Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Kau bisa tenang


__ADS_3

“AAAARRRRRGGGHHHH...... LIANA.... AAAAARRRRGRGHHHHH.....!”


Pria itu menjerit sejadi-jadinya. Dia bahkan tak menghiraukan ratusan pasang mata yang berlalu lalang memperhatikannya, yang sudah seperti orang gila.


Di tengah kesedihan dan tangisnya, seseorang tiba-tiba menepuk pundaknya dari belakang. Falcon dengan sisa tenaganya, berusaha menyingkirkan tangan tersebut.


“Tolong tinggalkan saya. Ini hanya masalah pribadi. Saya tidak akan ribut lagi. Tolong mengertilah,” ucap Falcon dengan suara yang bergetar.


Dia bahkan tak menoleh sama sekali ke arah orang yang menghampirinya itu.


“Memang masalah pribadi apa yang membuatmu sampai terlihat menyedihkan begini, hah?” tanya orang tersebut dengan ketus.


Falcon tertegun mendengar ucapan orang tersebut. Dia seolah mengenal suara itu, dan akhirnya dia pun mendongak untuk melihat siapa orang yang berada di dekatnya.


Pria menyedihkan itu terkejut hingga terjengkang ke belakang dan terduduk di lantai, dengan kedua lengannya bertumpu di balik punggung.


Dia tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


“Kau... Tapi kenapa... Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Falcon terbata.


Dia tak menyangka jika gadis yang dikiranya telah pergi dengan pesawat, yang ditangisinya hingga seperti orang gila tadi, tiba-tiba muncul di hadapannya begitu saja.

__ADS_1


Liana tidak pergi dan dia kini tengah melihat sikap Falcon yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Kedua lengannya terlipat di depan dada sambil menunggu keterkejutan pria itu selesai.


“Apa kau masih mau terus duduk di situ?” tanya Liana.


Falcon nampaknya masih belum bisa mencerna apa yang sedang terjadi saat ini, hingga dia pun hanya bisa duduk diam sambil terus menatap aneh ke arah Liana.


“Kalau kau mau terus di sini, ya sudah aku pulang duluan saja,” ucap Liana.


Gadis itu pun berbalik, akan tetapi Falcon yang sedari tadi diam tiba-tiba bangkit dan meraih lengan Liana.


Dia menarik gadis itu dan memeluknya dengan erat.


“Gadis jahat! Kenapa kau terus membuatku menderita seperti ini. Aku kira kau menyerah padaku setelah bertemu kakekku. Aku takut kau benar-benar pergi meninggalkanku,” ucap Falcon.


Namun, mendengar prianya sampai menangis karena takut ditinggalkan olehnya, dia pun membuka lengannya, dan membalas pelukan pria itu.


Dengan lembut, Liana mengusap dan menepuk punggung kekar Falcon yang terasa berguncang.


“Sudah tidak apa-apa. Aku tidak pergi. Kau bisa tenang sekarang?” bujuk Liana.


“Tidak. Aku masih belum bisa tenang. Kau benar-benar membuatku hampir gila, Liana. Apa kau tau, aku sampai nekad menerobos pos pemeriksaan, dan bahkan berteriak histeris karena mengira kau ada di dalam pesawat tadi. Aku sangat ketakutan. Aku takut sendiri lagi,” ungkap Falcon.

__ADS_1


Setetes bulir bening lolos dari mata Liana. Gadis itu seolah ikut merasakan betapa putus asanya Falcon, karena mengira dirinya memilih untuk menyerah.


“Kenapa aku harus pergi? Bukankah aku masih ada waktu sehari lagi di sini?” tanya Liana.


Falcon mengurai pelukannya, dan merengkuh pundak gadis itu. Dia menatap tajam ke dalam manik hitam Liana.


“Jujurlah padaku. Apa yang sebenarnya terjadi antar kau dan orang tua itu?” cecar Falcon.


.


.


.


.


Eh.... ternyata nggak pergi toh🤭maaf bestie, kalian kena prank🤣🤣🤣🤣


Kira-kira si kakek sebenarnya ngomong apa ya ke Liana?


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2