Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Kagaduhan


__ADS_3

Falcon merasa aneh dengan gadisnya. Dia tak tahu kenapa Liana begitu kesal dengan perkataannya tadi.


“Memang apa yang salah dengan perkataanku?” gumam Falcon pada dirinya sendiri.


Dia kemudian berjalan ke arah ruang tamu, di mana tas miliknya berada. Dia mencoba mengambil pakaian ganti yang nyaman untuk dipakainya di malam hari.


Setelah mendapatkan semua yang diperlukan, Falcon pun berjalan ke arah kamar mandi dengan membawa pakaian bersih serta handuk yang menyampir di pundaknya.


Saat baru akan menutup pintu kamar mandi, dia terkejut karena mendengar sebuah jeritan dari arah kamar Liana.


Falcon pun segera mengurungkan niatnya untuk mandi, dan meletakkan semua barang yang dipegangnya di atas meja makan yang berada dekat dengan kamar mandi luar.


Pria itu segera berjalan ke arah kamar Liana, namun ternyata pintunya tekunci. Gadis itu dari awal memang menguncinya rapat setelah merasa kesal dengan perkataan Falcon terakhir kali.


Dia menggedor-gedor pintu dengan keras, berharap gadisnya mau membukakan pintu.


“LIANA! LIANA! BUKA PINTUNYA! LIANA!” teriak Falcon.


Namun, Liana tak kunjung membuka pintu dan semakin menjerit-jerit, membuat Falcon tambah khawatir.


“LIANA! BUKA PINTUNYA!” teriak Falcon lagi dengan menggedor semakin keras.


Pintu tak juga kunjung dibuka, hingga dia menjadi kesal sendiri.


“Maaf, pintunya akan aku dobrak!?” pekik Falcon.


Dia pun mundur dan mengambil ancang-ancang. Baru saja dia hendak menyerang papan kayu itu, handle berputar dan Liana berlari keluar kamar masih dengan berteriak-teriak histeris.

__ADS_1


Falcon yang melihat gadisnya ketakutan oun segera memeluknya dan menenangkannya.


“Tenanglah! Ada aku di sini,” ucap Falcon.


Liana nampak masih gemetar dan terus menyembunyikan wajahnya di dada bidang Falcon.


Sedangkan pria itu, dia mencoba melihat ke dalam sana dari tempatnya berada. Dia mencari sesuatu yang telah membuat gadisnya ketakutan hingga berteriak-teriak seperti tadi. Namun, dia tak melihat hal apapun yang membahayakan atau mencurigakan.


Falcon pun akhirnya sedikit menjauhkan wajahnya dari Liana, dan mencoba melihat gadis itu.


“Ada apa sebenarnya? Kenapa kau berteriak-teriak semenakutkan itu?” tanya Falcon.


Liana menunjuk ke dalam, namun segera menarik kembali telunjuknya dan memeluk Falcon.


“A... Ada... Ke... Kecoa,” ucap Liana terbata.


Bahkan, belahan di antara dua bukit Liana pun  terlihat jelas dari posisi Falcon saat ini, membuat hasrat pria itu seketika terbangun. Namun, cepat-cepat dia meraih handuk yang menyampir di pundaknya, lalu menutup kepala Liana hingga membuat bagian pundak sampai dada Liana tertutup.


“Kau ini sengaja menggoda ku atau bagaimana sih?” gumam Falcon.


Liana menoleh tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Falcon.


“Apa?! Untuk apa aku menggodamu?” pekik Liana.


“Lihat dirimu! Kalau bukan menggoda, lalu apa?” sindir Falcon sambil melempar pandang pada tubuh Liana, yang masih tertutup dua helai handuk.


Gadis itu pun melihat ke arahnya sendiri, dan baru sadar bagaimana dia melompat begitu saja ke arah pria itu, dengan hanya berbalutkan handuk yang sangat minim menutupi tubuhnya.

__ADS_1


Liana pun segera mengeratkan lilitan handuk yang diberikan oleh Falcon padanya, untuk menutupi bagian atas tubuhnya yang hampir terlihat.


Falcon berjalan menuju ke dalam kamar Liana, dan mencari keberadaan mahluk yang telah membuat gadisnya ketakutan sampai berteriak seheboh itu.


Setelah beberapa lama, perang dengan makhluk avertebrata itu pun usai, dan pria itu keluar dengan membawa bangkainya. Dia sengaja mengacung-acungkan benda mati itu ke arah gadisnya, dan membuat Liana berlarian masuk kembali ke dalam kamarnya lagi.


“Jangan kunci kamarnya. Siapa tahu keluarga makhluk ini datang dan membalas dendam,” ejek Falcon.


“Dasar menyebalkan!” pekik Liana dari dalam kamar.


Falcon hanya bisa menahan tawa serta hasratnya pada gadis yang sudah banyak memberikan ujian padanya.


.


.


.


.


Hari ini sampai sini dulu😁jan tegang mulu yah bestie, diselingi kekonyolan mereka juga biar ada manis-manisnya gitu🤭


Besok lanjut lagi ya bestie ku sayang 😘😘😘😘


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏


Jangan lupa like dan komentar yah😘

__ADS_1


__ADS_2