Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Yayasan Xing Ping


__ADS_3

Sebuah hall telah disulap menjadi taman bunga gantung yang sangat indah ,yang sengaja dipesan oleh sebuah yayasan amal, yang namanya sudah semakin terkenal di berbagai daerah, khususnya Empire State, Negara bagian A dan juga kawasan sekitar Metropolis.


Hall yang berkapasitas seribu kursi itu, ditata dengan begitu rapi, dengan semua meja dan kursi tamu berada di setiap sisi ruangan, sedangkan di bagian tengah dibiarkan kosong untuk acara dansa amal.



Banyak bunga wisteria menggantung dengan berbagai warna, membuat ruangan tersebut nampak begitu indah. Tak hanya itu, setiap meja dihiasi dengan bunga-bunga yang cantik, menambah kesan segar di setiap sudutnya.


Sebuah panggung dengan piano besar terlihat dipersiapkan untuk suatu pertunjukkan musik. Di belakang panggung pun sudah berkumpul anak-anak yang akan ikut berpartisipasi dalam mengisi acara malam ini.


Jam menunjukkan sudah pukul delapan malam, dan pesta sudah akan dimulai. Hampir seluruh undangan telah hadir.


Di salah satu sudut aula tersebut, tampak seorang gadis tengah kesal karena dia kehilangan sesuatu.


“Sayang, sudahlah. Mungkin dia masih ada urusan,” ucap pria tampan dengan dandanan rapi di sebelah gadis itu.


Pria tersebut terlihat masih segar dan rupawan, diusianya yang sudah tak lagi muda. Badannya pun tampak kekar, bisa terlihat meski memakai sebuah tuxedo.

__ADS_1


“Aku heran padanya. Kenapa setiap kali datang ke kota ini, pasti selalu hilang. Anehnya, anak buah Daddy pun tak bisa menemukannya. Dia itu manusia atau hantu?” keluh si gadis.


Pria yang rupanya Daddy dari gadis itu pun hanya bisa geleng-geleng, sambil memijat keningnya, melihat sikap anak gadisnya yang selalu saja meributkan masalah pria.


Dia pun kemudian membuang pandangannya ke arah para tamu yang telah banyak hadir. Pria tersebut kemudian bangun dan meraih tangan putrinya.


“Lupakan dulu masalah Chris. Ada banyak tamu yang harus disambut sekarang. Ayo!” ajak sang Daddy.


Dengan wajah yang masih masam dan tertekuk, gadis itu pun terpaksa mau menuruti ajakan sang ayah.


Ya, kedua orang itu tak lain adalah Moses dan Lusy Jung. Ayah dan anak yang menjadi target Liana malam ini.


Semua orang menyambut Moses dan putrinya dengan begitu baik. Nama mereka berdua sudah cukup melambung karena kedermawanan Moses, yang sudah banyak membantu kaum tak mampu. Mulai dari membantu memberikan beasiswa pendidikan bagi anak yang ingin melanjutkan studi di semua jenjang, fasilitas publik seperti rumah sakit, panti jompo, rumah singgah bagi para pengemis dan gelandangan, serta yayasan amal yang digunakan sebagai tempat penampungan anak-anak jalanan dan yatim piatu.


Dari luar, semua itu terlihat begitu normal dan tak ada yang perlu dicurigai. Namun pada kenyataannya, salah satu dari lembaga tersebut justru menjadi tempat pembibitan manusia kejam berdarah dingin, yang kelak akan menjadi senjata manusia mematikan dari kelompok tersebut.


Yaitu lembaga amal yang dipegang oleh Henry dan juga Alice. Di Sana banyak anak-anak yang dilatih dengan sangat serius untuk dijadikan pasukan mereka. Anak-anak tanpa masa depan dan tanpa orang tua yang melindungi. Dengan alasan harus bertahan hidup sendiri di dunia yang kejam ini, mereka dilatih memegang senjata dan berkelahi sejak kecil.

__ADS_1


Semua dana yang dibutuhkan mereka, berasal dari dua donatur besar, yang seumur hidupnya akan selalu mau untuk menggelontorkan dana berapapun banyaknya yang diminta oleh Moses, meski pun terpaksa dan di bawah ancaman pria tersebut. Mereka adalah Amber Callister Harvey dan Jerome Chen.


Kedua orang inilah yang tak akan pernah lepas dari jerat Moses, karena pria itu telah memegang rahasia dari keduanya.


Yayasan ini berdiri sekitar sepuluh tahun lalu, tepatnya saat Liana berusia dua belas tahun dan memutuskan untuk bekerja secara mandiri, demi menghidupi dirinya sendiri, sedangkan Falcon berusia lima belas tahun, dan sudah harus menjadi ketua sebuah gangster di kota hitam Grey Town.


.


.


.


.


Mumpung tukangnya lagi rehat, halunya dilanjut🤭


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2