Si Gadis Buruk Rupa

Si Gadis Buruk Rupa
Anak menyebalkan


__ADS_3

“Kenapa kau ingin tahu sekali tentang anak ini? Apa dia mengingatkanmu pada mantan calon suami mu dulu, hah?” tanya Falcon.


Seketika, Liana menoleh dan melotot ke arah Falcon. Dia tak habis pikir jika hal itu pun bisa diketahui oleh kekasihnya itu.


Dengan geram dan gigi yang saling bergemeletuk, Liana memanggil nama prianya.


“Falcon!” ucap Liana kesal.


“Benarkan?! Nama mereka sama, karena itulahnkamintertarik bertanuanpada anak itu. Coba katakan kalau aku salah,” seru falcon.


Liana membuang muka kesal ke arah samping sambil melipat kedua lengan di depan dada. Sedangkan Falcon menahan tawanya agar tak pecah, melihat tingkah gadisnya yang seperti itu.


Falcon tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya ke atas karpet dan berbaring di pangkuan Liana, membuat gadis itu kembali menoleh ke arah pria tersebut.


“Setelah kau mengejekku tadi, sekarang kau malah bermanja-manja seperti ini, hah?” keluh Liana.


“Siapa yang mengejek mu? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya saja. Memang nama itu yang telah membuat mu penasaran bukan? Paulo, si tua yang hampir membuat ku tak bisa menemukan cintaku ini,” ucap Falcon.


Dia menatap lurus ke atas memandang wajah gadisnya. Liana pun sejenak ikut hanyut dalam tatapan dan juga kata-kata Falcon. Namun kemudian, dia kembali kesal dan melayangkan sebuah pukulan kecil ke arah pria yang ada di pangkuannya itu.


“Benar-benar menyebalkan! Apa tidak ada hal yang kau tak tau, Tuan? Sama sekali tidak ada kejutan yang bisa ku berikan. Apa jangan-jangan, ukuran pakaian dalam ku pun kamu sudah tahu?” terka Liana asal.

__ADS_1


“Tentu saja,” sahut Falcon membuat Liana membulatkan matanya ke arah pria itu.


Falcon terlihat mengangkat kepalanya mendekat ke arah Liana.


“Bukankah sudah pernah ku sentuh beberapa kali,” bisik Falcon.


Liana merona seketika, mendengar perkataan mesum dari prianya itu. Gadis itu salah tingkah dan seketika menjadi kaku. Mendadak, semua hal menggairahkan yang pernah terjadi di antara keduanya, muncul dalam ingatan Liana, dan membuat sekujur tubuhnya memanas.


“Minggir kau!” seru Liana mendorong kepala Falcon agar menjauh darinya.


“Hei, mau kemana?” tanya pria itu saat gadisnya beranjak dari duduknya.


“Di sini panas! Aku mau cari angin!” seru Liana cepat.


Di depan sana, Liana berdiri di belakang pagar pembatas, dan memandang ke arah lautan lepas. Angin berhembus cukup kencang dan membuat siapa pun pasti kedinginan.


Falcon berjalan mendekat, dan memeluk gadisnya dari belakang. Liana sedikit menoleh, dan menepis tangan prianya.


“Untuk apa kau menyusul ku kemari? Mau menggodaku lagi, hah? Belum cukup kau mengejekku?” tanya Liana ketus.


Falcon tak menyerah, dan dia kembali melingkarkan lengannya di perut Liana.

__ADS_1


“Gadisku sedang merajuk. Bagaimana aku bisa tinggal diam?” sahut Falcon.


“Kau yang membuatku kesal duluan. Apa kau tahu. Kau benar-benar menyebalkan! Lebih menyebalkan dari anak kecil itu!” ucap Liana.


“Aku minta maaf. Aku mengaku salah. Aku hanya tergoda untuk menjahili mu, saat melihat wajah ingin tahumu itu terus tertuju pada anak kecil itu,” ucap Falcon.


Dia semakin mengeratkan pelukannya, seiring hembusan angin laut yang semakin terasa dingin menembus hingga lapisan dalam pakaian tebal mereka.


.


.


.


.


Siang yang cukup terik, ngetik adegan kalian yang akur gini bikin hati adem bener dah☺


Menurut bestie gimana nih?


Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar yah😘


__ADS_2