Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Seorang penolong


__ADS_3

Siang itu, setelah mengajak Liana makan siang, Falcon kembali menemui rekan satu timnya, dan membahas mengenai masalah kelanjutan tentang persiapan proyek Paradise.


Meskipun Liana dan timnya yang akan bertugas membangun tempat hunian tersebut, namun semua harus sesuai dengan standar The Palace dan tidak boleh menurunkan nilai estetika dan nilai jual dari setiap proyek yang diluncurkan oleh perusahaan tersebut.


Setelah jam makan siang tiba, Falcon undur diri dan menuju ke restoran yang berada di seberang. Tempat yang sebelumnya sempat didatangi bersama Liana, dan terjadi pertengkaran tempo hari.


Sesampainya di sana, pria itu belum melihat kedatangan Liana. Falcon pun kembali memilih meja yang berada di luar, agar gadisnya bisa melihat kehadirannya.


Beberapa saat berselang, Falcon melihat Liana keluar dari gedung The Palace, dia baru saja melambaikan tangannya ke arah Liana, namun gadis itu terlihat mengambil sesuatu dari dalam tas punggung, yang selalu dibawa kemana-mana.


Liana nampak berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon. Wajahnya terlihat serius dan dia terus mendengarkan benda pipih yang menempel di telinganya.


Falcon khawatir melihat gadis itu yang terlihat seperti tengah mendapatkan kabar kurang baik. Dia pun berdiri dan bermaksud untuk menyusul Liana ke seberang. Namun, saat dia baru sampai di tepi jalan, Liana telah lebih dulu menyudahi perbincangannya dengan orang di seberang sambungan.


Gadis itu kembali melihat ke arah Falcon dan melambaikan tangan. Liana kemudian berjalan menuju ke tempat penyeberangan, sedangkan Falcon setia menunggunya di seberang sana.


Lampu masih merah saat itu. Liana terlihat menunduk dan seperti larut dalam pikirannya sendiri. Dia bahkan tak memperhatikan kondisi sekitar.


Saat setelah lampu berubah hijau, Falcon melihat ke kanan dan kiri, bermaksud melihat bila mana ada kendaraan yang tiba-tiba datang dan membahayakan Liana.


Namun sesaat sebelum lampu hijau, dari seberang jalan, Falcon melihat keberadaan seseorang yang sangat ia kenal, tengah menunggu sejak tadi tak jauh dari tempat penyeberangan tersebut, dari dalam sebuah mobil.

__ADS_1


Falcon mendadak panik, terlebih saat orang tersebut mengarahkan jari telunjuk dan jari tengahnya ke depan mata, dan ke arah di mana Liana berada secara bergantian, seolah meminta Falcon untuk ikut melihatnya juga.


Firasatnya seketika berubah buruk. Dia melihat lampu telah berubah hijau, dan Liana pun bergegas maju untuk menyeberang jalan. Saat itu lah, orang tadi mengacungkan jari tengahnya sambil melajukan mobil ke arah gadis itu dengan kecepatan penuh.


“LIANA! AWAS!” pekik Falcon.


Falcon sudah mencoba berlari, namun jaraknya terlalu jauh dari Liana, sedangkan gadis itu seolah tengah memikirkan sesuatu hingga tak menghiraukan kekasihnya sama sekali.


Mobil semakin mendekat dan barulah Liana tersadar jika dirinya dalam bahaya. Namun terlambat, mobil sudah hampir sampai dan akan menabraknya.


“LIANAAAAAA!” pekik Falcon histeris.


Sedangkan Falcon masih sangat terkejut dan mematung melihat ke arah seberangnya. Kakinya lemas kala melihat gadisnya hampir tertabrak oleh mobil.


namun, saat melihat ke arah gadisnya, Falcon segera berlari ke arah seberang. Liana terjatuh ke trotoar setelah seseorang menariknya dan membuatnya terhindar dari tabrakan tadi.


Falcon menghampiri Liana yang juga sudah pasti sangat terkejut.


“Sayang, kau tidak apa-apa?” tanya Falcon panik.


Dia melihat Liana masih diam dengan pandangan nanar ke depan. Pria itu pun segera memeluk erat Liana dan memberikan rasa aman kepada gadisnya, bahwa semua sudah baik-baik saja.

__ADS_1


“Tenanglah. Sudah tidak apa-apa. Jangan takut, hem,” ucap Falcon sambil mengusap lembut surai gadisnya.


Pria itu melihat sosok yang masih duduk dengan sebelah kaki yang tertekuk ke atas, sementara sebelahnya lagi tertekuk ke samping, dengan kedua tangan yang bertumpu ke belakang.


“Kau?" Falcon mengerutkan keningnya saat melihat kehadiran orang tersebut.


"Terimakasih sudah menolong kekasihku,” ucap Falcon kemudian.


.


.


.


.


Hah.... hampir saja🤧


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2