Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Suami lugu


__ADS_3

“Dok, tolong gugurkan kandungan istriku!” seru Falcon tiba-tiba.


“Apa?!” pekik Liana dan dokter itu bersamaan.


“Sweety, maafkan aku. Aku tau bahwa kau belum mau memiliki anak. Ini salahku karena tidak memakai pengaman saat bercinta denganmu. Aku akan bertanggung jawab dan membantumu menyingkirkan anak ini,” ucap Falcon.


“HONEY!” pekik Liana kesal.


Dokter dan perawat yang ada di sana pun seketika menutup mulut mereka karena menahan tawa, atas apa yang baru saja mereka saksikan.


Melihat sang istri kesal, Falcon kembali merasa kebingungan.


“Sweety...,” panggil Falcon.


“Stop! Jangan bicara lagi. Kita selesaikan dulu urusan di sini, baru kita bahas lagi di rumah. Kau ini benar-benar...,” sela Liana.


Dokter pun nampak menyerahkan sebuah kertas kepada Liana, yang berisikan resep obat yang perlu ditebus oleh wanita itu.


“Makan dan minumlah sesuatu yang hangat agar perutmu terasa nyaman. Sementara hindari benda yang memicu mual. Jika kondisi ini kembali muncul, tetap tenang dan pastikan perut tidak kosong. Perbanyak cemilan seperti biskuit dan kacang-kacangan. Jika ada kondisi yang mengkhawatirkan, segera datang ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan  secepatnya,” pesan sang dokter.


“Biak, Dok. Terimakasih atas bantuannya,” sahut Liana.


“Sekali lagi, selamat atas kehamilannya, Nyonya,” ucap dokter itu.


Keduanya pun berjabat tangan dan Liana segera ke luar dari ruang praktek tersebut, mendahului Falcon yang masih tak mengerti keadaannya.

__ADS_1


Dia pun mengikuti sang istri yang berjalan cepat di depan.


“Sweety! Sweety, tunggu!” panggil Falcon.


Pria itu akhirnya bisa menyusul sang istri dan meraih tangannya. Liana pun berhenti dan menoleh ke arah suaminya.


“Ya, Honey. Jika kau mau bicara omong kosong lagi, sebaiknya kau tidak usah bicara,” ucap Liana.


“Sweety, jelaskan padaku perasaanmu tentang kehamilan ini? Aku melihat kau hampir menangis tadi. Aku mengira kau sedih karena ada anak ini di perutmu. Bukankah kau pernah bilang bahwa kau tidak suka dengan anak-anak?” cecar Falcon.


Liana seketika menahan senyumnya dan semakin membuat Falcon kebingungan. Wanita itu kemudian mengulurkan kedua tangannya dan menangkup pipi pria tersebut.


“Apa suamiku benar-benar selugu ini?” ucapnya.


“Apa kau begitu peduli dengan omong kosong ku waktu itu? Apa hanya itu yang bisa kau lihat selama menjadi suami ku?” tanya Liana.


“Sweety, aku hanya tak ingin kau sedih. Aku rela melalukan apapun juga asalkan kau bahagia. Aku tak ingin membuatmu terbebani oleh anak ini,” ucap Falcon.


“Siapa bilang aku terbebani dengan anak ini?” tanya Liana.


“Sweety, tapi bukankah kau...,” ucap Falcon.


“Ini anak kita. Tentu saja aku sangat senang dengan kehadirannya di perutku,” sela Liana.


“Tapi tadi kau hampir...,” sanggah Falcon.

__ADS_1


“Iisshhh! Kau ini! Apa kau tidak pernah mendengar yang namanya tangis bahagia, hah? Aku terharu melihat lingkaran kecil di layar tadi. Aku tidak menyangka jika ada makhluk kecil yang rapuh sedang tumbuh di dalam tubuhku,” sela Liana kesal.


Mendengar hal itu, Falcon serta merta memeluk Liana dengan erat, dan mengangkatnya membawa wanita itu berputar, hingga Liana memekik karena terkejut.


“Honey, stop! Kau membuatku takut!” pekik Liana.


Falcon pun menyudahi aksinya. Dia menangkup pipi sang istri dan mengecup singkat bibir pucat wanita itu.


“Terimakasih, Sweety. Terimakasih, Sayang. Aku sangat bahagia mendengar semua ini. Terimakasih,” ucapnya.


Falcon memeluk Liana dengan erat, dan mengecup wajah sang istri berkali-kali. Rasanya, kebahagian meluap memenuhi hati mereka, dengan kabar gembira tersebut.


.


.


.


.


Senangnya🥰🥰🥰🥰


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2