
Seusai mandi, Liana keluar kamar dengan telah memakai pakaian khas rumahannya yang hanya sebuah kaus over size, yang dipadu dengan celana hot pants.
Rambut setengah basah yang sudah tersisir, nampak tergerai begitu saja. Dia berjalan ke arah dapur dan membuka lemari pendinginnya.
Seperti biasa, benda itu selalu kosong dan nampak berantakan, khas Liana.
“Mau makan apa kita? Biar aku pesankan,” ucap Liana.
Falcon saat ini juga telah selesai mandi dan sedang duduk di ruang depan, sambil menyaksikan siaran olah raga di televisi.
Pria itu menoleh dan melihat gadisnya tengah mengutak atik ponselnya di dapur.
Dia pun bangkit berdiri dan menghampiri Liana. Falcon membuka lemari pendingin dan tak menemukan apapun kecuali sayuran yang sudah menguning, beberapa telur, dan minuman soda.
Falcon kemudian melihat jam dinding. Waktu menunjukkan pukul sebelas malam.
“Pesan sup tahu telur saja. Biar aku yang masak nasi nya,” seru Falcon.
“Baiklah,” sahut Liana.
Gadis itu kemudian memesan dua porsi sup tahu telur dari sebuah restoran melalui layanan pesan antar di ponselnya, sementara Falcon mulai mempersiapkan nasinya.
Gadis itu duduk di kursi makan yang berada di depan dapur sambil memandangi prianya.
“Bagaimana kalau sebelum kita pergi ke tempat kakekmu, kita berbelanja bahan makanan terlebih dahulu, dan membuat makanan untuk kita bawa ke sana?” ajak Falcon.
__ADS_1
Liana nampak menghentikan gerakan jarinya, dan pandangannya seketika terlihat tak fokus seolah sedang memikirkan perihal pertemuan dengan ayahnya esok hari.
“Ehm... Yah, itu bukan ide yang buruk. Lakukan saja,” sahut Liana.
Jawaban gadis itu terdengar datar. Falcon pun menyadarinya dan menoleh ke arah Liana. Benar saja, gadis itu nampak berwajah dingin dan muram.
Falcon telah mengetahui jika ayah Liana, saat ini kemungkinan besar telah berada di tangan Presdir Wang. Hal itu ia ketahui saat Liana menceritakan perbincangannya dengan Kakek Joseph melalui sambungan telepon, saat mereka masih berada di Sky Castle.
Dari sanalah dia tahu, jika meski yakin ayahnya telah aman, namun gadis itu khawatir akan apa yang telah dilakukan oleh kakeknya pada sang ayah.
Setelah semua kegaduhan dan kekonyolan yang tadi mereka buat, kini Falcon kembali melihat wajah murung gadis yang dicintainya, dan itu membuat hatinya ikut sakit.
Setelah memasukkan beras dan menyalakan mesin penanak nasi, pria itu berjalan memutar dan menghampiri Liana. Dia berdiri di belakang gadis itu dan memeluknya dari belakang.
“Apa yang kau pikirkan, hem?” tanya Falcon.
Liana meletakkan ponselnya di atas tempat makan. Sebelah tangannya terangkat ke atas dan membelai pipi prianya.
“Aku hanya merasa bingung saja,” jawab Liana.
“Bingung kenapa, hem?” tanya Falcon lagi.
“Apa kau pernah coba membayangkan, saat kau selama ini meyakini bahwa telah menjadi yatim piatu, dan hidup seorang diri di dunia ini sejak usiamu sangat muda? Lalu tiba-tiba, satu persatu muncul orang-orang yang mengaku adalah keluargamu. Mulai dari kakek, dan sekarang aku bahkan memiliki seorang ayah. Kira-kira, jika itu kau, apa yang akan kau lakukan?” tanya Liana.
Falcon semakin mengeratkan pelukannya dan mencium rambut Liana sebelum menjawabnya.
__ADS_1
“Masing-masing orang menghadapi hidupnya dengan sikap yang berbeda-beda. Aku tidak bisa di samakan dengan dirimu. Kau tahu aku orang yang seperti apa bukan. Kasar, licik, tak berperasaan. Yah, meski sekarang aku pun harus menekan semua sikap tadi demi orang tua itu."
"Berbeda dengan dirimu yang selalu bisa berpikir cerdas dan mengesampingkan perasaan pribadi, demi mencapai apa yang dinamakan kebaikan bersama. Seperti saat kau memutuskan untuk menerima kakekmu, setelah dia hampir mencampakanmu demi cucu palsunya,” ucap Falcon.
“Apa benar aku sebaik itu?” tanya Liana pada diri sendiri.
.
.
.
.
Met hari minggu bestie ku sayang🥰😘
hari ini othor nggak bisa up banyak-banyak🙈🙏anak-anak minta diajakin jalan ama emaknya🤭
jadi, othor mau kasih 2 bab doang😁gpp ya, besok up banyak-banyak lagi deh☺
Sekalian siapin vote ama kopi nya 🤭kembang juga boleh deh🥰😘
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘
__ADS_1