Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Tanggung jawab


__ADS_3

“Kau pasti bohong kan. Mana ada aku bicara seperti itu. Ini pasti hanya akal-akalan mu saja,” elak Liana.


“Ah... Jadi kamu tidak mau mengakuinya? Meskipun kau mabuk, tapi kau harus bertanggung jawab atas setiap kata-kata dan perbuatan yang kau ucapkan serta lakukan, Sweety,” sanggah Falcon.


Liana diam kembali. Gadis itu memang tak ingat sama sekali apa saja yang sudah terjadi saat dirinya mabuk semalam.


Apa iya aku bilang seperti itu? Lalu, apa saj ayang sudah terjadi? Ahhhhhh.... pasti sangat memalukan, batin Liana.


Pria itu kemudian melepaskan satu tangannya, dan meraih sesuatu dari dalam saku celana.


“Kalau kau tak percaya, aku akan perlihatkan vidio mu saat mabuk semalam, agar kau mau mengakui kalau kau sudah cemburu padaku,” seru Falcon.


Liana pun seketika menoleh dan mencoba meraih ponsel kekasihnya itu.


“Berikan padaku! Berikan!” seru Liana.


Tangannya terus mencoba meraih ponsel yang saat ini diacungkan tinggi-tinggi oleh Falcon, hingga membuat gadis tersebut harus melompat-lompat demi agar bisa mencapai tangan sang kekasih.


“Falcon, Berikan padaku! Jangan menyebalkan seperti ini. Aku tak suka,” seru Liana kesal.


Falcon terus mengacungkan ke atas ponselnya itu. Meski dalam posisi terhimpit antara Liana dan meja dapur, namun karena posturnya yang tinggi, membuat Liana kesulitan untuk meraih ponsel tersebut dari Falcon.


“kemarikan padaku, Falcon,” pekik Liana kesal.

__ADS_1


“Hehehhe... Baiklah! Baiklah! Aku akan berikan ponsel ini padamu, asal kau mau menuruti satu permintaanku,” ucap Falcon.


“Apa? Cepat katakan!” seru Liana.


“Cium aku seperti kau menciumku semalam,” seru Falcon.


“Apa?! Ci... Cium? Aku menciummu semalam?” tanya Liana tak percaya.


“Yah. Kenapa? Apa kau mau bilang tak ingat lagi? Aku bahkan hampir diperkosa olehmu,” tutur Falcon.


Liana sama sekali tak percaya jika dirinya bisa melakukan hal tersebut. Sementara Falcon, dia hanya bisa menahan tawanya sekuat hati agar rencananya menggoda Liana berjalan lancar.


“Kau tidak sedang membohongi ku kan?” terka Liana


Memalukan! Aku sama sekali tak ingat apapun, batin Liana.


“Bagaimana? Bisa kau berikan apa yang ku mau?” tanya Falcon.


“Aku lupa bagaimana aku menciummu semalam. Jadi aku... Eehhhmmmmm!” ucap Liana.


Gadis itu seketika terbungkam oleh bibir falcon, yang secara cepat mendarat di bibir ranum Liana. Pria itu meraih tengkuk gadis tersebut dan memagut dalam bibir merah muda pias Liana.


Liana yang sudah semakin terbiasa dengan hal mesra seperti itu pun, secara tak sadar ikut hanyut dan melingkarkan kedua lengannya di leher Falcon, lalu membiarkan pria itu menjelajah rongga mulutnya dengan lincah.

__ADS_1


Falcon semakin erat memeluk pinggang Liana, hingga tubuh mereka berhimpitan dan saling bergesekkan satu sama lain. Sesuatu yang dibawah sana tiba-tiba mengeras, dan terasa menekan perut Liana.


Gadis itu pun segera mendorong Falcon agar menjauh darinya, karena menyadari hal tersebut.


Dia mengusap kasar bibirnya yang basah karena liur dari keduanya yang telah saling bertukar kenikmatan.


“Sudah kan ciumannya? Sekarang mana video ku semalam?” tagih Liana.


“Gak ada vidio apapun,” sahut Falcon enteng.


“Apa?!” pekik Liana tak percaya.


.


.


.


.


Si babang cari kesempatan aja sih 🤣🤣🤣lagian si eneng ada acara mabuk segala, jadi kena kan dikerjain ayang beb😅


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2