Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Bersiap


__ADS_3

Siang hari, Liana dan Falcon tengah mempersiapkan masakan yang akan mereka bawa serta berkunjung ke rumah besar Dream Hill.


Selain untuk mengetahui keadaan sang ayah, kedatangannya kali ini juga untuk menjenguk, dan sekaligus melaporkan perkembangan kerja sama Wang Construction dengan The Palace milik Tuan Harvey, kepada sang kakek.


Saat ini, Liana tengah menata masakan yang dibuat oleh kekasihnya ke dalam sebuah kotak bekal. Dia mempersiapkan dua buah kotak. Satu untuk kakeknya, dan satu lagi untuk sang ayah, seandainya dia bisa bertemu dengan pria itu nanti.


“Ini yang terakhir,” ucap Falcon.


Pria itu meletakkan telur gulung yang baru saja dibuatnya, dan sudah dipotong-potong agar mudah untuk dimakan.


Liana mengambil satu dan memasukkannya ke dalam mulut.


“Ehm... Amazing! Masakan mu memang luar biasa, Honey,” puji Liana.


“Haish! Bicara mu manis sekali, Sweety,” sahut Falcon.


Keduanya pun tersenyum ke arah satu sama lain, menyadari perubahan besar yang mereka ambil dalam hubungan yang saat ini sedang terjalin di antara keduanya.


Setelah selesai menata semua makanan ke dalam kotak makan, Liana masuk ke dalam kamar dan berganti pakaian.


Seperti biasa, gadis itu memilih untuk mengenakan pakaian casual dan santai untuk aktifitas sehari-harinya, begitu pun saat dia hendak menemui sang kakek.

__ADS_1


Sedangkan Falcon, terjadi perang batin dalam dirinya, ketika hendak memilih pakaian untuk ia kenakan, saat menemani Liana berkunjung ke rumah Kakek Joseph nanti.


Hingga sampai gadis itu telah selesai bersiap, Falcon masih memakai kaus dan celana boxer yang sama seperti saat ia masak tadi.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Liana.


Gadis itu keluar dari dalam kamar dengan penampilan yang telah rapi. Tas punggung kesayangannya pun sudah ia tenteng di tangan. Liana berjalan ke arah kekasihnya yang nampak memandangi pakaian, yang sudah hampir seluruhnya keluar dari dalam tas.


Dia berdiri di samping Falcon yang sesekali menggaruk belakang kepalanya, meski tak terasa gatal sama sekali.


Seolah mengerti apa yang terjadi, Liana pun menahan senyumnya dan mencoba memberi petunjuk pada Falcon.


“Sepertinya, kemeja putih ini bagus. Kau terlihat sangat tampan dan seperti pangeran saat memakainya. Aku teringat saat kita di Sky Escape, waktu itu makan malam dan kau memakai kemeja seperti ini,” ucap Liana.


Dia ikut melihat ke arah kemeja yang di katakan oleh Liana, dan mencoba membayangkan penampilannya dengan pakaian itu.


“Benarkah ini akan bagus saat ku pakai?” tanya Falcon.


“Tentu saja. Kau itu sangat good looking. Sebenarnya kau mau pakai apapun pasti akan terlihat sangat bagus. Pilih saja yang menurutmu nyaman," ucap gadis itu.


Liana mendekatkan sedikit wajahnya ke telinga Falcon.

__ADS_1


"Asal kau tau, kakekku itu lebih suka pria yang percaya diri dari pada yang mencoba menyesuaikan diri,” bisik Liana lirih.


Gadis itu cekikikan dan Falcon pun dibuat tersipu karena tertangkap oleh gadisnya, saat dia mencoba memberikan kesan baik pada kakek dari kekasihnya itu.


“Baiklah. Aku akan pakai sesuai dengan petunjukmu tadi. Lagipula, kemeja longgar ini sangat nyaman digunakan di siang hari seperti sekarang ini,” ucap Falcon.


Dia pun mengambil kemeja tersebut dengan sebuah celana, dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian.


Tak berselang lama, keduanya pun telah siap dan kini mereka berjalan keluar bersama dari apartemen.


.


.


.


.


Pagi bestie 🥰udah hari senin aja nih 😁votenya bagi sini dong☺ event give away nya masih berlangsung dan masih lamaaaaaa banget batas akhirnya 😁


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2