
Di sebuah restoran, nampak dua orang tengah berbincang santai sambil menikmati hidangan yang tersaji. Ada dua piring steak wagyu dengan kentang tumbuk sebagai pelengkap karbo.
“Ku dengar, beberapa hari lagi kau akan ke Royal State?” Tanya Christopher.
Liana mengelap bibirnya dengan serbet, yang sedari tadi ada di atas pahanya. Dia mengunyah dengan perlahan lalu kemudian minum air putih yang ada di depannya.
“Ehm, steak ini sangat lezat. Harusnya kau memesan red wine tadi. Pasti lebih nikmat,” ucap Liana.
Gadis itu tak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Christopher sebelumnya, dan kembali meraih pisau dan garpu untuk memotong daging panggang di atas piring.
“Hah! Kau ini selalu begitu. Sengaja mengalihkan pembicaraan setiap kali ku tanya soal perusahaan,” keluh Christopher.
“Kau itu orang luar. Terlebih kau adalah seorang wartawan yang selalu serba ingin tau. Aku tidak yakin kalau semua rahasia bisa aman di tanganmu,” sahut Liana sambil menyiapkan sepotong daging ke mulutnya.
“Bukankah kita ini teman? Terlebih lagi, kemarin kita sudah bekerja sama untuk menangani sebuah krisis. Kenapa sekarang kau main rahasia lagi?” tanya Christopher.
“Chris, kita memang sekarang sudah berteman dan saling terbuka, tapi semua itu diluar dari masalah profesi masing-masing. Aku tidak pernah menanyakan hal pribadi atau pun masalah pekerjaanmu bukan? Jadi, aku pun berharap, kau tidak akan bertanya apapun tentang pekerjaanku. Aku menghargai pertemanan kita, jadi tolong mengertilah,” jawab Liana.
Christopher diam dan terus memandangi gadis di hadapannya itu.
“Katakan! Kenapa kau seperti terus menjaga jarak dari ku?” tanya Christopher.
Liana menumpukan kedua lengannya di atas meja, dan balas menatap ke arah Christopher.
“Chris, aku tidak menjaga jarak dari mu. Aku hanya tidak mau membocorkan masalah perusahaan kepada orang luar. Kau memang temanku, tapi bukankah kau bukan bagian dari Wang Construction? Terlebih, kau adalah seorang wartawan. Meski pun aku percaya padamu, tapi kau bisa saja ditekan untuk memberitakan sesuatu yang eksklusif karena kedekatan kita ini bukan. Jadi, ayolah. Kita saling memahami saja, kecuali kalau kau mau berhenti menjadi temanku,” jelas Liana.
Christopher pun akhirnya hanya bisa menghela nafa panjang. Dia akui semua yang dikatakan Liana adalah benar. Meski mereka berteman, tapi ada hal-hal yang tak seharusnya dikatakan.
“Baiklah. Ayo kita lanjutkan makan saja,” seru Christopher.
Liana tersenyum tipis dan kembali meraih peralatan makannya. Keduanya pun menikmati makanan yang tadi sempat diabaikan.
...👑👑👑👑👑...
Di luar restoran, tampak sebuah mobil maybach hitam tengah berhenti di seberang jalan. Terdapat dua orang tengah duduk di dalam mobil tersebut.
“Apa kau yakin dengan yang kau katakan tadi, Nine” tanya pria yang adalah Falcon.
Nine menoleh dan mencoba melihat kembali ke arah restoran. Mereka tengah mengamati gerak gerik Liana yang bisa terlihat jelas dari balik kaca besar restoran, di mana Liana dan Christopher berada.
“Benar, Bos. Tidak salah lagi. Dialah orangnya,” ucap Nine.
Falcon nampak mengetuk-ngetuk pelipisnya, dengan siku yang bertumpu di kaca mobil. Pria itu kemudian beranjak keluar dari mobil.
“Kau tunggu di sini, dan awasi kondisi sekitar!” seru Falcon.
__ADS_1
“Baik, Bos!” sahut Nine.
Pria itu pun kemudian berjalan menyeberang, dan menuju ke restoran tempat Liana dan Christopher tengah makan bersama.
Dia masuk dan melihat kedua orang itu tengah berbincang dengan sangat akrab. Falcon pun berjalan menghampiri keduanya.
Tanpa menyapa terlebih dahulu, dia menarik sebuah kursi dan menempatkannya di antara Liana dan Christopher.
Kedua orang itu pun begitu terkejut melihat kehadiran Falcon yang tiba-tiba menyela acara makan mereka.
“Urusan mu sudah selesai?” tanya Liana yang segera menghilangkan rasa terkejurnya.
Gadis itu nampak meminum kembali air putih nya dan membiarkan Falcon duduk di sampingnya.
Sementara Christopher, pemuda itu merasa terganggu dengan kehadiran pria, yang tiba-tiba saja hadir di tengah-tengah dirinya dan Liana.
“Sudah. Jadi aku menyusulmu kemari. Tidak apa-apa kan? Apa aku menggangu kencan kalian?” tanya Falcon.
Dia berbicara lembut dengan Liana, namun tatapannya tajam tertuju ke arah Christopher.
“Baguslah kalau misi penyelamatan mu berhasil. Kenalkan, Chris, ini Falcon. Falcon ini Christopher. Kalian berbincang lah dulu. Aku mau ke toilet sebentar,” ucap Liana memperkenalkan kedua orang tersebut.
Gadis itu pun kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke arah toilet. seperginya Liana, suasana terasa canggung di antara kedua pria itu.
“Senang bisa bertemu dengan Anda, Tuan Falcon. Si penguasa Grey Town,” ucap Christopher mengulurkan tangannya ke arah Falcon.
Si ketua gangster itu pun menyambut uluran tangan pemuda itu, dan menggenggamnya erat.
“Senang juga bisa bertemu dengan Anda, Wartawan Chen. Atau, harus ku panggil kau dengan Tuan Muda Chen?” sahut Falcon dengan tatapan tajam.
Christopher nampak panik dan segera menarik kembali tangannya.
Sedangkan Falcon, dia nampak menyunggingkan senyumnya saat melihat reaksi pemuda itu.
“Kenapa? Kau kaget karena aku mengetahui identitas aslimu?”cecar Falcon.
Christopher meneguk minumannya, dan mencoba untuk kembali tenang.
“Ternyata rumor itu memang benar. Tak ada yang bisa disembunyikan dari mu. Aku yakin, kau pun tahu siapa Lilian Wu sebenarnya bukan?” sahut Christopher.
“Tentu saja. Karena aku yang memberitahukan hal itu padanya,” jawab Falcon.
“Sepertinya, hubungan kalian begitu dekat,” selidik Christopher.
Falcon terlihat mengambil garpu yang berada di atas piring Liana, dan menusuk daging yang masih tersisa.
__ADS_1
“Ehm, lezat,” gumam Falcon.
Dia seolah membuat Christopher menunggu Jawaban darinya, sambil mulutnya terus mengunyah daging panggang itu.
Setelah potongan steak itu masuk ke dalam kerongkongan, Falcon meraih gelas Liana dan meneguk airnya hingga tandas.
Dia bahkan menjilat sisa air yang menempel di bibirnya, sengaja untuk memancing reaksi Christopher.
“Sepertinya, kalian memang sudah sangat dekat,” sindir Christopher.
Pemuda itu berusaha menahan emosinya, saat melihat tingkah Falcon yang dengan santainya makan dan minum hidangan milik Liana.
“Yah, kami bahkan pernah menyuapi makanan dari mulut masing-masing,” sahut Falcon.
Kedua pria itu seperti singa yang tengah memperebutkan teritorinya. Hawa persaingan begitu terasa di antara keduanya.
Falcon terus menunjukkan jika hubungan antara dia dan Liana sudah begitu jauh ketimbang Christopher, yang baru beberapa saat menjalin pertemanan dengan gadis itu.
Pemuda itu diam, meski hatinya terasa panas dan terbakar cemburu, mendengar kedekatan Liana dan Falcon yang begitu intim.
“Yang jelas, aku dan Lilian atau Liana yang kau kenal itu, telah mengetahui rahasia satu sama lain. Jadi, kami bisa dengan bebas berhubungan. Tapi, aku penasaran, bagaimana seandainya dia tahu siapa kau sebenarnya. Apa dia masih mau dekat dengan mu?” lanjut Falcon memprovokasi.
Kepalan tangan Christopher semakin kuat dan rahangnya pun mengeras. Namun, sejurus kemudian, seluruh syaraf tegangnya hilang dan muncul senyuman tipis di bibirnya.
“Aku mengenal Liana sejak lama, dan dia adalah gadis yang selalu berpikir realistis. Jika dipikir dari sudut pandangnya, bisa jadi dia akan semakin dekat denganku, mengingat latar belakangku yang cukup jelas dan bisa mendukung bakatnya. Berbeda denganmu. Orang yang selalu bergerak dalam bayang-bayang kegelapan, tidak akan bisa berbuat banyak untuk selalu berada di sampingnya. Kau hanya akan membuatnya terlibat dengan hal yang berbahaya dan merugikan. Bukan begitu, Tuan Falcon,” sanggah Christopher.
Dia pun tak mau kalah dengan pria di hadapannya itu.
Di saat ketegangan di antara keduanya memuncak, sebuah jeritan terdengar dari arah toilet.
Kedua pria itu pun menoleh dan seketika teringat jika Liana masih berada di sana. Terlebih Falcon yang mengetahui tentang rencana penculikan yang direncanakan oleh Jessica atas Liana.
Falcon dan Christopher berlari ke arah toilet. Langkah keduanya terhenti dan matanya membola saat melihat pintu toilet terbuka, dengan sebuah tas yang tergeletak begitu saja di atas lantai.
Liana
.
.
.
.
Satu lagi jangan ditungguin🤧othornya tepar 😭
__ADS_1
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘