Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Konspirasi


__ADS_3

Hari itu, mereka lewati dengan sangat gembira. Kedua orang yang tengah dimabuk cinta itu terus mengumbar kemesraan di depan semua orang.


Liana, gadis belia itu membuat hidup Falcon yang tadinya suram dan abu-abu, kini berubah menjadi berwarna dan banyak dihiasi senyuman.


Gadis itu terus menggandeng tangan Falcon ke sana kemari, seolah ingin menunjukkan pada dunia bahwa pria itu adalah miliknya.


Mereka tak lagi menutupi hubungan mereka, setelah apa yang sudah disepakati oleh Liana dan juga Tuan Harvey.


Namun, dia tak sadar jika hal itu justru mengundang bahaya lain yang mereka tak ketahui.


Di tempat lain, di sebuah bangunan yang bertuliskan Yayasan Amal Xing Ping, tempat yang menampung anak-anak malang yang terbuang, nampak seorang pria yang tengah duduk di kursinya, berbicara dengan wanita yang berdiri di dekat jendela.


Mereka nampak tak asing. Si wanita terlihat memakai pakaian formal dengan kemeja dan rok pendek di atas lutut, serta sepatu berhak tiga sentimeter dengan rambut yang dicepol ke atas.


Sebuah kacamata ber frame emas dengan rantai leher, bertengger di atas hidung mancungnya.


Sedangkan si pria, mengenakan kemeja putih lengan panjang, dengan celana bahan gelap bersepatu fantopel mengkilap, serta rambut yang disisir klimis menyamping.


Penampilan mereka terlihat seperti orang baik-baik yang mengurus yayasan amal tersebut.

__ADS_1


“Rupanya benar dugaan ku. Sejak kejadian itu, aku memang sudah menduga jika Alex memiliki hubungan dengan cucu Presdir Wang, dan sekarang mereka terang-terangan mengungkap hubungan mereka. Sepertinya orang itu sudah benar-benar dimabuk cinta,” ucap si pria.


“Kalau kau sudah mengetahuinya sejak awal, kenapa hanya diam saja? Apa kau bermaksud untuk melindunginya?” tanya si wanita.


“Aku? Melindunginya? Tentu tidak. Aku sangat membencinya, terlebih karena dia telah merebut posisi yang seharusnya menjadi milikku. Kau yang paling tahu bahwa aku sangat menginginkan Geng Jupiter milik Tuan Jung,” sahut si pria.


“Yah, tapi sepertinya dia lebih tidak berguna dan ditinggal di tempat suram itu. Bukankah kau lebih beruntung?” tanya si wanita.


“Apa kau pikir sesederhana itu? Aku tak menyangka, bahwa mesin pembunuh berdarah dingin seperti mu bisa berpikir senaif ini,” ejek si pria.


“Apa maksudmu aku ini b*doh?” timpal si wanita kesal.


“Tapi lihat sekarang, setelah dia melepaskan geng itu, bukankah dia selalu berpura-pura menjadi warga sipil yang baik, dan membatasi gerakan kita? Kita terkekang di sini.”


“Sedangkan Alex dengan Geng Jupiternya, dia bebas melakukan apapun, bahkan namanya menjadi sebesar Ketua Jung. Aku tidak terima, Alice. Ini sangat tidak adil! Aku yang lebih dulu mengikuti ketua jauh sebelum anak ingusan itu datang.”


“Dan aku baru tahu satu hal tentang Alex. Apa kau ingat bagaimana ketua memungut kita menjadi anak buahnya?” tanya si pria.


“Yah, seperti yayasan ini. Ketua mengambil anak-anak jalanan terbuang dan mengajari mereka cara memegang senjata. Lalu?” sahut wanita bernama Alice.

__ADS_1


“Apa kau ingat bagaimana Alex datang? Bukankah ketua menjemputnya ke sebuah pulau terpencil? Kau juga ikut dengannya saat itu menemani putri kecilnya,” ucap si pria.


“Kau benar, Henry. Jadi menurut mu, apa ketua sejak awal punya rencana lain tentang Alex?” tanya alice.


“Cara satu-satunya untuk mencari tau adalah dengan membuat sebuah keributan kecil, agar harimau tua itu bertindak dan menunjukkan belangnya,” sahut Henry dengan seringainya yang mengerikan.


.


.


.


.


Masih ada yang ingat mereka berdua? hari ini udah dulu ya 😁besok lanjut lagi🥰


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2