Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Nona yang pongah


__ADS_3

Aster Feng, seorang wanita biasa, putri dari seorang pengusaha di bidang perkebunan dan pengolahan minuman anggur di pegunungan D negera bagain F.


Dia hanya berasal dari keluarga pebisnis kelas biasa, sangat jauh dibandingkan dengan Amber yang seorang putri bangsawan. Impian seorang Aster sejak muda hanyalah, ingin mendapatkan keluarga yang harmonis dan bahagia. Namun siapa sangka, dia justru dinikahi oleh seorang putra konglomerat, dan dijadikan istri kedua. Dia harus selalu bertahan hidup dalam ketatnya persaingan, dan menjilat sang istri pertama agar dirinya serta kedua putrinya selalu aman.


Bahkan hingga kedua putrinya pun selalu mengiblat kepada kedua putri Amber, yang begitu ambisius dalam mengejar karir, hingga tak peduli dengan hal-hal seperti pernikahan.


Liana seolah menangkap sebuah celah untuk kembali membuat Amber kesal. Sebuah seringai tipis muncul di bibir Liana, dan Falcon pun menyadari hal itu.


Satu sendok terakhir cream bruelee masuk ke dalam mulut Liana, sebelum ia menyahuti perkataan nyonya kedua.


“Ehm... maaf, Nyonya. Melihat dari usia ke empat putri keluarga ini, saya rasa mereka sudah cukup matang untuk menikah. Kenapa tidak nikahkan saja mereka? Pasti nanti akan ada bayi lucu yang mewarnai hari-hari Anda di rumah ini,” tanya Liana.


“Itu... Ehm...,” sahut nonya kedua terbata.


Dia tak bisa lagi menjawab seenaknya, setelah mendapat teguran dari Amber sebelumnya.


“Apa kau kira menikah itu hal yang sangat mudah? Kami keluarga nomor satu di negeri ini, sudah tentu harus mendapatkan pasangan yang setara dengan kami. Kami berbeda dengan Alex yang hanya anak seorang selir murahan. Sudah pasti seleranya juga rendahan,” ejek sang putri kedua yang duduk telat di samping Falcon.

__ADS_1


“Teori yang luar biasa. Memang ada benarnya juga. Lalu, apa kalian sudah menemukannya?” tanya Liana.


“Nona, apa kau ini dari planet lain? Apa kau tak bisa mengerti yang diucapkan adikku tadi? Keluarga kami adalah keluarga nomor satu di seantero negeri. Sudah jelas bahwa tak ada yang sebanding dengan kami,” timpal sang nona pertama tak kalah angkuh.


Liana nampak manggut-manggut. Semua orang terlihat diam, seolah tak peduli dengan perdebatan itu, meskipun telinga mereka yang normal mendengar semuanya dengan sangat jelas.


Gadis itu kemudian menoleh ke arah sang tuan besar yang duduk di sebelah kanannya.


“Tuan, sepertinya Anda harus membuat bangkrut beberapa perusahaan milik Lunar Group, agar dua klan lainnya bisa naik di atas keluarga ini. Mereka pasti memiliki anak laki-laki yang bisa dinikahkan dengan salah satu dari cucu Anda. Jika tidak seperti itu, maka keempat cucu Anda ini akan menjadi perawan tua,” ucap Liana.


Namun, sang tuan besar justru tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan nyeleneh dari Liana.


“Hahahaha... Jadi, kau memintaku merugi, hanya untuk membuat keempat cucu ku menikah? Hahahhaa... Kenapa aku tidak pernah memikirkan hal itu? Kau benar-benar cerdas,” timpal Tuan Harvey.


“Yah, aku hanya merasa perkataan nyonya kedua begitu tulus menginginkan cucu di sini. Padahal, ada banyak anak gadis yang sudah berada di usia menikah, namun masih memilih melajang, dan malah menunggu ada pangeran datang."


"Aku rasa selama kalian menjadi yang nomor satu, tidak akan ada yang mau mendekati kalian. Kecuali, jika nona-nona ini mencoba keluar dari zona nyaman di ibu kota, dan mencari pangeran mereka di luar negeri sana."

__ADS_1


"Bukankah sudah pasti akan sangat banyak pebisnis besar yang lebih besar dari keluarga ini? Itu pun jika kalian semua masuk kriteria mereka. Aku rasa, standar di sana pasti lebih tinggi. Akan sulit mendapatkan posisi, meski hanya seorang selir,” oceh Liana.


Kedua putri Amber nampak kesal. Berbeda dengan putri dari nyonya kedua, yang sedikit banyak menangkap maksud perkataan Liana.


.


.


.


.


Nah lho, malah disuruh bangkrut bestie 😅ide liana ini bener-bener nyeleneh parah🤣🤣🤣


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2