Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Kunjungan teman


__ADS_3

Seminggu kemudian, setelah Moses Jung menyerahkan diri, proses penyelidikan berjalan dengan sangat cepat karena telah menemukan banyak petunjuk dari sang mantan ketua geng Jupiter.


Semua orang bertanya-tanya, kenapa Moses Jung mau menyerahkan diri secara tiba-tiba seperti itu. Namun, orang yang terlibat dalam kasus Liana, semua tahu apa alasan dari pria itu melakukan hal tersebut.


Saat ini, Liana masih berada di rumah sakit. Sikap protektif dari Falcon dan juga kakeknya, membuat gadis itu hanya bisa memantau semua dari layar televisi dan juga berita di internet.


Dia harus beristirahat total, setidaknya untuk sepekan dan tak boleh melakukan apapun dengan alasan apapun.


Beberapa saat yang lalu, dokter baru saja melakukan checkup kepadanya. Gadis itu pun mengeluh pada sang dokter bahwa dia sudah sangat bosan terus-terusan menjadi pasien.


Semua tertawa mendengar rengekan Liana. Kakek Joseph pun merasa puas karena sekarang Liana sudah mau menurut. Jika sebelumnya, gadis itu pasti akan selalu menolak apapun yang dikatakan orang lain, yang tidak sesuai dengan keinginannya.


Namun kali ini, gadis itu sungguh patuh dan tak banyak membantah, meski mulutnya terus saja mengeluh bosan.


Beberapa saat kemudian, Falcon datang dari luar. Di belakangnya, ada beberapa orang yang datang mengikutinya.


Liana pun mencoba mengintip dan seketika senyumnya merekah di wajah yang beberapa hari ini terlihat pias dan selalu cemberut.


“Kakak!” pekik Liana.


Dia melihat Long dan Nine berjalan sambil mendorong sebuah kursi roda, yang di atasnya tengah duduk seorang gadis seusia Liana, dengan lengan yang masih digips.


Liana hendak turun dari tempat tidurnya, namun segera ditahan oleh Falcon.

__ADS_1


“Mau apa kau, hah?” tanya Falcon.


“Aku ingin melihat Kak Ella, Honey,” sahut Liana.


“Tidak perlu sampai bangun, kan? Dia bisa kemari dan menghampiri mu,” seru Falcon.


Liana mencebik kesal, karena lagi-lagi gerakannya dibatasi oleh sang kekasih. Gadis itu cemberut, namun hanya sekilas. Dia lalu kembali melihat ke arah sang pelayan yang sudah berkorban melindungi Peter, hingga tubuhnya harus terluka parah seperti itu.


Long mendorong kursi roda Ella agar mendekat ke arah tempat tidur Liana.


“Kak, apa kabarmu? Maaf aku belum sempat menjenguk mu sejak saat itu,” ucap Liana.


Gadis itu bahkan mengatakan hal tersebut sambil melirik ke arah Falcon yang terus berdiri di sampingnya.


“Tak apa, Liana. Aku justru mengkhawatirkanmu saat mendengar kabar bahwa kau telah diculik. Aku pun tahu sekarang kau harus memulihkan diri. Maaf, ini semua karena aku yang tidak bisa bertarung dan melawan mereka semua,” ucap Ella.


“Jangan pikirkan hal itu lagi, Kak. Yang penting sekarang adalah kau bisa selamat dari kejadian itu,” sahut Liana.


“Yah, aku berhasil selamat, tapi Paulo... Anak kecil itu...,” ucap Ella terjeda.


Kedua gadis itu diam. Hati Liana kembali sakit saat mengingat nasib anak kecil menyebalkan, yang sudah banyak menolongnya merawat sang ayah.


Genangan terbentuk di matanya hingga pandangannya mulai kabur. Namun, Liana cepat-cepat mengusap dan mengerjapkan matanya agar genangan itu menghilang dari sana.

__ADS_1


“Ehm... Ku dengar abunya di tabur ke laut. Aku yakin dia sekarang sudah sangat bahagia, karena bisa bermain di laut setiap saat,” ucap Liana.


Gadis itu mencoba menghibur pelayan tersebut dan juga dirinya sendiri.


Ella terlihat mengusap pipinya, karena lelehan bening telah turun membasahi wajah pias itu.


“Yah, kau benar. Dia sangat menyukai laut. Anak itu sama sekali tak takut saat ada angin dan ombak besar. Dia bilang, laut adalah taman bermain untuknya,” sahut Ella.


Liana menggenggam tangan Ella dengan erat. Keduanya pun saling pandang.


“Setelah kakak keluar dari rumah sakit, kita pergi ke sana sama-sama yah. Setidaknya, kita harus mengucapkan selamat tinggal pada anak menyebalkan itu,” ajak Liana.


Ella mengangguk, dan senyum tipis muncul di wajah yang masih merah dengan mata yang berkaca-kaca.


.


.


.


.


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2