
Dia pun dengan cepat merebut ponsel Falcon yang sudah turun, dan segera membuka galerinya. Dia mencari di antara semua foto dan vidio di dalam sana, namun tak ada satu pun yang menunjukan kejadian tadi malam.
Dia pun kesal karena sudah masuk ke dalam jebakan Falcon, dan membuatnya mencium pria itu dengan sangat panas.
Namun, satu hal yang membuat hatinya berbunga, yaitu saat menyadari bahwa semua isi ponselnya adalah foto-foto dirinya yang entah kapan diambil oleh pria tersebut.
Falcon melihat Liana yang terus diam tertunduk, membuatnya kembali merengkuh pundak gadisnya.
“Apa kau marah?” tanya Falcon.
Liana mengangkat wajahnya dan menatap lurus ke dalam manik hitam sang kekasih.
“Tentu saja aku marah. Kau sudah berbohong padaku,” jawab Liana.
“Aku juga marah karena semalam kau pergi bersama pria lain. Jadi, sekarang kita impas,” ucap Liana.
“Apa? Impas? Lalu, semalam saat kau bersama Lusy bagaimana? Apa itu sama sekali tidak dihitung? Enak saja impas,” tepis Liana.
“Baiklah aku mengaku salah. Aku memang sengaja membuatmu marah semalam karena kau sudah keterlaluan terang-terangan selingkuh di depanku,” sanggah falcon.
“Hei, Tuan. Aku tidak selingkuh. Dia itu sepupuku. Kau tahu itu bukan,” keluh Liana kesal.
Gadis itu kembali membuang muka ke samping dan melipat kedua tangannya di depan dada.
__ADS_1
Falcon benar-benar tak bisa lagi berdebat dengan Liana, karena tak mau gadisnya itu merengek terlalu lama.
“Baiklah aku minta maaf. Aku yang salah karena tak bisa memahami hal itu. Tapi apa aku tidak boleh cemburu padanya? Terlebih aku tahu bagaimana perasaannya dulu padamu. Meskipun dia sekarang adalah sepupumu, tapi apa hal itu menjamin jika perasaannya padamu itu sudah benar-benar hilang?” ucap Falcon.
Pria itu mencoba mengungkapkan isi hati dan kepindahannya atas hubungan Liana dan Christopher.
Liana kembali menoleh dan menatap tajam ke arah Falcon dengan kedua tangan masih terlipat.
“Jadi kau tidak percaya padaku?” tanya Liana tajam.
“Aku percaya padamu, Sweety. Tapi tidak dengan pemuda itu,” jawab Falcon.
“Kau cukup percaya padamu. Selebihnya biar aku yang urus semua. Bukankah aku sudah pernah katakan itu padamu sebulan yang lalu?” ucap Liana.
Dia kemudian memeluk gadisnya, meski Liana masih enggan untuk membalas pelukan tersebut.
“Maafkan aku. Aku sudah salah padamu,” ucap Falcon membujuk.
“Bagus kalau kau tahu,” sahut Liana ketus.
“Sebagai permintaan maaf ku, aku akan mengajakmu menemui seseorang,” ucap Falcon.
“Seseorang? Siapa?” tanya Liana penasaran.
__ADS_1
“Seorang informan yang tahu semua tentang target mu, Moses Jung,” ungkap Falcon.
Liana mendongak berusaha melihat wajah kekasihnya.
“Benarkah?” tanya Liana memastikan.
“Ehm... Asal kau mau untuk memaafkanku,” ucap Falcon.
“Baiklah. Aku maafkan kau kali ini. Lain kali, ku pastikan akan sangat sulit mendapat maaf dari ku,” ucap Liana.
Gadis itu kemudian balas memeluk Falcon. Pria tersebut tersenyum dan membelai lembut surai hitam sang gadis, sambil sesekali mencium puncak kepalanya.
.
.
.
.
Akur gitu kan adem liatnya☺betul tidak pemirsah😁
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar yah😘