
The Golden City, Sebuah kawasan yang terkenal dengan pusat perekonomian dan kota termaju yang ada di negara bagian A.
Meski ibukota negara bagian adalah Grey Town, namun semua gedung pemerintahan berpusat di Golden City.
Grey town justru cenderung tertinggal jauh dari segi pembangunan infrastruktur serta SDM dari warganya.
Di kota itu, banyak sekali geng mafia yang berebut kekuasaan. Setiap sudut kota memiliki tuannya sendiri, dan kebanyakan dari mereka membuka bisnis hiburan malam.
Bisnis tersebut sebenarnya hanya kamuflase dari bisnis haram mereka, di mana dengan memiliki tempat hiburan tersebut, maka peredaran obat terlarang, mir*s, senjata bahkan infomasi penting sekalipun bisa dengan mudah didapat di sana.
Di kota tersebut, ada sebuah geng yang paling disegani, dengan ketuanya yang terkenal bengis dan tak ada ampun. Ketua geng itu dijuluki Falcon, karena instingnya yang terkenal begitu tajam bakal burung elang, dalam hal menilai orang-orang.
Hal itulah yang menyebabkan dia memiliki anak buah yang loyal, serta rela mati demi membelanya.
Dua tahun lalu, ada sepasang ibu dan anak yang kebetulan tengah sial, karena harus berurusan dengannya. Mereka datang dari jauh, membawa modal sedikit dan bermaksud menggandakan uang di kasino milik Falcon.
Nahas, mereka justru kalah dan terlilit hutang yang sangat banyak karena hal itu. Si ibu tak mampu berbuat banyak dan merelakan anak gadisnya untuk menjadi sandra. Tak sampai di sana, gadis itu juga harus bekerja di klub malam sebagai wanita penghibur.
Keduanya kini harus menyicil sedikit demi sedikit hutang yang mereka ambil. Namun, sekeras apapun gadis itu bekerja, uangnya akan selalu habis dimeja judi, karena ulah sang ibu yang sudah kecanduan.
“Bu! Sampai kapan ibu akan merampok uangku? Aku benar-benar lelah hidup seperti ini, Bu. Apa ibu tau? Aku harus melayani pria mana pun, yang bahkan aku sangat jijik melihat tampang mereka. Bahkan, aku harus tetap tersenyum dan berpura-pura menikmati permainan payah mereka. Tapi ibu, setiap hari selalu mengambil uangku langsung dari Kak Long untuk dihabiskan dimeja judi. Apa kau ini benar-benar ibu ku?” maki gadis itu penuh emosi.
“Jessy, ibu berbuat seperti ini juga supaya kita bisa balik modal. Ibu yakin, suatu saat ibu pasti akan menang banyak,” seru wanita yang tak lain adalah Caroline Yu, kepada sang putri Jessica Zhang.
“Mau sampai kapan? Mungkin sebaiknya aku bertindak seperti Liana yang menyembunyikan uangnya dari ibu, biar ibu tidak bisa mencurinya lagi,” ucap jessica.
“Jess! Kenapa kamu malah ingin meniru anak tak tau diuntung itu? Ingat, Jessy. Kita jadi seperti ini semua karena dia. Harusnya kamu mendukung ibu,” sanggah Caroline.
Namun, Jessica terlihat acuh. Dengan melipat kedua tangannya ke depan dada, dia membuang muka dan tak ingin melihat wajah ibunya.
__ADS_1
Ada rasa muak yang mulai muncul di dalam hatinya, dengan semua kelakuan sang ibu yang sudah sangat merugikannya.
Caroline melangkah maju dan meraih lengan putrinya.
“Jessy ... Sayang! Oke, ibu janji, ibu tidak akan meminta uangmu langsung dari tuan Long lagi. Tapi, kau harus janji akan memberi ibu uang, setidaknya uang dari satu pelanggan mu semalam,” bujuk Caroline.
Jessica menoleh dan menatap tajam ke arah sang ibu yang menunjukkan wajah memelas. Namun, bukannya luluh, Jessica malah semakin geram dan menepis tangan Caroline dengan kasar.
Gadis yang kini telah menjadi pelacur itu pun pergi begitu saja, meninggalkan ibunya yang kebingungan.
...👑👑👑👑👑...
Sementara itu, di pusat kota Golden City, malam nanti akan diadakan acara peresmian gedung Emerald Hotel, yang kebetulan mengundang banyak orang-orang penting di negera bagian A.
Bahkan, menteri perekonomian serta pariwisata pun akan turut hadir. Begitu pula dengan Falcon, orang yang termasuk disegani di negera bagian A, terlebih di kota Grey Town, ibu kota negara bagian A.
Di salah satu kantor berita elektronik swasta, seorang reporter tengah duduk sembari membaca sebuah buku agenda yang cukup tebal.
Di dalamnya, ada beberapa potongan-potongan surat kabar dari berbagai media cetak yang terlihat usang, tertempel dengan rapi di dalam buku tersebut.
“Hei, Christ. Aku sudah dapatkan tiket untukmu. Malam ini, kamu bisa ikut aku untuk meliput di Emerald Hotel,” seru salah satu reporter senior, Kenny Tan.
Pemuda yang ternyata adalah Christopher Chen itu, kemudian menutup buku agenda miliknya, dan menyimpannya kembali ke dalam laci, dan menguncinya di sana.
“Apa kamu masih mencoba mencari pacarmu itu?” tanya Kenny.
“Apa aku terlihat menyedihkan, Senior? Mencari seorang gadis yang telah hilang bagai ditelan bumi dua setengah tahun yang lalu,” ucap Christopher dengan senyum getirnya.
“Tidak. Menurutku kamu adalah seorang lover sejati. Meskipun hubungan kalian tak jelas, tapi kau bahkan rela tak berhubungan dengan gadis mana pun demi dia. Mungkin jika aku jadi gadis itu, aku akan seketika jatuh cinta saat mengetahui hal itu,” goda Kenny.
__ADS_1
“Sayangnya, gadis ini tidak seperti itu. Dari yang kulihat, dia seperti membentengi dirinya hingga membuatnya bersikap dingin dengan siapapun. Dia tak akan semudah itu tersentuh,” sahut Christopher.
“Setidaknya, kau sudah berusaha demi dia. Aku yakin, semua gadis akan luluh dengan usahanmu itu, dan dia juga masihlah seorang gadis. Semangatlah!” seru Kenny sambil menepuk pundak juniornya.
Dia kemudian melangkah pergi meninggalkan Christopher sendiri di balik meja kerjanya.
Se perginya Kenny, Christopher meraih ponselnya, dan membuka galery foto. Di sana, banyak sekali foto-foto seorang perempuan yang terlihat selalu berada di tempat konstruksi bangunan.
Dia buka satu persatu koleksi fotonya itu, layaknya seorang penguntit yang mengikuti setiap aktifitas idolanya secara langsung.
“Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kemunculan mu bertepatan dengan menghilangnya dia? Ini suatu kebetulan yang aneh,” gumam Christopher pada potret yang tengah ditatapnya.
Dia kemudian menatap wajah perempuan itu tepat di matanya. Dia terus mencoba menyamakan perempuan tersebut dengan gadis yang dia cari selama ini.
Bahkan, dia sering mencoba menutup sebagian wajah gadis di galeri fotonya, hanya untuk mencari kesamaan dengan gadis yang dikenalnya selalu memakai penutup wajah itu.
“Aku sangat hapal dengan sorot matanya, dan itu sangat mirip dengan mu. Aku akan datang malam ini dan memastikan. Kalau ternyata benar itu kamu, maaf jika setelah ini, hidupmu akan ku ganggu, karena aku sudah hampir gila mencari mu, Liana,” gumam Christopher.
.
.
.
.
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘
__ADS_1