
BUUG!!!!!
BUUG!!!!
BUUG!!!
Pukulan bertubi-tubi mendarat di wajah dokter, yang saat ini sedang berada di atap rumah sakit Northern Hospital bersama ketua geng Jupiter.
“Bagaimana kau bisa menghianati ku, Lion? Sejak kapan kau bekerja menjadi agen ganda antara aku dan Ketua Jung?” cecar Falcon.
Dia meradang, saat mendengar pengakuan Q, bahwa dialah yang memberitahukan kepada Moses tentang lokasi tempat Peter bersembunyi.
Falcon terus menghajar dokter itu, hingga berkali-kali terhuyung, namun terus ia kejar dan kembali memukulnya.
Q hanya pasrah dibuat babak belur oleh ketua gengster, yang sudah melindunginya dan juga sang kakak selama bertahun-tahun. Dia terus menurunkan pandanganan, meski Falcon mencengkeram kuat kerah baju sang dokter, dan berusaha membuat Q melihat ke arahnya.
“Katakan alasanmu melakukan ini? Apa semua yang kami berikan padamu tidak cukup, hah? Apa kau perlu mengemis pada orang yang sudah menelantarkan kita semua? Ingat! Moses Jung adalah orang yang membuat kakakmu menjadi lemah!” teriak Falcon geram.
Q yang sedari tadi diam, kini mengangkat wajahnya, dan menatap pria yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri.
“Kau sudah salah, Bos. Bukan Ketua Jung yang melakukan semua itu pada kakakku. Orang yang membuat bekas luka besar dipunggung Nine, yang menyuntikkan obat pelumpuh pada kakak, membuat goresan yang dalam di bawah mata Mike dan hampir membuatnya buta, serta orang yang sudah membuat jari kakiku hilang tiga adalah orang yang sama. Dia adalah Henry," tutur Q.
“Henry?” tanya Falcon masih dengan mencengkeram kuat kerah baju Q.
__ADS_1
“Benar. Dia lah orangnya. Kau ingat saat dulu Alice hampir mati karena rem mobilnya blong dan jatuh ke jurang? Henry juga yang menyabotasenya, dan melimpahkan semua kesalahan padamu! Dia iri karena kau memilki teman-teman yang setia. Alice bahkan percaya padanya dan mau ikut dengannya pergi bersama Ketua Jung,” ungkap Q.
“Omong kosong macam apa itu? Bukankah Ketua Jung tidak menyangkalnya? Lagipula, Henry adalah tangan kanannya. Bisa saja semua itu karena perintah dia kan? Jangan coba-coba menipu dirimu sendiri, Lion!” cecar Falcon.
Sebuah pukulan kembali mendarat di wajah sang dokter yang telah sepenuhnya membiru, hingga beberapa luka mengeluarkan darah.
Pria itu tak mau percaya begitu saja, akan apa yang dikatakan oleh adik dari tangan kirinya itu. Dalam hati, sudah tertanam dalam bahwa pria bernama Moses Jung adalah seorang pria jahat.
Dia adalah orang yang memaksa anak-anak yang seharusnya bermain, untuk memegang senjata dan bertarung dengan anak seusia mereka. Bahkan membiarkan mereka cidera hingga meregang nyawa tepat di hadapannya.
Semua anak bahkan pernah merasakan terluka parah, namun dia sama sekali tak peduli dan membiarkan luka itu menjadi pengingat bahwa mereka adalah mesin pembunuh yang ia ciptakan, dan harus siap mati kapanpun.
Henry memang selalu melakukan kekerasan pada mereka, dan Falcon tau itu dengan jelas. Tak pernah ada anak yang berada di geng Jupiter, yang bisa selamat tanpa pernah merasakan cidera sedikitpun. Semua karena ulah Henry. Sejak masih muda, dia selalu menyerang rekan-rekannya secara diam-diam, dan tak jarang membuat mereka terluka parah.
Akan tetapi, Moses Jung selalu melindungi anak tersebut, seolah semua itu atas perintah darinya. Hanya Falcon yang mampu melawan Henry, dan bahkan berbalik melukainya.
Dia terduduk di lantai atap. Q menyeka sudut bibirnya yang terasa perih dan rasa asin merembes dari sana.
“Apa kau tau, kalau dia mencoba menyelamatkanmu? Apa kau tak dadar jika kau dan kami berbeda?” cecar Q.
Hal itu membuat Falcon kembali meraih kerah bajunya dengan kuat.
“Menyelamatkan ku? Omong kosong apa lagi ini? Dia hanyalah pria yang sudah membuat kita semua kehilangan masa depan dan hidup dalam duni bawah seperti ini. Lion, kau tak perlu membelanya lagi karena bagiku, penghianatan mu ini sudah sangat jelas!”
__ADS_1
“Sekarang ku minta padamu untuk membereskan semua kekacauan ini, dan jangan pernah muncul dihadapanku lagi, atau aku juga akan membuang kakak mu itu. Apa kau mengerti?” ancam Falcon.
Dia menghempaskan cengkeramannya dengan kuat, hingga Q terdorong ke belakang. Falcon kemudian pergi dari sana meninggalkan Q yang sudah babak belur olehnya.
“KAU HARUS TAU, KALAU DIA SEJAK DULU SELALU BERUSAHA MENEBUS KESALAHANNYA KEPADA MU DAN JUGA KAKAK IPAR. KAU HARUS TAHUN ITU, BRENGS*K!” pekik Q dengan sisa-sisa tenaganya.
Falcon masih bisa mendengar dengan jelas perkataan dari sang dokter, yang telah selesai dia pukuli. Rasa kecewanya kepada Q, membuatnya tak ingin lagi melihat kehadiran dokter yang selama ini selalu dia andalkan saat kondisi kritis.
Q adalah adik kandung Long, yang juga telah ia anggap sebagai adiknya sendiri. Terlepas dari alasan apapun yang mendasari perbuatannya, benar tidaknya ucapan yang dikatakannya, Q tetap salah karena diam-diam membocorkan rahasia geng mereka.
Terlebih saat ini jatuh korban, hingga membuat sang kekasih mendapat goncangan berat.
.
.
.
.
Sampai sini dulu ya bestie 😁besok lanjut lagi ☺🙏
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar yah😘