Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Pemuda yang ditinggalkan


__ADS_3

“Masuklah!” seru wanita tua itu.


Falcon menepuk punggung tangan gadisnya, seolah meminta Liana untuk tetap tenang.


Saat mereka masuk, nampak di sana begitu banyak orang, dan semuanya sangat dikenal oleh Liana.


“Duduklah,” seru nenek tua itu.


Dia tak lain adalah Nyonya tua Mo yang telah menghilang tanpa jejak, saat Liana dan Falcon ingin mencari tahu tentang latar belakang Moses Jung.


Kini setelah semua berakhir, tiba-tiba saja wanita itu muncul kembali dalam kondisi baik-baik saja.


Liana dan Falcon pun duduk di kursi yang masih kosong. Di sana telah hadir lebih dulu Long, Nine, Q, Chip, Mike dan bahkan Alice. Mereka semua adalah anak buah Moses Jung, sekaligus petinggi geng Jupiter. Hanya Liana lah orang luar yang ikut hadir di sana.


“Baiklah, Nyonya. Sekarang kau bisa bicara. Kami sudah berkumpul semuanya di sini,” seru Long.


“Maaf, apa Anda adalah Nyonya tua Mo, orang yang tahu segalanya tentang kota ini?” tanya Liana menyelidik.


“Gadis cantik, apa anak-anak nakal ini sudah menceritakan tentangku padamu?” tanya Nyonya tua Mo.


Liana mengangguk. Gadis itu begitu penasaran akan apa yang akan dikatakan oleh wanita tua ini.


Hanya Long dan Chip yang bersikap ramah di sana. Nine dan Mike seperti biasa selalu lebih banyak diam, sedangkan Q yang masih belum mendapat maaf dari Falcon, akhirnya hanya bisa diam. Sisanya, Alice dan sang ketua geng, Falcon, kedua orang itu benar-benar tenang, akan tetapi mereka saling melemparkan tatapan tajam seolah belum sepenuhnya bisa berdamai satu sama lain.


“Aku mengundang kalian semua di sini, karena tinggal kalianlah anak-anak yang dididik langsung oleh Moses. Ada beberapa hal yang perlu kalian ketahui tentang pria malang itu,” ucap Nyonya tua Mo.


...👑👑👑👑👑...


FLASH BACK, NYONYA TUA MO POV.

__ADS_1


Dulu, aku hanya seorang perawat di sebuah rumah sakit di kota ini. Aku sehari-hari merawat orang sakit dari yang kecil sampai tua. Masa itu, tidak sebaik masa sekarang.


Banyak anak korban peperangan yang terpaksa menjadi yatim piatu karena orang tua mereka meninggal. Begitupun yang terjadi pada suamiku.


Dia pergi ke medan perang, bahkan saat usia pernikahan kami baru saja menginjak usia lima bulan. Demi cintaku padanya, aku memilih untuk tidak menikah lagi.


Selain merawat orang di rumah sakit, aku juga merawat beberapa anak yatim korban perang di rumah. Hal ini ku lakukan untuk menghibur diriku, disamping aku bisa menolong mereka, aku juga bisa merasakan memiliki sebuah keluarga bersama mereka.


Sampai suatu hari, aku melihat seorang pemuda. Dia nampak sedang kebingungan dan hanya berdiri di sudut jalan. Awalnya aku tak peduli.


Melihat usianya, dia sekitar berusia tujuh belas tahun, dan kurasa dia sudah cukup dewasa untuk mencari pekerjaan sendiri dan menghidupi dirinya.


Setiap hari aku selalu melewati jalan tersebut, dan melihat pemuda itu masih berdiri di tempat yang sama, dengan pakaian yang sama. Hal itu terjadi sudah hampir sepekan.


Dia terlihat berjongkok di sana, sambil memeluk kedua lututnya sendiri. Aku melihat pemuda itu semakin kurus dan kumal. Akhirnya, aku pun menghampirinya dengan membawa sepotong roti gandum.


Saat aku menyodorkannya makanan tersebut, dia mendongak dan segera meraihnya dariku. Aku melihatnya memakan roti keras itu dengan sangat lahap.


Setelah selesai makan, pemuda itu berterima kasih kepadaku.


“Terimakasih, Nyonya,” ucapnya.


“Sama-sama. Kenapa kamu selalu berada di sini?” tanyaku.


Awalnya pemuda itu terlihat ragu, akan tetapi akhirnya dia menceritakan semuanya padaku.


“A... aku diminta oleh nona ku untuk menunggunya di sini. Dia bilang, ini hukuman untuk ku karena sudah membuatnya marah,” jawab pemuda itu.


“Marah? Memangnya apa yang telah kau lakukan sampai kau ditinggal di sini selama berhari-hari di luar seperti ini?” tanyaku.

__ADS_1


“Di.. dia memintaku membunuh seekor anjing kecil yang sudah mengoyakkan sepatu barunya. Aku tak mau melakukannya dan hanya membawa anjing itu pergi dari sana, agar ia itu tak bertemu lagi dengan nona ku. Tapi ternyata, anjing itu datang lagi dan nona ku tahu bahwa aku berbohong padanya,” ungkapnya.


“Hanya karena hal seperti itu, dia sampai memintamu untuk berdiri di sini sepanjang minggu ini? Apa kau juga tidak makan selama beberapa hari ini?” tanyaku.


Pemuda itu mengangguk.


Aku sangat kasihan mendengar cerita pemuda tersebut. Kemudian, aku mengajaknya untuk pergi dari sana dan mendatangi rumah majikannya.


Namun siapa sangka, setelah sampai di sana, rupanya rumah besar itu telah kosong. Semua penghuninya telah pindah. Mereka bahkan melupakan untuk membawa pemuda malang itu pergi. Mereka juga tak memberitahukan kemana mereka akan pergi kepada kami, dengan alasan kami hanya orang asing.


Bayangkan jika saat itu aku tetap diam dan tak mau membantunya, mungkin dia akan tetap berdiri di sudut jalan sana sendiri, kelaparan dan kedinginan.


“Siapa namamu, Nak?” tanyaku.


“Namaku, Moses. Moses jung,” jawabnya.


“Moses, bagaiman kalau kau bekerja padaku saja untuk merawat anak asuhku di rumah?” ajakku.


Dia pun dengan senang hati menerima pekerjaan dariku, karena dia memang tak ada pilihan lain selain menerimanya.


.


.


.


.


Sekian untuk hari ini bestie 🥰lanjut lagi besok yes 😁

__ADS_1


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2