang bunda secara tersirat.
Ketika lamunannya masih menerawang ke masa lalu, tanpa ia sadari, seorang gadis nampak memperhatikannya dari bawah. Saat Falcon kembali melihat ke taman bunga, dia baru sadar jika Liana telah berada di tengah hamparan bunga-bunga kesukaan sang bunda, dan membuat jantungnya kembali berdegup kencang.
.
.
.
.
Othor mau kasih pengumuman nih😁
sebelumnya sorry banget, mengingat lebaran dan libur sekolah yang sebentar lagi tiba, secara otomatis kesibukan emak-emak macam othor ini lagi banyak-banyaknya. Belum lagi rencana mudik, lebaran dan silaturahmi ke keluarga kan🤭
Jadi, untuk dua minggu kedepan, sampai kondisi memungkinkan, othor cuma bisa kasih kalian semua 1bab sehari😅
Dan sebagai gantinya, akan ada give away ke 2, tunggu infonya besok ya bestie😊🙏
Sambil nunggu next up, othor ada rekomendasi novel temen othor nih
__ADS_1
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘